
"Tuan,,,! nona Yan Yan hanya ingin berjalan sebentar, dan setelah itu.."
"Kenapa? Apa sekarang kamu ingin mengajariku? Fei yang apa kamu sekarang sudah berani melawanku? Apa karena aku sudah tidak punya a..."
"Tuan,,," belum sempat Li Ceng meneruskan ucapannya, Fei yang dengan cepat memotongnya
" Tuan,,,! nona.. hanya keluar sebentar. Dia berjanji hanya berjalan sebentar, dan akan masuk untuk istirahat kembali setelah itu" seusai mengatakan sesuatu yang mungkin menentang perkataan atasannya, Fei yang dengan cepat menundukkan kepalanya
" Tuan,,, maaf jika aku lancang! Anda sekarang dalam Susana hati yang kurang baik, sebaiknya anda menenangkan hati dulu, aku akan membawa nona Yan Yan untuk kembali masuk ke kamarnya
Setelah mengatakan permintaan maafnya, Fei yang mengajak Qin Yan Yan untuk kembali masuk kedalam kamarnya
" Nona,,,! tuan sekarang banyak pikiran sebaiknya anda tidak mengganggunya" ucap Fei yang
Tanpa mengatakan apa-apa, Qin Yan Yan yang masih tidak menyangka dengan kata-kata kasar dari saudaranya. Menurut dan mengikuti Fei yang berjalan meninggalkan Li Ceng yang masih terdiam
Qin Yan Yan melirik Li Ceng namun tidak berani untuk mengatakan sesuatu, hingga akhirnya iya menjauh dari tempat Li Ceng berada
Li Ceng yang sadar akan, apa yang baru saja iya katakan pada Qin Yan Yan merasa bersalah, namun iya tidak lekas untuk meminta maaf
Suasana hatinya yang terasa kacau membuatnya mengatakan sesuatu pada Qin Yan Yan, yang sudah membuatnya bersedih untuk pertama kalinya
Li Ceng duduk dan tertunduk
"ambil Ini,,," tiba-tiba seseorang menyodorkan es krim di hadapannya
Li Ceng menoleh dan melihat Han xinxin yang sudah duduk di sampingnya. dengan raut wajah yang terlihat begitu menyedihkan, Li Ceng menatap Han xinxin dengan penuh kegelisahan
"Sudah, jangan menatapku seperti itu, dari dulu aku memang sudah terlahir cantik, ambil ini dan makanlah" Han xinxin sengaja berkata sembarangan untuk menghibur Li Ceng
__ADS_1
"Setiap aku merasa marah ataupun gelisah, aku akan memakan sesuatu yang terasa manis, itu obat yang paling ampuh untuk membuat hati yang terasa tidak nyaman menjadi tenang" Han xinxin melihat Li Ceng yang sudah menatapnya
"Ini ambillah,,, aku mentraktirmu!" Han xinxin meraih tangan Li Ceng, dan membuat Li Ceng menerima es krim yang iya berikan padanya, sambil tersenyum
"Terimakasih,," ucap Li Ceng sambil memegang es krim yang sudah Han xinxin letakkan di tangannya
"Jangan sungkan begitu, makan saja,, itu akan meleleh jika di biarkan begitu saja" ucap Han xinxin tanpa melihat Li ceng, sembari terus menjilati es krimnya
"Di desa,, untuk membeli es krim, kami harus menunggu penjual es krim keliling lewat baru bisa beli, atau kami akan berjalan kaki untuk pergi membelinya. Dan Di kota,, di mana-mana ada, untuk makan es krim sama sekali tidak susah" Han xinxin tersenyum
"Benarkah? Apa kamu sangat suka memakannya?" Tanya Li Ceng dan mulai memakan es krim yang di berikan oleh Han xinxin
"Aku sangat suka, tapi.. papa tidak membiarkan ku untuk memakannya setiap hari, bukan kah itu keterlaluan?" Han xinxin melihat Li Ceng
"Benar,,, itu sangat keterlaluan" Li Ceng tersenyum dan tertunduk, melihat kakinya, tanpa melihat Han xinxin
"Hheemm.. aku jadi merindukannya." Han xinxin bersandar di sandaran bangku dan mendongakkan kepalanya, melihat langit yang begitu cerah
