Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Kalian terlalu mementingkan ego kalian


__ADS_3

Hampir satu bulan Ziga tak pulang, dia menghabiskan waktunya dengan bekerja tiada henti, terkadang dia tidur di ruang istirahat di kantornya bahkan ada kalanya Ziga tak tidur berhari hari. Semua usaha yang di jalaninya kini sedang sukses, saham saham miliknya terus naik tetapi dia tidak menemukan kesenangan di sana. Di hatinya terdapat kesedihan dan kekecewaan yang mendalam. Selama ini dia berusaha melupakan Via, akan tetapi semakin dia berusaha maka hatinya makin merasa kesakitan seolah tak rela untuk melupakan wanita itu. Ada pun alasan lain Ziga menghindar dari Via karna dia takut, Ziga takut jika mereka bertemu Via akan membahas masalah perceraian. Jujur dari lubuk hatinya Ziga tak mau kehilangan Via, maka dari itu dia berusaha menghindar agar Via tak dapat menemuinya untuk meminta cerai, tapi tanpa dia sadari caranya menghindar dari Via membuat Via semakin yakin untuk bercerai, karna dia berfikir Ziga menghindarinya karna selalu bersama kekasihnya.


Erik prihatin melihat kondisi kedua orang itu, akhirnya dia pun berinisiatif untuk mencari solusi agar mereka berdua dapat berbicara satu sama lain dengan mengesampingkan ego mereka masing masing.


Erik mendatangi mansion yang di tempati oleh Via. Dia datang kesana diam diam tanpa memberitahu Ziga, karna jika Ziga tahu dia pasti akan marah besar.


Saat Erik datang Via sedang menggambar desain di taman belakang. Rambut panjangnya terurai lembut, mata kecilnya nampak serius menatap garis garis di atas kertas, sementara tangannya bergerak lincah di menggambar sebuah gaun yang indah.


Melihat pemandangan ini Erik tersenyum, sungguh cantik siapa pun yang melihat wanita di hadapannya ini pasti akan terpesona, termasuk dirinya saat ini. Tapi Erik segera membuang jauh jauh fikiran tersebut. Via adalah istri dari tuan dan juga sahabatnya Ziga, selain itu Via telah menganggapnya seperti seorang kakak, maka dari itu Erik tak mau menghancurkan hubungan ini hanya karna nafsu sesaat saja.


"Nyonya, tuan Erik datang" ucap Yesi memberitahu Via akan kedatangan Erik sekaligus membuyarkan semua pemikiran Erik tadi.


Via menoleh dan tersenyum kepada Erik.


"Ada perlu apa, sampai kau datang kesini ?" tanya Via


"Maaf nyonya muda, ini tentang tuan muda" jawab Erik.


"Erik, sudah berkali kali aku bilang panggil aku Via" tukas Via merasa kesal


"Ehmm..baiklah Vi" ucap Erik


"Apa yang terjadi pada tuanmu?" tanya Via


"Dia tak ada di sini, sudah hampir sebulan dia tak pulang" ucap Via


"Harusnya kau mencari di rumah salah satu kekasihnya, mungkin kau akan menemukannya" ucap Via terus terang.

__ADS_1


"Kamu salah Vi, selama ini tuan hanya bekerja dan bekerja tanpa kenal lelah, bahkan terkadang dia tidak tidur dalam beberapa hari, selain itu tuan juga tidak mempunyai kekasih. Dia hanya mempunyai satu orang istri yaitu kamu Vi" jelas Erik


Via tertegun mendengar penjelasan Erik.


"Maksudmu Ziga tak pernah pulang karna dia bekerja dan tinggal di kantor selama ini?" tanya Via


"Iya, Tuan selalu bekerja lembur bahkan dia hanya tidur beberapa jam di ruang istirahat" jawab Erik.


"Memang ada masalah dengan perusahaan? " tanya Via yang masih berfikir Ziga melakukan itu karna masalah pekerjaan.


