Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Extra Chapter 2


__ADS_3

Via terus saja memuntahkan isi perutnya di dalam toilet. Bahkan hingga tubuh wanita itu merasa lemas seakan tak bertenaga lagi.


Maureen yang merasa khawatir dengan keadaan Via segera menghampiri wanita itu ke dalam toilet. Maureen mengetuk pintu toilet di mana Via masih berada di dalamnya.


"Via, kau tidak apa-apa?" tanya Maureen cemas.


Tak ada jawaban dari Via, hanya terdengar suara muntahan dari dalam toilet. Maureen kembali mengetuk dengan cemas. Gadis itu takut terjadi sesuatu pada sahabatnya tersebut.


"Vi, buka pintunya!" ucap Maureen sedikit keras, dia benar-benar mengkhawatirkan keadaan Via.


Tak berapa lama Via pun akhirnya keluar dari toilet, wajahnya terlihat pucat dan juga tubuhnya nampak lunglai.


"Kau tidak apa-apa Vi?" tanya Maureen sekali lagi sambil menuntun Via menuju kamarnya untuk beristirahat.


Via mengeleng lemah, wanita itu nampak tidak berdaya. Entah apa yang terjadi pada dirinya, ia pun tidak mengerti sama sekali.


"Sebaiknya bawa Nona Via ke Dokter, Reen," ujar Nina sembari menyodorkan segelas air jeruk hangat untuk mengurangi rasa mual yang mendera Via.


"Tidak perlu Kak," tolak Via, dia tidak ingin merepotkan mereka lagi.


"Tapi ...,"


"Aku tidak apa-apa Kak, mungkin hanya masuk angin saja," potong Via sebelum Nina meneruskan kata-katanya.


Nina menggeleng mendengar penuturan Via yang keras kepala. Wanita itu curiga bahwa Via mungkin sedang mengandung jika melihat dari gelagatnya.


"Kamu yakin tidak mau periksa ke Dokter?" tanya Maureen sekali lagi.


Via menggeleng lemah, kemudian memejamkan matanya. Wanita itu merasa lelah, seluruh tubuhnya lemas tak berdaya.


Maureen dan Nina pun meninggalkan kamar Via, memberi kesempatan wanita itu untuk beristirahat.


"Sepertinya Via sedang mengandung," tebak Nina, wanita itu bicara pada Maureen setelah mereka berada di luar kamar Via.


Maureen terkejut mendengar tebakan Nina, tapi dia juga tidak heran karena Via adalah wanita yang sudah menikah, jadi wajar saja jika kini ia tengah mengandung.


Namun ada sedikit kekhawatiran di wajah Maureen. Gadis itu tak dapat menyembunyikannya dari Nina.


"Tapi, bagaimana jika Via benar hamil? Saat ini dia tidak ingin lagi bertemu dengan suaminya." Maureen berkata dengan cemas.


"Mungkin Tuhan ingin memberi jalan bagi mereka untuk bersatu lewat kehamilan Via," ucap Nina dengan bijak. Wanita yang telah di tinggal mati oleh suaminya itu mengerti bahwa kehadiran seorang anak tentu akan bisa mempersatukan kedua orang tua mereka.


Maureen mengangguk mendengar ucapan Nina yang telah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri. Sejak orang tuanya meninggal, Maureen di asuh oleh Nina.

__ADS_1


Gadis itu kemudian membangun panti asuhan, sebagai bentuk kepeduliannya pada anak-anak yang telah kehilangan orang tua mereka seperti halnya dia sendiri.


"Lalu apa yang harus kita lakukan ka?" tanya Maureen.


"Via sama sekali tidak mau pergi ke dokter," tambah Maureen.


Nina tampak berpikir sebentar,


"Aku akan membeli alat test kehamilan, coba nanti kau berikan pada Via." Nina berkata sambl melangkah keluar dari panti.


Maureen menghela nafas, gadis itu bingung harus berbuat apa. Dia berharap semoga Via dapat menerima seandainya wanita itu memang bener hamil seperti dugaan mereka.


Sementara itu, begitu tiba di Indonesia, Ziga segera pergi menuju kediaman Via di bilangan Permata Hijau. Kedatangannya di sana di sambut baik oleh Weny, sang bibi dari istrinya tersebut.


"Oh Nak Ziga, silakan masuk." Weny mempersilakan suami keponakannya itu dengan ramah.


Ziga mengangguk, dengan canggung pria itu bersama dengan Erik masuk ke dalam tempat tinggal Via yang kini di huni oleh Weny.


"Mana Via? Apa dia tidak ikut?" tanya Weny.


Pertanyaan yang di lontarkan Weny membuat Ziga membeku di tempatnya. Kedatangan pria itu adalah untuk mencari Via, namun kini Weny menanyakan tentang istrinya.


