Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
38. Rencana Clara


__ADS_3

Ruang kamar Han diketuk terlihat Diana berada di pintu.


"Han apakah kamu baik-baik saja?"tanya Diana


"Kenapa kamu bisa tau aku disini?"tanya Han


"Dari Andrew"Diana terlihat tegang saat itu dan Han bisa menebak maksud Diana menghampirinya kesini


"Maafkan saya Han saya tidak tahu harus memulainya dari mana"kata Diana berusaha menahan air matanya


"Ini tentang Clara bukan?"kata Han


"Kamu sudah tahu?"kata Diana lagi


"Secara garis besar tapi mari kita dengarkan dulu yang akan kamu sampaikan Diana"


"Maafkan aku Han aku baru mengetahui bahwa Clara berbohong dengan ingatannya. Aku tidak sengaja mendengar percakapan Clara sewaktu dia menelpon. Aku sungguh tidak tahu harus bagamana. Sewaktu dirumah sakit padahal dokter sendiri yang menyampaikan padaku"kata Diana kemudian terisak.


"Sudahlah jangan menyalahkanmu, nanti aku yang urus semuanya. Kamu pulanglah tenangkan dirimu. Ini bukan salahmu"kata Han dia kasihan kepada Diana lagi-lagi Clara membohongi Diana.


Sepulangnya Diana, Han menerima tamu kedua yang ternyata adlah Aron.


"Bagaimana Aron ceritakan sedetile mungkin"


"Nona Clara memang kecelakaan saat itu pak tapi tidak ada yang parah selain memar dan kepala yang terbentur. Tapi mungkin itu kesempatan untuk dia gunakan membohongi anda. Dia memberikan sejumlah uang ke Dokter untuk menyampaikan kepada keluarga bahwa dia amnesia"kata Aron menjelaskan


"Kamu sudah konfirmasi ke dokternya?"

__ADS_1


"Sudah pak ini bukti-buktinya. Nanti bisa di konfirmasi sendiri"


"Baiklah Aron kerja bagus. Kamu boleh pergi" Aron membungkukkan sedikit badannya sebelum pamit meninggalkan ruangan dia berpapasan dengan Clara.


"Hai sayang bagaimana keadaanmu"kata Clara langsung memeluk Han.


"Kenapa kamu disini?"Kata Han ketus


"Aku khawatir tentang keadaanmu sayang"Kata Clara memasang raut wajah yang khawatir, tidak tau juga itu memang berssungguh-sungguh atau hanya akting


"Sayang?"kata Han dengan nada mengejek dan tersenyum dingin, Han merasa jijik melihat wanita ini


"kamu tidak usah berpura-pura lagi Clara. Kamu pergi dari sini jangan pernah menemuiku lagi. Kalau tidak kamu akan tau sendiri akibatnya"tambah Han lagi. Mendengar itu Clara langsung shock melihat tingkah Han saat ini dia tau bahwa kebohongannya sudah terbongkar. Harusnya dia bisa tau hari ini akan datang. Han tidak bisa dibohongi. Clara langsung berlutut dan menangis


"Maafkan aku Han. Tapi aku masih mencintaimu. Berikan aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya. Aku menyesal Han sungguh" kata Clara memohon


"Semua ini gara-gara wanita murahan itu kan?"kata Clara menatap Han dengan kebencian


"Siapa kamu panggil wanita murahan? Alika? Kamu ada kaca? Berkacalah dan pikirkan siapa yang lebih murahan?" Kata Han, mendengar itu Clara langsung pergi meninggalkan Han.


Alika bersiap-siap dia menggunakan gaun berwarna peach panjang, rambutnya diangkat menyisahkan rambut kecil-kecilnya. Beberapa jam yang lalu Alika menerima telpon dari Han yang menyuruhnya seperti ini karena Alika harus menemani Han untuk ke acara penghargaan. Dia sudah bertekat akan memutuskan hubungannya dengan Han. Dia tidak mau hubungan yang kacau seperti ini karena dia ingin bahagia juga. Sekarang Alika sudah berada di hotel mewah milik ayah Han.


"Lewati sini nona"kata petugas hotel


"Tapi saya lagi menunggu seseorang" kata Alika bingung


"Pak Han sudah menunggu di dalam" kata perugas hotel itu meyakinkan Alika. Alika melangkah dengan keraguan sampai akhirnya dia tenang sudah melihat Han duduk di sebuah meja. Alika baru tersadar di sekelilingnya tidak ada orang hanya mereka berdua dan beberapa orcestra yang sedang meminkan alat musik masing-masing.

__ADS_1


"Kenapa hanya ada kita berdua disini pak?"tanya Alika


"Aku ingin dinner berdua denganmu"kata Han


"Tapi pak..."


"Diamlah Alika aku akan menjelaskan semuanya kepadamu"Han pun menceritakan kejadian Clara yang berpura-pura amnesia agar bisa bersama Han lagi dan penghianatan yang Clara lakukan dulu. Alika tidak menyangka Clara akan nekat berbuat seperti itu. Makan malampun berjalan lancar tiba-tiba Han mengeluarkan kotak dan membukanya didepan Alika, alangkah terkejutnya Alika melihat cincin yang begitu cantik dan terlihat mahal.


"Apakah kamu mau menikah denganku?"kata Han menatap Alika. Alika terdiam sepersekian detik menarik napas dan menjawab


"Maaf pak saya tidak pantas buat bapak"


"Tapi aku mencintaimu Alika"


"Maaf pak saya tidak bisa"Berat Alika mengatakannya tapi mau bagaimana lagi Alika merasa tidak pantas bersanding dengan Han dia tidak cantik, tidak kaya dan tidak perawan lagi. Dia terlalu banyak kekurangan jika disandingkan dengan Han. Lagi pula dia sudah bertekad dia akan meninggalkan Han.


"Tatap mataku dan bilang kamu tidak mencintaiku kata"Han mulai emosi. Alika menarik nafas panjang menahan air matanya dan menatap mata Han


"Saya tidak mencintai anda pak"Alika langsung pergi meninggalkan Han, airmata yang sedari tadi di tahan langsung mengalir begitu saja.


Bunyi klakson menyadarkan lamunan Alika sedari tadi dia berjalan tidak tahu arah.


"Hey"sapa yang di dalam mobil


"Iya?"kata Alika sambil mengusap airmatanya


"Butuh tumpangan"kata orang itu lagi. Alika melihat kebih dekat sepertinya orang di dalam mobil pernah dihatnya tapi entah dimana. Melihat Alika hanya mengerutkan Alisnya.

__ADS_1


"Saya Revaldo"kata lelaki itu"masuklah saya kan mengantarmu"tambah Revaldo


__ADS_2