
Ziga telah selesai mandi segera menemui Jesica dan Erik di ruang tamu. Sementara Via menyiapkan makan malam untuk mereka.
"Ayo kita makan malam" ajak Ziga pada Jesica dan Erik.
"Mari makan bersama" ajak Via
Ziga menarik kursi untuk Via, dan dia pun duduk di sebelah Via. Sedangkan Erik duduk bersebelahan dengan Jesica di seberang meja.
"Ahh ternyata si gunung es romantis juga" gumam Jesica.
"Aku telah bicara pada istriku, dan dia setuju kau untuk sementara tinggal di sini" ucap Ziga.
"Terima kasih, tapi aku tak mau merepotkan kalian" tolak Jesica halus.
"Kau sama sekali tak merepotkan kami" ucap Via ramah
"Tapi,, sebelum Jesica menyelesaikan kata katanya Ziga telah memotong pembicaraan itu.
"Sekarang lebih baik kita makan dulu, nanti setelah makan istriku akan menunjukkan kamarmu" ucap Ziga.
"Untuk hari ini sebaiknya kau istirahat dulu, besok kita akan membahas tentang Profesor" tambah Ziga lagi.
Kemudian mereka pun menghabiskan makan malam dengan tenang. Selesai makan malam Via mengantar Jesica ke kamar tamu.
Sedangkan Ziga dan Erik melanjutkan pembicaraan di ruang belajar.
"Ini kamarmu" ucap Via pada jesica ketika membukakan pintu kamar tamu untuk Jesica.
"Terima kasih" jawab Jesica.
"Aku akan siapkan baju ganti untukmu, kau bisa mandi terlebih dahulu lalu istirahatlah" kata Via
"Tak perlu repot repot" ucap Jesica
"aku akan kembali ke hotel untuk mengambil barang barangku, besok aku akan kembali kesini" tambah Jesica.
"Tapi sekarang sudah larut, apa tidak lebih baik jika kau kembali ke hotel besok saja" tahan Via.
"Tidak apa apa, aku juga masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaanku dan laptopku tertinggal di kamar hotel" ucap Jesica
"Baiklah, kalau begitu aku akan meminta Ziga untuk mengantarkanmu ke hotel untuk mengambil barang barang"ucap Via.
"Tak perlu, aku bisa naik taksi" tolak Jesica
"Jangan sungkan, kau adalah teman suamiku dan kau tamu di rumah ini, kami tidak bisa membiarkanmu keluar malam ini sendirian" kata Via.
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan minta antar Erik saja" ucap Jesica
"Kenapa, apa kau merasa sungkan bila di antar oleh Ziga?" tanya Via
"Vi, aku berterima kasih atas kebaikanmu, tapi Ziga adalah seorang pria yang sudah menikah dan aku wanita lajang, jika kami terlihat masuk ke hotel bersama itu akan memberikan kesan negatif bagi orang yang melihatnya" jawab Jesica
"Sedangkan dengan Erik, kami sama sama lajang dan kami juga berteman baik, jadi jika kami terlihat bersama itu tidak akan jadi masalah" ucap Jesica sambil menggenggam tangan Via.
Via pun menepuk nepuk punggung tangan Jesica.
"Aku tidak berfikir sampai kesitu" sesal Via
"Mulai sekarang kau harus berfikir seperti itu Via, Ziga adalah suamimu dan dia juga adalah orang yang terkenal di dunia bisnis jadi pasti banyak orang yang berusaha untuk menjatuhkan suamimu. Untuk itu kau harus menjaga dia dari hal hal seperti ini" ucap Jesica
"Maksudnya?" tanya Via yang masih tak mengerti.
"Maksudku kau harus menjaga Ziga dari wanita atau orang orang yang berniat menghancurkan dia" jelas Jesica.
"Terima kasih sudah mengingatkanku, aku tak berfikiran luas" ucap Via.
"Aku mengenal Ziga bertahun tahun, dan kami cukup dekat jadi aku tahu dari gerak gerik dan perkataan Ziga, dia pasti sangat mencintaimu" ucap Jesica yakin.
"Bagaimana kau bisa begitu yakin mengatakan hal tersebut?" tanya Via.
"Jangan lupa aku adalah teman lamanya, jadi aku tahu bagaimana kepribadian Ziga, dia tak pernah memperlakukan seorang wanita seromantis perlakuannya terhadapmu" ucap Jesica.