Itu artinya Via tidak berada di rumah ini bersama dengan Weny.


Weny mengernyitkan alisnya, dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Ziga barusan.


"Maksudmu, Kau datang untuk mencari Via?" Weny kembali melontarkan pertanyaan yang membuat Ziga semakin gugup.


"I-iya," jawab Ziga sedikit gugup, pria itu menyadari akan kesalahannya sendiri.


Sebagai seorang suami, Ziga tentu saja harus bertanggung jawab tentang keadaan Via. Namun kini kedatangan pria itu adalah untuk mencari Via. Sudah pasti Weny sebagai tetua yang tersisa akan meminta pertanggung jawaban Ziga sebagai suami dari wanita itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian?" tanya Weny sabar. Wanita itu tidak menggunakan emosinya untuk bertanya pada Ziga.


Ziga pun segera menjelaskan semua duduk permasalahan antara dirinya dengan Via. Bahkan Ziga juga jujur tentang mabuknya semalam.


Weny menghela nafas mendengar penjelasan dari Ziga. Wanita itu dapat memahami apa yang sedang terjadi pada pasangan muda seperti mereka. Kebanyakan pasangan muda hanya menggunakan emosi ketimbang nalar mereka.


Weny pun menasehati Ziga, meminta pria itu agar dapat lebih bersabar dan mengalah untuk menghadapi istrinya. Via adalah anak bungsu di keluarganya dan juga cucu perempuan satu-satunya bagi keluarga Mahendra.


Maka dari itu, harus di maklumi jika sifat Via sedikit keras. Namun sebenarnya hati wanita itu sangat rapuh. Pengkhianatan yang di lakukan oleh mantan kekasihnya, peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tuanya serta keadaan Reza sang kakak yang sempat koma, menambah kerapuhan hati Via. Untuk itu sepertinya Via tidak dapat lagi mendapatkan cobaan yang lebih berat di hidupnya.


Weny menepuk bahu Ziga dan memberi semangat pada suami dari keponakannya tersebut. Weny juga memberitahu tempat-tempat mana yang biasa gadis itu kunjungi selama ia tinggal di Indonesia.

__ADS_1


Untung bagi Ziga hanya berhadapan dengan Weny yang berwatak sabar dan penyayang. Mungkin jika Ziga mendapati orang lain sebagai bibi dari istrinya, tentu akan lain lagi ceritanya.


Weny bahkan memberi Ziga dukungan dengan menuliskan alamat yang harus Ziga kunjungi untuk mencari keberadaan Via.


Ziga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di berikan oleh Weny. Alamat-alamat itu sangat berharga bagi Ziga, karena mungkin saja Via berada di salah satu alamat yang di tuliskan oleh Weny.


Ziga pun pamit pada Weny, pria itu ingin segera menyusuri semua alamat yang di berikan oleh Weny untuk mencari keberadaan istrinya.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Ziga pada Erik ketika mereka berada di dalam mobil menuju hotel tempat mereka menginap.


"Anda harus sabar Tuan," ucap Erik.


"Kita pasti dapat menemukan Nyonya dalam waktu dekat." Erik berusaha menghibur Ziga dengan kata-kata yang ia sendiri yakin.


Ziga memejamkan mata, pikirannya kusut. Entah mengapa ia merasa harapan yang ia miliki sedikit demi sedikit mulai hilang. Pria itu tak begitu yakin dapat menemukan Via dalam waktu dekat.


****************


Hai semua !!!


Terimakasih telah membaca AKU MENCINTAIMU: EXTRA CHAPTER 2.


Jangan lupa untuk memberikan dukungan pada Ay dengan cara like, coment dan juga vote novel ini.


Hari ini Ay mau menyampaikan kabar duka yang datang dari salah satu sahabat baik yang sudah Ay anggap seperti kakak kandung sendiri yang juga merupakan Author NT/MT yaitu Author dari karya:


•CINTA DALAM KEBENCIAN


•SUAMIKU SEORANG DUDA


•SWEET MARRIAGE


yaitu Phi_ cute sedang mengalami musibah.


Kedua orang tua ka Phi serta keponakannya meninggal dalam waktu yang bersamaan.


Ay mohon doanya untuk mereka semua. Semoga mereka yang meninggal mendapatkan tempat terindah di sisi Allah SWT dan keluarga yang di tinggalkan di berikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.


Ay juga mau minta tolong bagi para pembaca karya ka Phi dapat mengerti alasan beliau hiatus. Tolong jangan berkomentar pedas, karena kami para Author juga punya kehidupan pribadi di dunia nyata yang harus kami jalani.


Sekali lagi Ay mohon bijaklah dalam berkomentar. Jangan sampai menyakiti hati orang lain.


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2