
Setelah beberapa lama Ziga pun melepaskan pelukannya. Lalu ia mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya lalu memberikannya pada Via.
"Apa ini?" tanya Via sambil membuka kotak yang di berikan Ziga. Via membelalakkan matanya setelah melihat kalung yang bertahtakan berlian biru yang indah.
"Hadiah pertunangan," jawab Ziga
"Hadiah pertunangan, tapi kita bahkan telah menikah," ucap Via keheranan.
"Aku telah berkata bahwa aku akan mengulangi semua proses yang terlewatkan, maka dari itu aku melamarmu dan memberikan ini sebagai hadiah pertunangan kita," jawab Ziga sambil mengambil kalung tersebut dan memasangkannya di leher jenjang Via.
Via benar-benar terharu dengan sikap Ziga, dia tidak menyangka Ziga bahkan terfikir untuk memberikannya hadiah pertunangan sebuah kalung yang begitu indah.
"Cantik, sangat cocok untukmu,"puji Ziga setelah memasangkan kalung di leher Via.
Via memegang kalung bertahtakan berlian biru itu, "Terima kasih," ucap Via kemudian dia berjinjit dan mencium bibir tipis suaminya.
Ziga terkesiap tapi dia dengan cepat merespon ciuman Via. Ziga meraih pinggang ramping Via dan menanamkan ciuman yang panas bergairah. Tangannya sebelah menahan tengkuk Via untuk memperdalam ciumannya. Ziga melingkarkan kaki Via di pinggangnya, Via menjerit kecil ketika Ziga membawa dalam gendongannya. Tapi Ziga langsung membungkam mulut Via dengan bibirnya. Ziga membuka pintu pondok yang tepat berada di belakang Via, Ziga terus membawa Via masuk ke dalam pondok tanpa melepaskan bibirnya dari bibir Via.
Ziga membaringkan Via ke tempat tidur berukuran besar yang terdapat di dalam kamar. Matanya menatap Via dengan gerah. Ziga kembali mencium Via kemudian mereka pun melakukan untuk yang pertama kalinya.
"Terima kasih sayang" ucap Ziga sambil mengecup kening Via lalu menyelimuti tubuh istrinya tersebut.
Via melingkarkan tangannya di pinggang Ziga dia hanya mampu memejamkan matanya. Walau dia merasa sangat lelah tapi hatinya sungguh bahagia karna bisa mempersembahkan pengalaman pertamanya pada suami yang di cintainya. Via pun terlelap dalam rasa bahagia dan lelahnya.
__ADS_1
Ziga menatap istrinya yang tertidur lelap, ini adalah kebahagiaan sejati yang di rasakannya. Mereka kini telah menyatu dalam satu ikatan cinta. Awal dari sebuah kebahagiaan untuk masa depan.
Saat pria itu tengah mengagumi wajah cantik istrinya, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari perut Via yang membuat Ziga mengernyitkan alisnya. Dia baru tersadar bahwa hari sudah menjelang sore, mereka telah melewatkan makan siang mereka. Bahkan Ziga belum makan apapun sejak bangun tidur tadi pagi.
Setelah menyelimuti Via, Ziga bangkit dari tidurnya kemudian dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai mandi Ziga langsung menuju pantry yang ada di pondok tersebut. Walaupun itu hanya pondok kecil tapi di dalamnya sungguh lengkap. Ada satu ranjang besar, dua kursi dan meja makan, pantry kecil dan juga kamar mandi yang cukup luas.
Ziga mengambil beberapa bahan makanan yang tersedia di lemari es, Beberapa hari yang lalu sebelum melakukan pencarian ayah Jesica Ziga telah menyiapkan segalanya di pondok ini.
Awalnya dia ingin segera membawa Via ke tempat setelah Via memberikan kesempatan untuknya, tapi ternyata menghilangnya ayah Jesica merubah sedikit rencananya. Maka dari itu baru pada kesempatan ini dia dapat mengajak Via ke tempat ini.
Ziga mulai memasak sphageti untuk mereka berdua, selain itu Ziga juga membuat steak sapi kesukaan Via. Harum masakan yang di buat oleh Ziga membangunkan Via. Karena antara tempat tidur dan pantry hanya di batasi tirai tipis, Via dapat melihat Ziga yang tengah serius memasak. Via menggerakkan tubuhnya, mencoba bangkit dari tempat tidur.
Ziga yang mendengar jeritan Via,segera bergegas mematikan kompor dan menuju ke tempat tidur.
"Apa yang terjadi?" tanya Ziga
"A-aku tidak dapat menggerakkan tubuhku," jawab Via malu malu.
"Kau, mau ke kamar mandi?" tanya Ziga
Via pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Jangan bergerak, tunggu sebentar!" ucap Ziga, kemudian dia berlalu ke kamar mandi dan mengisi bathtub dengan air hangat.
Setelah di rasa cukup Ziga pun kembali, kemudian dia meraih tubuh Via dan menggendongnya ke kamar mandi.
Apa ... apa yang kau lakukan?" tanya Via panik karena kini tiada sedikitpun alas yang melapisi raganya.
"Tenanglah, aku akan membantumu mandi" jawab Ziga tenang.
Walau dia sempat menelan salivanya melihat tubuh istrinya tersebut, tapi melihat wajah Via yang kelelahan Ziga pun tak tega.
Akhirnya Ziga membawa Via ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi Ziga meletakkan tubuh Via ke dalam bathtub.
Dengan air hangat yang merendam tubuhnya, sakit yang dirasakan Via pun perlahan berangsur angsur menghilang.
"Aku bisa sendiri" ucap Via malu-malu saat Ziga akan mulai menggosok tubuhnya.
"Baiklah, aku akan menyiapkan makanan untuk kita" jawab Ziga setelah terdiam sesaat.
Tadinya Ziga berfikir untuk membantu Via mandi, tapi jika itu di lakukannya bukan tidak mungkin acara mandi itu akan berakhir lebih lama karna hasratnya.
Maka dari itu Ziga memilih untuk membiarkan Via mandi sendiri sehingga dia dapat menyiapkan makanan untuk mereka.
Via sendiri merasa lega setelah Ziga meninggalkannya sendiri. Jika Ziga bersikeras untuk membantunya mandi maka kemungkinan besar rasa sakit dan lelah akan kembali dia rasakan, apalagi melihat tatapan mata Ziga yang seakan-akan siap untuk menerkamnya saat itu juga.
__ADS_1