"Masalahnya bukan terletak pada perusahaan, tapi masalahnya terletak pada kalian berdua" jawab Erik tegas.


"Maksudmu,, apa maksudmu masalahnya terletak pada kami Rik ?" tanya Via penasaran.


"Kalian terlalu mementingkan ego kalian masing masing, kalian tak pernah saling berkomunikasi untuk menyelesaikan masalah kalian baik baik" ucap Erik


"Dan tadi kau bilang Ziga tak mempunyai kekasih, apa dia sudah putus dengan Sarah?" tanya Via lagi.


Erik menghela nafas panjang.


"Seharusnya aku tak berhak ikut campur dalam urusan rumah tangga kalian, tapi jika terus seperti ini, rumah tangga kalian akan benar benar hancur bahkan sebelum di mulai" ujar Erik


Via hanya terdiam,


"Mungkinkah aku terlalu egois, tapi ini semua dia yang memulai. Bahkan saat aku sakit dia masih bisa makan malam romantis dengan wanita itu" fikir Via


"Tuan sudah putus dengan Sarah saat kau menghilang Vi" ucap Erik

__ADS_1


"Dan wanita yang ada di foto itu adalah anak dari dosen Tuan ketika kuliah. Mereka tidak ada hubungan apa apa, foto itu di ambil dari sudut yang bias, sehingga bisa membuat orang yang melihatnya akan salah paham, tapi sebenarnya tak seperti itu, karna aku juga kebetulan ada di sana, wanita itu juga teman kuliahku" jelas Erik panjang lebar.


Via terhenyak mendengar penjelasan Erik, dia merasa bersalah karna telah salah paham dengan Ziga.


"Saat kau menghilang Tuan terus mencarimu tiada henti, walau beberapa orang bilang bahwa kemungkinan kau sudah mati tapi Tuan tak menerimanya, dia berkata jika dia tidak menemukan mayatmu, maka selamanya kau tetap hidup, dan dia akan terus mencarimu sampai kapanpun" kata Erik


Kata kata Erik semakin membuat Via merasa tertekan, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


"Lalu mengapa dia tak menjelaskan apapun padaku?" tanya Via


"Karna dia merasa tak ada hubungan apa pun dengan Keyla makanya dia merasa tak perlu menjelaskan apa pun padamu" jawab Erik


"Seperti yang kau tahu Vi, Tuan bukan orang yang mudah terbuka dan berbicara terbuka tentang apa yang dia rasakan, dia merasa lebih baik memendam kemarahannya daripada harus menyakitimu"jawab Erik


"Tapi itulah yang membuat aku salah paham, jika dia tidak bicara bagaimana aku tahu tentang apa yang dia rasakan, dan bukankah harusnya aku yang marah karna melihat fotonya bersama wanita, tapi mengapa dia yang marah marah dengan menghancurkan barang barang di rumah" ucap Via tak senang mengingat kejadian malam itu.


"Kau yakin tak melakukan kesalahan?" tanya Erik


Via menggelengkan kepalanya


"Apa kau berkomunikasi dengan pria lain sehingga membuat Tuan cemburu, karna yang aku tahu dia bersikap seperti itu sebab dia cemburu padamu" terang Erik


"Cemburu padaku? komunikasi dengan pria lain?" tanya Via keheranan


"Tunggu tunggu bagaimana dia tahu kalau aku berkomunikasi dengan pria lain. Aku hanya melakukan komunikasi lewat sosial media" ucap Via


"Jangan bilang kalau dia sudah meretas akun sosial mediaku dan melanggar privasiku" selidik Via

__ADS_1


Erik jadi salah tingkah, dan memang benar apa yang di katakan Via kalau Ziga telah melanggar privasinya. Dia bingung mencari kata kata untuk menjawab pertanyaan Via, akhirnya dia hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


__ADS_2