"Membicarakannya membuatku sangat merindukannya, tapi meski begitu! Aku tetap tidak bisa untuk menemuinya lagi! Sekarang aku baru menyesal, sangat menyesal karena tidak mematuhinya sedari awal" Han xinxin melentangkan tangannya di sandaran bangku, hingga membuat Li Ceng harus memberinya ruang untuk itu
Li Ceng menoleh dan melihat Han xinxin yang menampakkan wajah sedihnya
"Hhheeee..." Han xinxin menghela nafas dan melihat Li Ceng yang sudah menatapnya, seakan ingin mengatakan sesuatu padanya, Membuatnya merasa sudah bisa mendapat kepercayaan darinya
Han xinxin memperbaiki duduknya, dan tersenyum
"Aku wanita yang sangat bisa di percaya, jika kamu berniat untuk bercerita padaku, aku akan mendengarkannya dan akan membantumu untuk mencari solusi," Han xinxin yang membalas tatapan Li Ceng, melihat tatapan matanya penuh dengan rahasia di dalamnya
Han xinxin merasa jika Li Ceng miliki penderitaan, yang tidak di ketahui oleh orang lain. Membuatnya jadi Simpati dan menyarankan Li Ceng untuk berbagi dengannya
__ADS_1
Han xinxin tahu ada banyak hal yang Li Ceng sembunyikan, dan memendamnya sendiri.
"Cerita saja,,, setelah kamu membaginya dengan ku, kamu akan merasa lebih baik" tutur Han xinxin, mencoba untuk membantunya agar bisa mengurangi sedikit bebannya
"Hhfffuuu..." Li Ceng membuang nafas dengan kasar, dan iya pun menggantikan Han xinxin untuk bersandar
"Mungkin kamu benar,, ada baiknya aku bercerita padamu" Li kembali untuk melihat Han xinxin
"Mungkin aku terlalu serakah, menginginkan sesuatu yang sebenarnya bukan hak ku," Li Ceng mengalihkan pandangannya dan mulai bercerita pada Han xinxin
"Tapi,,, apa yang salah, aku hanya menginginkan sedikit dari hak itu, yang seharusnya juga aku memiliki wewenangan" Li Ceng mendongakkan kepalanya dan memejamkan matanya
"Hhmm..." Li Ceng tersenyum mungkin untuk terlihat kuat
"Keluarga Li, mengadopsi ku menjadi anak angkat di keluarga mereka. Sejak kecil aku di ajarkan untuk mengelola bisnis, menyekolahkan ku di perguruan tinggi, dan membiarkanku untuk masuk ke dalam perusahaan, untuk membantunya mengembangkan bisnis perusahaan"
"Aku sangat serius untuk membuat perusahaan itu berkembang, aku sangat bangga karena mendapatkan kepercayaan dari mereka, dan saat itupun aku berhasil melakukannya."
" semua nya berbahagia saat aku berhasil, tapi... Hari itu,, aku mendengar mereka menulis surat wasiat tanpa mencantumkan namaku di dalamnya! Dan hari itu pun Li jiafan dan istrinya kecelakaan dan meninggal." Li Ceng membuka mata dan kembali melihat Han xinxin dengan mata yang berkaca-kaca
"Saat membaca surat wasiat yang di tinggalkan Li jiafan, semua harta kekayaannya di berikan pada putra tunggalnya. Putra yang begitu mereka sayangi, tidak melakukan apa-apa dan mendapatkan seluruh harta kekayaan orang tuanya, Sebenarnya itu hal yang wajar, tapi... Aku juga punya tanggungan hidup, Yan Yan membutuhkan uang yang banyak, agar dia bisa hidup. Sejak kecil aku bekerja untuk mereka tapi,, tidak memberiku tunjangan sedikitpun, lalu bagaimana bisa aku menghidupi Yan Yan?"
Li Ceng terdiam, tidak lagi melanjutkan ucapannya
Li Ceng menghapus air matanya, yang hampir menetes dan tersenyum
" Hhmm.. apa kamu punya solusinya untuk cerita yang baru saja aku ceritakan?" Li Ceng tiba-tiba bertanya ke pada Han xinxin yang dari tadi terdiam mendengar dan melihatnya
" Ah,," Han xinxin tercengang
__ADS_1