Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
21. Peringatan


__ADS_3

"Kenapa kamu membuatku seperti ini aku tidak pernah berbuat salah padamu" kata Ray terbatuk, darah segar keluar dari mulutnya.


"Ini peringatan terakhir buatmu. Jangan pernah mendekati Alika lagi, apalagi menyentuhnya. Sampai kamu menyentuh sehelai rambutnya, saya pastikan kamu akan di pecat dari pekerjaan yang kamu banggakan sekarang dan keluargamu akan hilang dari muka bumi"kata Han mengancam suaranya sangat menakutkan. Bak disambar petir Ray ternganga dia tidak menyangka Alikalah penyebab dia seperti ini. Kenapa orang ini sebegitu marahnya apa hubungannya dengan Alika. Cukup sudah Han sudah mebulatkan tekadnya dia akan meminta Alika untuk berada disisinya selamanya.


"Aron bereskan dia"kata Han memberi perintah kepada lelaki tampan yang sedari tadi berdiri di samping Ray yang sudah babak belur dan dibalas anggukan dari Aron yang sudah tau apa tugas dia selanjutnya.


Hari itu dikantor Alika sangat terlihat senang tapi juga terburu-buru sesekali Han melihat Alika sibuk dengan handphonenya sesekali gelisah melihat jam. Ketika keluar dari lift Han melihat Alika berlari kecil dan memeluk seorang pria mereka berdua terlihat senang. Seketika tubuh Han terasa panas saat itu. Apakah itu adalah pacar Alika? Han hanya bisa menebak-nebak. Karena penasaran Han mengikuti Alika dan pria itu ternyata mereka ke kafe dekat kantor. Han tidak langsung masuk dia menelpon Andrew agar menemuinya di cafe itu.


"Tumben banget kamu makan di cafe beginian?"tanya Andrew heran ketika melihat cafe didepan matanya saat ini


"Aku hanya ingin suasana berbeda Andrew"jawab Han ngasal


"Dava gimana? Udah di telpon"tanya Andrew lagi


"Lagi sibuk. Hayuk masuk"ajak Han sudah tidak sabar


Barulah sampai di dalam Han mengetahui bahwa pemuda itu adalah adik kandung dari Alika, ada perasaan legah di hati Han saat ini.


"Jadi ini alasannya?"bisik Andrew dan Han tidak menggrubis sedikit pun Han terlihat tenang menyantap makanannya. Dia membiarkan Andrew mengobrol dengan Sidney. Sementara Han curi-curi pandang ke Alika.

__ADS_1


Han dan Andrew sudah berada di mobil saat ini mereka akan ke apartemen Han karena sudah ada Dava disana sedang menunggu.


"Jadi kapan kamu akan menyatakan cintamu padanya?"tanya Andrew


"Apa yang kamu biacarakan Andrew?"


"Sudahlah Han terlihat jelas kamu mencintainya. Jangan samakan Alika dengan Alena mereka berdua orang yang berbeda"kata Andrew lagi sedangkan Han hanya diam memikirkan apapun yang ada di pikirannya. Dia terlalu takut untuk itu dia tidak mau kejadian yang dulu terulang lagi ada trauma yang masih menyisakan luka dihatinya.


"Aku mencintaimu"kata Han. Entah apa yang merasuki Han saat itu tiba-tiba dia langasung mendaratkan ciuman kepada Alika. Saat itu dia hanya ingin menyatakan perasaannya dan ingin melindungi Alika. Mendengar itu Alika lebih shock lagi. Bagaimana tidak, memang dia mencintai Han tapi Han mempunyai Andrew setidaknya itu yang di ketahui Alika. Apa direkturnya menyukai perempuan dan laki-laki ini menambah kebingungan. "Apa kamu mau menerima cintaku?"tanya Han masih menatap Alika yang sedang shock dan kebingungan


"Ttt ttapi pak mmm"Kata Alika gugup sambil menatap lantai dia tidak berani menatap Han saat ini. Alika masih mengatur nafasnya kembali


"Tidak ada tapi-tapian Alika"


"Kenapa dengan Andrew?"tanya Han tidak kalah bingungnya


"Mmm bukannya bapak dan dokter Andrew mm mmm itu"jawa Alika ragu-ragu menatap Han saat ini


"Apa?"tanya Han masih bingung

__ADS_1


"Berdua pak. Mmmm pacaran"kata Alika dengan suara nyaris bebisik menghadap kebawah lagi. Seketika itu Han langsung tertawa, sontak membuat pandangan Alika tertuju pada Han lagi. Baru kali itu dia melihat Han tertawa, Alika terpesona melihat Han tertawa.


"Tidak Alika sepertinya kamu salah paham"


"Tapi waktu itu.."


"Itu hanya salah paham Alika"seakan tau apa yang di maksudkan Alika kecupan dari Han membuat Alika kaget dan tersipu. Pembicaraan terhenti karena pintu ruangan Han diketuk Ibu Dewi yang memberitahukan bahwa meeting sudah mau dimulai. Di ruangan meeting Han selalu menatap Alika dan itu membuat Alika salah tingkah dan malu sendiri. Masih jelas dibenaknya ciuman tadi dan pernyataan cinta dari Han tapi dia masih ragu apakah benar yang Han bicarakan tentang dia dan dokter Andrew yang jelas saat ini dia masih sangat berhati-hati untuk melangkah lebih jauh karena dia tidak mau sakit hati lagi.


"Kamu udah dimana?"kata suara dari seberang telpon


"Ini udah mau nyampe"kata Alika. Malam itu sesuai rencana mereka akan bertemu langsung di salah satu club favorit mereka. Malam itu Alika menggunakan pakaian atasan kaos putih polos dan celana pendek jeans di padu padankan dengan bootsnya hitam beludrunya yang hampir selutut yang tidak ada heelsnya.


"Siap?" Kata Febri yang terlihat tampan dengan kaos dan celana chinonya. Sedangkan sofia menggunakan dress maroon rajut yang membentuk likuk badannya. Aisyah dengan summer dress manisnya yang berwarna pink.


Di dalam sudah tersedia meja yang berisi minuman softdrink yang sudah di pesan Febri sedari tadi karena club itu langganan mereka, tidak sulit untuk memesan meja. Tujuan mereka malam itu hanya ingin refreshing melepas penat sambil menunggu jam 12.00 malam tepat ulang tahun Alika.


_____________________________________________________


Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman.

__ADS_1


Jangan lupa di like ya dan kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘


Jangan lupa juga di vote yaa, tapi kalau tidak keberatan


__ADS_2