
Sore itu Han akan mengadakan rapat dengan karyawan. Setelah pintu diketuk Alika langsung mengingatkan Han bahwa rapat segera di mulai.
"Pak maaf dasinya"kata Alika. Han sudah mengetahui maksud Alika dia langsung mencondongkan tubuhnya ke Arah Alika agar sekertarisnya itu bisa merapihkan dasinya.
Sementara Alika berkutat dengan dasi Han dirasakannya tubuh Han semakin dekat, kepala Han semakin dekat sehingga dia bisa mendengarkan napas Han. Jantung Alika semakin berdetak kencang baru saja dia hendak mengangkat kepalanya Tiba-tiba Han sudah menempelkan bibir Han ke bibirnya. Sontak membuat mata Alika terbelalak dan ketika Alika melangkah kebelekang untuk melepaskan ciuman itu. Han langsung sigap melingkarkan tangannya ke pinggamg Alika. Alhasil Alika tidak bisa menghindar, setelah mengumpulkan keberanian Alika langsung mendorong dengan sekuat tenaga tubuh Han agar ciumannya berakhir.
"Apa-apaan ini pak?" Tanya Alika kaget
"Aku mencintaimu"kata Han
Han Pramoedya Wijaya
Pagi itu dia memarkirkan mobilnya didekat kantor barunya. Ya dia diberi tantangan oleh Ayahnya untuk menyelamatkan perusahaan pertama yang didirikan kakeknya. Di masih kesal pagi itu ternyata perusahaan itu lebih brobrok yang dia kira.
Han Pramoedya Wijaya adalah anak kedua dari Adi Prayuda Wijaya seorang direktur utama yang mempunyai perusahaan dimana-mana dan Wulandari Puspitaningsih yang sudah meninggal akibat kecelakaan sewaku Han berumur 7 tahun. Walaupun Adi mempunyai perusahaan tapi anak-anaknya tidak hanya ongkang-ongkang kaki menunggu di berikan perusahaan. Han dan kakaknya mendirikan perusahaan sendiri dari nol untuk itu Adi patut berbangga diri. Bellania Talia Wijaya Kakak tertua Han mempunyai perusahaan di bidang fashion dan kecantikan. Bella menikah dengan suaminya Krisna Scott mereka mempunya anak bernama Rayhand Kevin Scott. Sebenarnya Bella dan Han mempunya adik laki-laki bernama Kevin Rayhandra Wijaya tapi karena kecelakaan Kevin tidak tertolong. Karena Bella menyayangi kedua adiknya dia memutuskan untuk memberikan nama adiknya untuk anaknya.
Han adalah pemimpin yang perfeksionis, dingin dan kejam dalam masalah kantor dan kehidupan pribadinya, dia selalu bersikap dingin dengan wanita-wanita yang mendekatinnya dan tidak mudah mempercai orang. Dia mempunya sahabat seorang direktur rumah sakit yang bernama Andrew Gary White dan Dava Aliando Pradipta sekaligus tangan kanannya. Han mempunyai pengawal yang tidak terlihat, kalau Han dalam bahaya pasti pengawalnya entah dari mana langsung menolongnya. Itu adalah maunya Han dia tidak mau berlebihan menempelkan pengawal disinya.
__ADS_1
Dikejauhan Han melihat seorang wanita membantu seorang nenek yang dari tadi di lihat Han ragu-ragu untuk menyebrang jalan.
"Masih ada orang yang seperti itu ternyata"kata Han tersenyum sinis. Dia meliha lekat-lekat wanita tersebut sepertinya familiar tapi dia lupa pernah bertemu dimana.
Sesampainya di kantor mereka ada rapat pengenalan untuk Han agar karyawan mengetahui bahwa Direkturnya sudah di ganti. Matanya tertuju kepada wanita yang telah menolong nenek-nenek tadi. Sampe akhirnya di sadar bahwa wanita tersebut pernah menumpahkan kopi di setelan jasnya di mall sekitar 1 bulan yang lalu. Timbullah ide untuk mengerjai karyawan wanitanya itu.
"dan kamu" sambil menunjuk Alika "menghadap saya". Sepertinya karyawannya itu sangat terkejut ketakutaan itu membuat Han puas rencannya berhasil
"Saya pak?" Tanya karyawan wanita itu memastika lahi
"Ia kamu!" Kata Han menampakkan wajah yang paling menakutkan
"Maaf pak kapan ya? Mungkin bapak salah orang pak"
"Tidak mungkin saya salah. Saya ingat betul kamu orangnya"
"Maafin saya pak, waktu itu saya buru-buru dan tidak sempat meminta maaf dengan benar dan bertanggung jawab" kata Alika panik langsung mengaku dan berlutut didepan bosnya
__ADS_1
"Dan tadi kami mau bohong lagi"
"Ia pak maafin saya kali ini aja pak ya pak" Alikka memelas memohon pengampunan dari Direktur barunya. Itu membuat Han ingin tertawa tapi ditahannya .
"Baiklah saya tidak akan memecatmu kali ini. Kembali ke tempatmu dan saya akan pikirkan hukuman apa yang akan saya berikan ke kamu nantinya"
Kesempatan itu pun tiba karena sekertaris yang Lama harus resign Han tidak mempunyai sekertaris lagi. Dia tidak bisa memanggil Dava karena parusahaan-perusahaan Han nantinya tidak ada yang mengontrol. Dava adalah orang kepercayaan Han. Semua masalah selalu di bicarakan dengan Han. Tapi karena Han menitipkan semuanya pada Dava dia tidak mungkin untuk menambah beban Dava lagi. Dia pun mendapatkan ide untuk menjadikan Alika adalah sekertarisnya sekaligus membalaskan dendamnya. Han menyuruh Alika ini itu sampai dengan yang tidak perlu dilakukan Alikapun disuruh Han. Dia sangat senang melihat sekertarisnya itu kelelahan.
Alika terkihat tertidur di meja kantornya. Han memperhatikann Alika tidur kalau dilihat-lihat Alika adalah wanita yang manis dan baik. Tubuh tingginya bak seorang model, kulit yang kuning langsat, rambutnya bergelombang teratur. Melihatnya tertidur seperti itu Han menjadi terpesona bagaimana tidak Alika seperti anak kecil yang polos kalau sedang tertidur. Dan Han tidak suka kalau dia menyukai hal itu.
"Ekhemm"kata Han sontak membuat Alika kaget terbangun
_____________________________________________________
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman.
Jangan lupa di like ya dan kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
__ADS_1
Jangan lupa juga di vote yaa, tapi kalau tidak keberatan
Makasihh 💐💐