
Rumah kediaman Adi Wijaya sudah mulai sepi, para tamu sudah mulai pulang tidak terkecuali Dava dan Andrew juga. Sebekum mereka pulang tidak lupa mereka pamit kepada Alika. Tersisa Alika, Bella, Krisna dan Ray yang duduk di ruang tengah. Sedangkan Han yang tadinya mengantar Adi ke kamarnya belum juga turun.
"sayang, bisakah kamu mengantar Ray ke kamarnya? Ini sudah lewat jam tidur"kata Bella.
"Tapikan Lay masih mau baleng k Allika mom"Ray merengek memeluk Allika
"Nanti kita main lagi ya sayang Ray tidur dulu. Oke?"bujuk Alika membuat Ray menuruti, Krisna pun langsung mengajak Ray ke kamar.
Alika dan Bella mengobrol asik dengan Bella di ruang tengah. Alika langsung mengagumi kepribadian Bella terlihat pintar dan baik hati. Sampai pada bagian Bella menceritakan tentang masa kecil dan masa remaja Han.
"Mm Bu Bella"kata Alika ragu-ragu
"bolekah saya bertanya?"
"Boleh, dan tolonglah Alika panggil saja Kak Bella" kata Bella mempersilahkan
"Mm baiklah, Apakah kakak tau siapa itu Clara?"tanya Alika hati-hati
"Kalau tidak salah dia wanita yang Han cintai dulu, Han sampai menolak kuliah diluar negeri karena wanita itu"melihat perubahan wajah Alika, Bella langsung merasa bersalah
"tapi dia tidak pernah diajak Han ke rumah. Baru kamu saja wanita yang diajak Han ke rumah"kata Bella sedangkan Alika hanya manggut-manggut saja. Sebenarnya banyak yang ingin dia tanyakan tapi di urungkannya. Dia ingin langsung mendengar cerita dari Han kalau nanti Han cerita.
__ADS_1
"Dengar Alika. Aku berterima kasih kamu sudah hadir dihidup Han"kata Bella tiba-tiba mengahadap Alika menggenggam tangannya dengan mata yang berkaca-kaca saat ini. Sedangkan Alika hanya tersenyum melihat Bella yang sudah mau hampir menangis.
"kamu tau hari ini adalah hari ulang tahun Han sekaligus kematian Ibu dan Adik kami. Dia tidak pernah mau merayakan ulang tahunnya Alika, dia membenci ulang tahunnya sendiri"kata Bella yang saat ini air matanya langsung berderai di pipi mulusnya, melihat Hal itu Alika pun langsung ikut menangis.
"dia tidak pernah bisa tidur nyenyak setiap malam Alika apakah kamu tau? Hidupnya tersiksa selama ini. Dulu dia adalah adikku yang ceria tapi lihatlah dia sekarang Alika. Dia tumbuh menjadi Han yang sekarang, Han yang dingin."kata Bella yang sudah terisak
"aku mohon jangan tinggalkan dia, Han walaupun sifatnya cuek dan keras tapi hatinya sangat lembut keadaanlah yang membuatnya seperti ini Alika. Dia telah melalui banyak kejadian pahit"Alika langsung memeluk Bella saat itu mengelus pundaknya agar tenang.
Tanpa Alasan Bella mengatakan itu kepada Alika, sudah beberapa bulan ini Bella menyadari perubahan kepada adiknya itu samapai dia yakin hari ini. Dia melihat Han yang selalu tersenyum dan tertawa ketika bersama Alika memperlakukan Alika dengan spesial dan sepertinya Han juga sudah melupakan Clara.
"baiklah Alika, maaf aku sudah seperti ini. Aku harap kamu tidak menjadikan ini beban"kata Bella sambil menarik ingusnya dan menyeka airmatanya.
"tidak apa-apa kak Bella, hanya saja"kata Alika kemudian terdiam dia ragu-ragu menanyakan hal yang sensitif ini.
"saya hanya karyawan biasa, ayah saya juga tidak mempunyai jabatan"melihat ekpresi wajah Alika saat ini, Bella langsung meletakan tangannya dipipi Alika dengan lembut.
"kamu terlalu banyak menonton drama Alika, keluarga kami tidak seperti itu. Yang terpenting adalah kebahagian"kata Bella tersenyum membuat Alika juga ikut tersenyum mendengarnya
"bukankah keluarga kami sudah terlalu kaya?"kata Bella mengedipkan salah satu matanya membuat Alika nyengir
"aku akan istirahat dulu ya"pamit Bella
__ADS_1
"Kak Bella diamana aku harus menemukan Han?
"tanya Alika lagi.
"sini aku antar keatas"kata Bella sambil menuntun Alika meniki tangga yang terlihat mewah dengan ukiran yang cantik.
"kamarnya disebelah sana"tunjuk Bella dan Alika meihat kearah yang ditunjuk Bella
"kalau kamu tidak menemukannya dikamarnya mungkin dia ada dikamar adiknya yang depannya"Bella menjelaskan sementara Alika hanya manggut-manggut
"Alika menginaplah disini, ini sudah malam"kata Bella lagi dan hanya dibalas senyum dari Alika karena dia tidak tau harus berkata apa semua Han yang akan memtuskan nanti. Bella langsung memeluk Alika sekali lagi dan pergi meninggalkan Alika karena mereka berbeda arah tujuan.
Alika langsung bergegas untuk pergi kearah yang dituju Bella kekamar Han tetapi matanya tertuju kepada pintu yang terletak tepat didepan kamar Han karena terbuka sedikit. Alikapun memutuskan untuk mengintip siapa tau memang Han berada di kamar itu. Betul saja Han terlihat duduk ditempat tidur kamar itu sambil menatap sebuah figura yang ada ditangannya saat itu. Pelan-pelan Alika memasuki kamar tersebut yang adalah kamar anak kecil tapi furniture dan semua yang ada didalam situ terlihat sangat tua tertata rapi. Alika melihat sekeliling kamar ada Dolanan, sesuatu yang Alika yakini adalah komputer jaman dulu, beberapa foto. Sementara Han tidak menyadari keberadaan Alika. Alika menyentuh bahu Han dengan sangat lembut membuat tatapan Han berpindah ke arah Alika saat ini yang terpat berdiri didepannya.
_____________________________________________________
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman . Maaf kalau terlalu bosan untuk itu aku mohon kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
Jangan lupa juga di vote dan di like yaa, tapi kalau tidak keberatan
Makasihh 💐💐
__ADS_1
Semoga kalian bahagiaa ❤️