"Iya, aku tak pernah mendengar Ziga menyukai wanita manapun bahkan di saat banyak wanita yang berlomba lomba untuk mencari perhatiannya tapi dia tak pernah menanggapi bahkan sikapnya sekokoh dan sedingin gunung es" terang Jesica
"Dia dekat denganku karna Ayahku adalah dosen pembimbingnya selain aku dia tidak dekat dengan wanita lain. Bahkan mantan kekasihnya yang model itu juga di pacarinya karna dia ingin membalas budi wanita tersebut yang telah menyelamatkan nyawanya" ucap Jesica panjang lebar.
Via pun mengangguk anggukkan kepalanya.
"Tapi kau jangan terlalu gembira dulu" ucap Jesica
"Karna Ziga sangat mencintaimu maka kau adalah kelemahan terberat Ziga. Maka dari itu kau harus menguatkan dirimu dan jangan sampai musuh musuh Ziga memanfaatkanmu" tambah Jesica.
"Baiklah , aku mengerti" ucap Via.
"Terima kasih, aku akan selalu mengingat kata katamu" ucap Via
"Aku tak akan membiarkan siapapun untuk memanfaatkanku" tambah Via.
"Siapa yang berani memanfaatkanmu?" tanya Ziga yang tiba tiba muncul di depan pintu kamar tamu.
"Ini urusan wanita, para pria tidak boleh ikut campur" jawab Jesica sambil mengerlingkan matanya pada Via.
__ADS_1
Via pun mengangguk dan tertawa melihatnya.
"Baiklah, aku takkan ikut campur urusan kalian para wanita" ucap Ziga
"Sebaiknya kau istirahat sekarang, besok kita akan mulai pencarian Profesor" ucap Ziga
"Aku akan kembali ke hotel malam untuk mengambil barang barangku" ucap Jesica
"Besok baru aku akan kembali kesini" tambahnya lagi.
"Tapi, sebelum Ziga meneruskan kata katanya sekarang giliran Jesica yang memotong pembicaraannya. "Bisakah kau mengantarku ke hotel Rik?" tanya Jesica pada Erik.
"Tentu bisa " jawab Erik yang sedari tadi masih berdiri di belakang Jesica.
"Oke, sudah di putuskan" ucap Jesica lantang
"Aku akan kembali sekarang dan datang lagi besok" kata Jesica.
"Terima kasih atas keramah tamahan kalian, dan masakanmu sungguh lezat Nyonya Ziga Pratama" ucap Jesica tulus.
"Baiklah, kalau begitu besok kau harus cepat cepat datang kesini, agar bisa mencicipi masakanku lagi" ucap Via sumringah.
"Pasti, aku menantikan itu" jawab Jesica yang kemudian memeluk Via dan berpamitan pada Ziga.
Erik pun segera mengantar Jesica kembali ke hotel dengan mobilnya.
Via dan Ziga masuk ke dalam kamar mereka.
"Oh ya, bukankah papah dan mamah akan tiba malam ini ? " tanya Via ketika mereka tiba di kamar.
"Maaf, aku belum memberitahumu" jawab Ziga
"Tadi siang mamah menghubungiku, katanya pesawat mereka mengalami kendala, jadi kemungkinan besar mereka baru akan tiba besok pagi" terang Ziga.
"Oh, tapi tidak terjadi apa apa pada mereka kan ?" tanya Via khawatir dengan keselamatan mertuanya.
"Tidak ada sayang, sekarang lebih baik kamu istirahat ini sudah malam" ucap Ziga sambil mengecup kening Via dan membelai rambutnya
Seketika wajah Via pun merona, dia masih belum terbiasa dengan perlakuan romantis suaminya.
Saat Ziga hendak menarik dagu Via, kemudian mencium lembut bibir Via, makin lama ciumannya semakin dalam tangannya meraih tengkuk Via memperdalam ciumannya. Ciuman itu tampak bergairah, tangan Ziga pun merayap ke tubuh Via, saat Ziga akan membuka gaun yang di pakai Via tiba tiba Via mundur, dia menjauh dari Ziga dengan mukanya yang memerah.
"Aku, aku akan ganti baju terlebih dahulu" ucap Via malu malu sambil melesat ke dalam kamar mandi.
Ziga tertawa melihat tingkah polos istrinya.
__ADS_1
Dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya, kemudia keluar kamar menuju ruang belajar untuk menyelesaikan sedikit pekerjaannya.