Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Amarah Ziga


__ADS_3

"Kalau ada masalah jangan menyakiti diri sendiri" nasehat Via yang tengah merawat luka luka di jari Ziga dengan plester.


"Ehmm" hanya itu jawaban Ziga.


"Memangnya apa yang membuatmu begitu marah hingga menghancurkan benda yang tak bersalah?" tanya Via sambil menatap Ziga.


Dan lagi lagi Ziga tak menjawab, dia hanya terdiam menatap Via lekat lekat.


"Ya sudah kalau kau tak mau cerita" ucap Via tak mau memaksa Ziga, dia pun bangkit dari sofa kemudian berjalan dengan tertatih menuju balkon untuk membersihkan pecahan pot yang berserakan di lantai.


"Apa yang kau lakukan ?' tanya Ziga dengan marah


"Biarkan pelayan yang mengurusnya" ucap Ziga kemudian menghentikan gerakan tangan Via yang tengah membersihkan pecahan pot tersebut.


Kemudian dia membimbing Via menuju tempat tidur, lalu


meraih ponselnya untuk menghubungi Yesi agar mengirimkan pelayan untuk membersihkan kamarnya.


Dia sendiri segera keluar kamar menuju ruang belajar meninggalkan Via sendirian.

__ADS_1


"Apa yang membuatnya marah ?" gumam Via


"Ehmm, harusnya aku yang marah, tapi melihat emosinya seperti itu, bagaimana aku bisa marah, yang ada aku bisa hancur seperti pot tadi" batin Via yang bergidik ketakutan membayangkan kemarahan Ziga.


Via akhirnya berusaha tak memperdulikan kemarahan Ziga, ketika pelayan datang untuk membersihkan kamarnya Via tengah asyik memainkan ponselnya membuka akun sosial medianya.


Di ruang belajar Ziga berusaha menenangkan diri. Dia merasa sangat marah dan cemburu setelah membaca pesan pesan Via, yang lebih membuatnya kesal adalah Via bertindak seakan tak terjadi apa apa. Bahkan Via tak menjelaskan ataupun bercerita padanya.


Saat itu juga dia teringat lagi akan pengkhianatan Sarah. Saat emosinya sudah mencapai puncak akhirnya dia melampiaskan dengan melemparkan semua barang barang yang ada di meja, akibatnya suara gaduh pun terdengar hingga ke kamar Via.


Via segera bergegas menuju ruang belajar, saat memasuki ruang belajar dia sangat terkejut dengan keadaan di dalam ruang tersebut. Ruangan yang biasanya rapi kini keadaannya sangat berantakan. Buku buku berserakan di mana mana, bahkan layar komputer yang biasanya ada di atas meja kini tergeletaj di sudut ruangan dengan keadaan rusak parah.


Dia mencari keberadaan Ziga di ruangan tersebut, ternyata Ziga sedang duduk di sudut ruangan membenamkan kepalanya di atas lutut.


Bahunya tampak gemetaran.


"Apakah Ziga menangis" fikir Via.


Lalu dia pun berjalan dengan tongkatnya menghampiri Via.

__ADS_1


Sebenarnya Ziga bukan seorang lelaki lemah apa lagi lelaki yang gampang mengeluarkan air mata. Tapi saat ini dia benar benar merasa kecewa, setelah pengkhianatan Sarah yang merupakan cinta pertamanya, kini dia di hadapkan pada kenyataan bahwa Via istrinya yang saat ini telah di cintainya tanpa ia sadari ternyata tidak mencintainya, dan ternyata Via berniat untuk bercerai dengannya. Hal itu dia ketahui baru saja ketika ia membaca pesan antarq Via dan sepupunya Nadhya di akun sosial media tersebut. Via tak menjelaskan alasan ingin bercerai dengannya, karna itu Ziga merasa dirinya telah di manfaatkan untuk kedua kalinya oleh wanita yang dia cintai. Hal ini lah yang membuat Ziga terpuruk seperti ini.


Sedangkan Via yang tak mengetahui alasan kemarahan Ziga adalah dirinya malah berfikir Ziga mungkin ada masalah dengan Sarah kekasihnya atau dengan wanita yang ada di dalam foto yang telah di lihat Via.


Sampai saat ini Via belum mengetahui kalau Ziga dan Sarah telah putus, dan dia juga tidak mengetahui siapa wanita di dalam foto tersebut karna dia tak berani menanyakan hal itu pada Ziga.


Via menghampiri Ziga yang duduk di sudut ruangan, Via berjongkok dengan susah payah, ia meraih pergelangan tangan Ziga dan menggenggamnya.


"Jika ada yang ingin kau ceritakan,, ceritakanlah padaku" ujar Via


"Siapa tahu dengan menceritakannya dapat mengurangi bebanmu" ucap Via lembut, dia benar benar prihatin dengan keadaan Ziga saat ini.


Ziga mendongakkan kepalanya, dia menatap Via dalam dalam, sebenarnya dia tersentuh dengan kata kata Via tadi, tapi ketika ingat bahwa Via akan menceraikannya seketika amarahnya kembali melonjak di dadanya.


Ziga menari tangannya dari tangan Via kemudian mendorong Via hingga terjatuh di hadapannya. Setelah mendorong Via, Ziga bangkit kemudian meninggalkan ruangan tersebut. Via hanya terduduk terpaku setelah di dorong oleh Ziga. Otaknya merasa linglung sesaat karna tindakan Ziga tadi, dia merasa terhina dengan tindakan Ziga, karna dia bermaksud mencoba menghibur Ziga tapi lelaki tersebut malah mengabaikannya bahkan mendorongnya hingga terjatuh lalu tanpa perasaan meninggalkannya dengan semua kekacauan ini. Akhirnya Via pun memantapkan hatinya untuk segera bercerai dari Ziga setelah kakaknya sembuh dan dia dapat melunasi hutang perawatan kakaknya yang telah di bayarkan oleh Ziga dengan menjual semua aset yang di miliki oleh orang tuanya setelah persetujuan kakaknya.


Via pun kembali ke kamar dengan perasaan kecewa, sebenarnya saat ini dia sudah mulai merasa jatuh hati pada Ziga, hanya saja melihat foto foto itu dan kenyataan Ziga telah memiliki kekasih di tambah dengan status pernikahan mereka hanyalah kontrak membuat Via mengubur harapannya untuk mencintai Ziga. Dia tidak mau lagi mengalami perasaan sakitnya di khianati seperti yang telah di alaminya beberapa tahun yang lalu akibat pengkhiatan mantan kekasihnya dengan saudaranya sendiri.


Ziga sendiri setelah kejadian tersebut sudah dua hari tidak pulang ke rumah. Hal tersebut menguatkan keyakinan Via bahwa Ziga pasti sedang bersama kekasihnya.

__ADS_1


Via melanjutkan hari harinya tanpa Ziga dengan menjenguk dan menemani kakaknya di rumah sakit. Keadaan Reza sudah sedkit membaik walaupun dia belum menemukan ingatannya tapi dia dapat menerima Via sebagai adiknya karna perhatian yang di berikan Via padanya .


__ADS_2