
"Lihat aku memakannya," Han xinxin mengangkat tangannya dan memperlihatkan roti yang ada di genggamannya setelah iya selesai memakannya sepotong
Qi yuang kembali tersenyum dan mengambil segelas susu yang iya letakkan di atas rak sepatu
"Baiklah,,, Minum ini, dan setelah itu.. kamu boleh pergi" ucap Qi Yuang sambil menyodorkan gelas yang berisi susu kepada Han xinxin
Tanpa berkata apa-apa, Han xinxin langsung menerima gelas yang berisi susu di tangan Qi Yuang dan meminumnya sampai habis
Han xinxin menghabiskan satu gelas susu dengan sekali tegupan
"Terimakasih" ucap Han xinxin dengan sangat canggung
Han xinxin tersenyum dan salah tingkah di hadapan Qi Yuang yang begitu peduli padanya
"Terimakasih,,," ucap Han xinxin sekali lagi sambil menganggukkan kepalanya
setelah mengucapkan terimakasih dan mengembalikan gelas yang sudah kosong, Han xinxin pun langsung keluar setelah membuka pintu apartemen, tanpa menoleh untuk melihat Qi yuang yang masih berdiri menatapnya pergi
***
di sisi lain,, Li fan yang baru saja membuat sarapan dan duduk untuk menyantap masakannya, menoleh saat mendengar bel apartemennya berbunyi
Li fan meraih sebuah remote control yang ada di depannya, menjulurkan tangannya dan memencetnya
Klllek.. Kunci pintu apartemennya pun langsung terbuka
Tu mo berjalan masuk, mendekat pada Li fan yang sedang menyantap sarapan di depannya
"Tuan,," Tu menyapa Li fan dengan menundukkan kepalanya
" seperti yang anda perintahkan, semalam aku ke desa, dan aku berhasil mendapatkan foto wanita yang anda cari selama ini" Tu mo memasukkan tangan ke saku kemeja yang iya kenakan
" aku sudah mendapatkan foto Han xinxin, dan dengan adanya foto ini, kami akan secepatnya menemukan wanita yang ada di dalam foto" Tu mo menyerahkan foto Han xinxin yang ada di tangannya
Li fan tersenyum, mengambil lembaran foto yang di serahkan oleh Tu mo
Li fan memandangi foto Han Xinxin, untuk beberapa saat
__ADS_1
"Benar,, ini adalah foto dirinya" Li fan menyentuh foto Han xinxin
"Secepatnya aku akan menemukanmu, aku berharap semuanya masih akan seperti dulu, aku berharap kamu tidak membenciku, karena tidak bisa menjaga dan melindungi mu dengan baik" Li fan mengusap-usap foto Han xinxin sembari tersenyum dan kemudian menyerahkannya kepada Tu mo
"Kopi foto ini sebanyak-banyaknya, dan sebarkan, agar Han xinxin secepatnya di temukan" perintah dari Li fan
"Baik tuan,,," setelah menerima perintah, Tu mo pun berjalan keluar dari dalam apartemen Li fan
Di dalam mobil Tu mo duduk sambil berbicara di telepon
"Wanita yang ada di dalam foto, yang aku kirimkan, cari dia sampai dapat! Pastikan jika dia dalam keadaan baik setelah kamu menemukannya, masalah bayaran! Tuan Li akan membayar kalian, berapa pun yang kalian inginkan, asalkan berhasil menemukan wanita itu"
Tu mo melihat Li fan yang sedang berjalan kearahnya
"Baik,,, kabar baik darimu aku tunggu secepatnya" Tu mo memutuskan panggilannya dan turun dari mobil
"Tuan,,," Tu mo membuka pintu mobil untuk Li fan dan iya pun kembali masuk kedalam mobil, setelah Li fan sudah duduk di dalam mobil
Tu mo mengemudikan mobil dan melajukannya dengan pelan, melihat Li fan yang duduk di belakangnya melalui cermin
