
Kakii Alika sudah mulai membaik setelah beberapa kali di terapi tapi dia masih harus menggunakan ankle support. Sudah 1 minggu Alika tidak masuk kantor dan selama itu juga dia hanya terkurung di apartemen Han, untung ada bi Inah yang menemani. Sedangkan untuk Sofia, Aisyah dan Febri sengaja ditelpon Alika agar tidak datang menjenguknya karena dia tidak enak dengan Han walapun sebenarnya di juga ingin bertemu mereka. Alika juga tidak berani minta ijin kepada Han mengajak mereka kesini karena Han bukan sembarang orang dia adalah direktur perusahaan mereka, tidak etis saja nanti.
Alika saat itu sedang asyik membaca novel yang baru datang dipesan online. Terdengar suara pintu yang dibuka
"Hai Alika"sapa Andrew. Terlihat sudah ada Han dan Dava juga
"Hai dokter Andrew, hai pak Dava"sapa Alika sumringah
"Liatlah dia hanya menyapa kedua temanku apa dia tidak liat aku juga disini"Han mendumel didalam hatinya.
"Kamu bosan ya pasti disini?"tanya Andrew
"Lumayan tapi untung ada Bi Inah"Alika nyengir
"Ini buat kamu"kata Dava memberikan kantong yang sedari tadi di bawanya. Alika langsung sumringah melihat isi dalam kantong tersebut yang ternyata es cream.
"Makasih pak Dava"kata Alika tersenyum menatap Dava. Han sangat tidak suka melihat Alika tersenyum di depan laki-laki lain sekalipun itu sahabatnya karena Alika terlihat sangat cantik kalau sedang tersenyum seperi itu menurut Han.
"Ekhemm ayo makan"kata Han ketus. Malam itu mereka makan malam bersama ngobrol sesekali bercanda.
"Ia Alika dulu itu Han paling cengeng"kata Andrew
"Ia Han juga tidak suka wanita yang menempel padanya"kata Dava
__ADS_1
"Kamu gau tau aja Dav, itu semenjak dia dan Clara..."kata Andrew spontan langsung terhenti dia langsung menatap Han yang saat itu itu sudah menatapnya tajam.
"semenjak Clara..?"kata Alika tidak sabar mendengar kelanjutan cerita Andrew. Tapi sekarang Andrew hanya terdiam kikuk.
"Eh Alika kaki kamu gimana besok di terapi ya?"tanya Andrew berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Gimana sih Drew tadi cerita Han kok sekarang langsung ke Alika? Jadi gimana Clara?"tanya Dava juga masih penasaran karena Dava mengenal Andrew sesudah kuliah, Dava tidak tau tentang masa lalu Han. Dia sudah mengenal Han yang dingin dan tidak suka ada wanita yang mendekat padanya. Mendengar itu Andrew hanya melototkan matanya kepada Dava.
"Tidak usah di bahasa"kata Han tiba-tiba kesal.
"Kenapa sih pak Han?"Alika menatap kesal Han dan kembali menatap Andrew ingin dilanjutkan ceritanya."ayolah dokter Andrew aku ingin tau kelanjutannya"tanya Alika memelas
"Eh ya ampun aku ada pasien yang harus diperiksa"kata Andrew pura-pura melihat handphonenya"ayo Dav anterin ke rumah sakit"kata Andrew sedangkan Dava hanya memandang aneh kelakuan temannya saat ini. Tidak kalah bingungnya Alika tidak mengerti dengan apa yang terjadi kenapa Andrew langsung bertingkah seperti ini dan siapa itu Clara? Kenapa Han terlihat sangat kesal.
Andrew dan Dava pun pamit untuk pulang secepat kilat mereka meninggalkan apartemen Han. Alika sudah bersiap untuk tidur dia duduk di tempat tidur masih mengotak atik handphonenya dan Han juga masih duduk menyender di tempat tidurnya sambil membaca buku.
"Kamu tidak lihat aku lagi apa?"Han balik bertanya dengan nada kesal
"Aku hanya tanya saja kenapa kamu marah? Ya sudahlah aku tidur saja"kata Alika juga menjadi kesal. Dia buru-buru merabahkan tubuhnya di tempat tidur membelakangi Han. Tiba-tiba tangan Han sudah melingkar diperut Alika. Alika langsung mengubah posisinya menghadap Han dan bertanya lagi seketika itu Han langsung menempelkan bibirnya ke bibir Alika dan Alika membalas ciuman dari Han ciuman menjadi semakin panas. Alika langsung melepaskan ciuman dari Han dan sedikit menjauh. Han menatapnya heran.
"Aku sudah tidak perawan lagi apa kamu mau menerimanya?"Alika sudah menguatkan hatinya dia akan menerima jawaban dari Han karena dia cukup tau diri.
"Pertanyaan macam apa itu Alika, aku tidak peduli. Aku mencintaimu karena dirimu karena hatimu"jawab Han membuat Alika melebarkan senyumnya.
__ADS_1
"Tapi bisakah kita tidak begitu dulu?"tanya Alika dia masih ingin memantapkan hatinya terlebih dulu dia tidak mau jauh melangkah.
"Ia Alika aku akan sabar sampai kita menikah nanti aku akan mencoba agar bisa menahannya"kata Han memeluk Alika dan mencium keningnya.
"Menikah? Apaka aku dan dia bisa menikah? Apakah Han serius mengatakannya"tanya Alika di dalam hatinya dia tidak langsung bertanya saat ini dia hanya bersyukur mempunyai Han disisinya.
"Eh dokter Andrew disini juga?" Tanya Alika ketika dia sudah sampai di rumah sakit dia di sambut Andrew dengan hangat. Hari ini Alika melakukan pemeriksaan. Biasanya dia di temani Han tapi karena Han ada jadwal lain jadinya dia harus dikawal oleh Aron. Awalnya Alika menolak tapi karena dipaksa Han mau tidak mau Alika harus menerimanya.
"Hari ini pemeriksaan lagi ya?"tanya Andrew sambil mengantarkan Alika dan Aron ke dokter biasanya.
"Ia dokter"jawab Alika
"Nanti saya temani"
"Tidak usah dokter, nanti pasien dokter bagaimana? Lagi pula ini sudah ada Aron"kata Alika sambil menunjuk Aron yang disampingnya sementara Aron hanya diam seperti biasa
"Tidak apa-apa saya di telpon Han tadi, kalau sampai dia tau saya tidak menemani kamu wah bisa habis saya. Kamu tau sendiri Han bagaimana orangnya"kata-kata dokter Andrew memang tidak bisa disangkal Alika. Alika tau betul Han orangnya seperti apa. Tidak pernah suka dilawan perintahnya.
_____________________________________________________
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman.
Jangan lupa di like ya dan kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
__ADS_1
Jangan lupa juga di vote yaa, tapi kalau tidak keberatan
Makasihh 💐💐