Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Aku Bersedia !!


__ADS_3

Via membawa sarapan ke kamar, melihat Ziga yang masih terlelap Via tak sampai hati untuk membangunkannya. Via pun duduk di balkon dan menyibukkan diri dengan menggambar sebuah desain.


Tak berapa lama Ziga akhirnya terbangun, melihat Via yang tengah duduk di balkon sambil mengambar dengan serius Ziga pun menghampirinya.


"Kau sedang membuat apa ?" tanya Ziga dengan suara seraknya di telinga Via


Via menoleh ke arah Ziga " Aku membuat desain pakaian untuk musim semi" jawab Via


"Sekarang masih musim dingin, tapi kau malah duduk di luar dengan pakaian seperti ini, apa kau tidak takut kedinginan "ucap Ziga sedikit kesal karna Via hanya memaki gaun lengan pendek selutut, walau leher gaun tersebut cukup tinggi tapi bagian lengan dan bawahnya yang pendek tidak dapat melindungi tubuh Via dari cuaca dingin.


Via bangun dari duduknya, kemudian melingkarkan lengannya ke leher Ziga.


"Jika aku kedinginan, ada kamu yang akan selalu menghangatkanku" ucap Via dengan nada yang sedikit menggoda.


"Apa kau sedang berusaha menggodaku?" tanya Ziga sembari melingkarkan lengannya di pinggang Via.


"Aku, tidak..Sebelum Via dapat meneruskan kata katanya Ziga langsung membungkam bibirnya. Ziga menciumnya dengan lambat dan penuh perasaan, Via pun terhanyut dan mulai membalas ciuman Ziga.


Setelah hampir kehabisan nafas Via pun mendorong Ziga pelan.


"Sebaiknya kau mandi, sarapanmu sudah dingin" ucap Via


"Setelah itu kita masih harus menyiapkan beberapa hal untuk pesta nanti malam" tambah Via.


Ziga sedikit merengut, dia tak rela Via menyudahi ciuman mereka. Tapi akhirnya dia tetap mengikuti kata kata Via segera berlalu ke kamar mandi.


"Sebaiknya kau siap siap, aku akan membawamu ke suatu tempat" kata Ziga pada Via sebelum dia masuk ke kamar mandi.


Via mengernyitkan alisnya. Dia tak bisa menebak Ziga akan membawanya kemana, tapi dia tetap bersiap siap mengganti gaun dengan sweater dan juga celana jeans. Karna cuaca cukup dingin Via memutuskan untuk menggunakan Sweater yang lebih tebal.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama akhinya Ziga keluar dari kamar mandi, melihat Via yang telah selesai bersiap siap dia pun merasa puas. Setelah Ziga selesai berpakaian dia langsung menarik lengan Via untuk mengikutinya.


"Apa kau tidak sarapan dulu?" tanya Via karna Ziga langsung mengajaknya keluar kamar tanpa menyentuh sedikit pun makanan yang di letakkan di atas nakas.


"Aku belum terlalu lapar, nanti saja sekalian makan siang" jawab Ziga yang terus menggandeng Via menuju garasi.


Sesampainya di garasi Ziga memilih mobil sport kesayangannya. Setelah membukakan pintu untuk Via, Ziga pun duduk di belakang kemudi dan segera melajukan mobilnya keluar Mansion.


"Kita mau kemana?" tanya Via penasaran karna sedari tadi Ziga tak memberitahu arah tujuan mereka.


"Nanti kau akan tahu" jawab Ziga yang membuat Via semakin penasaran.


Ziga mengendarai mobilnya melewati taman taman yang indah, walaupun musim dingin hampir berakhir tapi udara di luar mobil benar benar lembab,sehingga menyebabkan titik titik embun bermunculan di kaca.


Setelah sekitar satu setengah jam berkendara akhirnya mereka tiba di suatu kawasan hutan kecil. Ziga memarkirkan mobilnya ke sisi kemudian keluar dan membukakan pintu untuk Via.


"Ini tempat yang ingin aku tunjukkan padamu" jawab Ziga.


"Ayo" ajak Ziga kemudian meraih pergelangan tangan Via dan menggandengnya.


Ziga mengajak Via menelusuri jalan setapak, setelah sekitar sepuluh menit berjalan akhirnya mereka pun tiba di tempat yang di tuju oleh Ziga.


Via terpesona melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Di hadapannya kini terhampar taman bunga yang begitu indah. Ratusan bahkan ribuan bunga mawar berbagai warna yang sedang mekar tertanam di sana.


"Indah sekali" ucap Via penuh kekaguman.


"Apa kau menyukainya ?" tanya Ziga


Via menganggukkan kepalanya dengan yakin

__ADS_1


"Sangat" jawab Via.


"Aku senang jika kau menyukainya" ucap ziga sambil tersenyum.


"Kemarilah" ajak Ziga dan dia menarik tangan Via untuk mengikutinya ke sebuah pondok kecil yang terletak di tengah tengah taman bunga. Di depan pondok terdapat danau kecil yang juga di hiasi bunga teratai.


Ziga menekuk sebelah kakinya berlutut di hadapan Via. Via terkejut melihat tindakan Ziga.


"Apa, apa yang kau lakukan ?" tanya Via gugup


"Vi walaupun kita telah menikah secara hukum dan agama tapi pernikahan kita saat itu tanpa di dasari oleh cinta" ucap Ziga


"Maka dari itu aku ingin mengulangi semua prosesnya, aku ingin melamarmu kembali kali ini dengan penuh rasa cinta" tambah Ziga.


Via sendiri seakan tak percaya mendengar kata kata Ziga. Baginya ini adalah sesuatu yang sangat di nantikan, walaupun mereka telah menikah tapi semua itu di lakukan hanya sebagai formalitas saja, tanpa ada prosesi yang romantis. Mata Via pun berkaca kaca.


"Alvia Setya Mahendra, maukah kau menerimaku Ziga Rahardian Pratama sebagai satu satunya suamimu, yang akan menemanimu di saat senang dan sedih, saat sehat dan sakit, saat bahagia dan kecewa bersediakah engkau menjadi istriku satu satunya melewati semua masa masa itu hingga maut memisahkan kita ?" tanya ziga masih dengan berlutut dan tangannya mengenggam tangan Via.


Via tak menyangka Ziga akan mengucapkan kata kata seperti ini. Kata kata yang pastinya akan menggetarkan hati setiap wanita bila mendengarnya. Tanpa Via sadari titik air mata menetes dan ia tak mampu lagi menahan rasa harunya.


Via pun jatuh terduduk dan langsung memeluk Ziga.


"Aku bersedia" jawab Via dengan yakin di iringi dengan deraian air matanya.


Ziga pun bangkit dan menarik Via ke dalam pelukannya.


"Terima kasih telah datang di hidupku, dan menjadikannya lebih berwarna" ucap Ziga di tengah pelukannya.


Via mengeratkan lengannya di pinggang Ziga. Memeluk ziga dengan sekuat tenaga seolah tak rela melepaskan momen yang sangat berharga ini. Mereka berdua berpelukan di tengah taman bunga yang menambah romantika romantis keduanya.

__ADS_1


__ADS_2