"Tuan,,, setelah Li Ceng meninggalkan, perusahaan kemarin dia langsung ke apartemennya dan tidak pernah terlihat keluar setelah itu, dan juga,, Fei yang tidak pernah terlihat mengunjunginya." Tu mo menyampaikan kabar tentang Li Ceng yang iya dapatkan, dari seseorang yang di tugaskan untuk mengawasi Li Ceng dan Fei yang asistennya
"Seorang gadis?" Li fan mengulang ucapan Tu mo, dengan mengerutkan keningnya dan tetap duduk santai di kursi belakang Tu mo
"Benar tuan,, dan informasi yang aku dapat! dulu,, Li Ceng hampir setiap hari menjenguk gadis itu, kabarnya.. Mereka berdua sangat akrab" jelas Tu mo
"Benarkah?" Li fan dengan sifat angkuhnya terlihat cuek namun tetap terlihat peduli dengan kabar yang baru saja iya dapatkan
"Aku tidak pernah mendengar jika Li Ceng memiliki seseorang yang akrab dengannya, sejak papa mengadopsinya! Dia selalu bersama dengan papa, dan juga sejak papa membawanya ke rumah dia sudah mengatakan jika dia tidak memiliki sanak keluarga" Li fan terdiam
"Tapi Tuan,,, Kabar itulah yang mereka dapat" jelas Tu mo lagi
"Seorang gadis,,,? Aku jadi penasaran dengannya" Li fan bersandar di sandaran kursi dengan Santai
"Li Ceng,, aku mulai penasaran dengan cerita kehidupan mu, mencoba untuk membunuhku hanya karena harta warisan!" Itu sikap yang cukup berani" Li fan kembali terdiam dan terlihat sedang berfikir
" bukankah hidup di dalam keluarga Li kamu sudah cukup baik? Lalu,, apa yang membuatmu menjadi serakah?" Li fan melihat Tu mo yang masih menyetir
__ADS_1
"Tetap untuk memperhatikan gerak geriknya, aku tidak percaya jika Li Ceng akan diam saja setelah apa yang sudah aku lakukan padanya" perintah Li fan
"Baik tuan,,," Tu mo mengangguk patuh setelah mendapat perintah dari atasannya
***
Qi yuang masuk ke kantor polisi, dan melihat seorang wanita paru baya sedang menangis histeris di depan para bawahannya
"Semalam dia menelepon, jika dia sudah sampai dan menyuruh kami untuk menunggunya, tapi sampai sekarang dia pun belum tiba, ponselnya tidak aktif" wanita paru baya itu terisak
"Hhe... Hhe. Hhe.. tolong temukan putriku, aku takut dia kenapa-kenapa, aku mohon temukan dia."
Karena penasaran dengan apa yang terjadi, Qi yuang bertanya
"Ada apa?" Qi yuang mendekat pada wanita paruh baya itu
"Komandan,,," bawahan yang melihatnya berdiri dan menyapanya
"Dia melapor jika putrinya menghilang semalam"
Mendengar Jawaban dari bawahannya, Qi mengerutkan keningnya
"Menghilang??" Qi yuang dengan cepat mengulang perkataan dari bawahannya
Sontak wanita paru baya itu pun, menoleh dan melihat Qi yuang
Wanita paru baya itu berdiri, meraih tangan Qi Yuang memegangnya dan menangis
"Kamu atasan mereka?" Wanita itu menggenggam erat tangan Qi Yuang
"Khhik... Khhik... Khhik...
Qi yuang dengan lembut melepaskan tangan wanita paru baya itu, dan memegang lengan wanita itu dan mendudukkannya kembali ke kursi
"Nyonya,, anda duduk dan tenang, kemudian coba ceritakan lebih rinci lagi tentang putri Anda" Qi yuang melihat bawahannya yang bekerja, dan mulai mencatat laporan wanita paruh baya itu
"Putriku bernama fannya, dia berumur 22 tahun, ini foto dirinya" wanita paru baya itu menyerahkan foto fannya ke pada polisi yang sedang duduk di hadapannya
__ADS_1
"Fannya bilang rindu pada kami, dan mengambil cuti dari pekerjaannya. Tapi apa yang terjadi? Padahal semalam dia menghubungi Kami, jika dia sudah Turun dari taksi dan berjalan kaki menuju kediaman kami"