
Han akhirnya bisa menyusul Alika dia langsung memeluknya dari belakang. Sedangkan Alika hanya diam mematung berderai airmata.
"Lepaskan aku Han"kata Alika terisak sementara Han mempererat pelukannya.
"Tolong dengarkan penjelasanku dulu"
"Tidak ada yang perlu dijelaskan lebih baik aku pulang saja"kata Alika masih terisak. Membuat Han melepaskan pelukannya dan membalikan badan Alika agar bisa bertatap muka dengannya.
"Kita ke mobil dulu ya sayang, pleaseee dengerin penjelasanku dulu" kata Han langsung menarik Alika ke bassement menuju mobilnya.
Saat ini mereka sudah berada di mobil Han, Alika masih berusaha menenangkan diri agar berhenti menangis. Setelah Han melihat Alika sudah merasa tenang, Han menceritakan semuanya tentang Clara yang kecelakaan, amnesia, sampai mencoba untuk bunuh diri. Han hanya membantu agar ingatan Clara cepat kembali dan pasti akan memberitahukan yang sesungguhnya.
Mendengar itu Alika semakin kaget entah apa yang harus dia perbuat, dia harus bertindak seperti apa pun bingung. Disatu sisi di merasa iba tapi disisi lain dia merasa hatinya terluka. Trauma dia dulu dijadikan yang kedua seakan membuatnya sangat ketakutan.
"4 hari lagi ya sayang beri aku waktu"kata Han dengan meletakan kedua telapak tangannya diwajah Alika
"Aku ingin pulang Han"kata Alika pada akhirnya
"Baiklah aku akan mengantarmu pulang"
"Tidak perlu aku bisa memesan taxi"
"Tidak Alika aku akan mengantarmu"kata Han yang kemudian langsung menyalakan mesin mobilnya dan mengantar Alika pulang ketempatnya
Ketika selesai mengantar Alika Han langsung pulang ke apartemen mendapati Calara yang masih ada disana
__ADS_1
"Kamu dari mana?"tanya Clara
"Aku tadi ada urusan sebentar"kata Han datar
"Awww"kata Clara terlihat kesakitan memegang kepalanya
"Han kepala aku sakit sekali" kata Clara
"Kita kedokter saja"kata Han khawatir
"Sepertinya aku hanya butuh istirahat"kata Clara
"Baiklah aku akan mengantarmu pulang"
"Bisakah aku menginap disini saja?"
"Ayolah sayang"kata Clara memelas
"Aku tidak suka mengulang perkataanku Clara"kata Han dengan nada kesal membuat Clara terdiam dan menurut.
Besoknya Alika sama sekali tidak memperdulikan Han, dia hanya berinteraksi dengan Han jika itu masalah kerjaan. Sebisa mungkin dia tidak bertemu dengan Han. Malamnya telpon dan text dari Han tidak dijawab Alika. Itu membuat Han sangat frustasi.
Sementara Alika hanya bisa menangis tidak pernah terbayangkan olehnya dia akan mengalami seperti ini lagi.
"Ya Tuhan kenapa ini sakit sekali"kata Alika dalam hatinya. Terdengar suara ketukan pintu kamar Alika. Ketika dia buka, dia sangat kaget mendapati Han sudah berada di hadapannya saat ini.
__ADS_1
"Aku merindukanmu Alika"kata Han langsung meneluk Alika sedangkan dia hanya mematung berdiri tidak membalas pelukan dari Han.
"Pulanglah Han, Clara membutuhkanmu"kata Alika melepaskan pelukan dari Han. Hanpun langsung melangkahkan kakinya kedalam kamar Alika dengan masih sambil memeluknya. Kemudian Han melepaskan pelukannya langsung menutup pintu kamar dan menguncinya. Melihat itu Alika hanya pasrah, walau bagaimanapun dia juga sangat mencintai Han. Han kemudian membuka jaketnya menaruh kunci mobilnya yang sedari tadi di pegangnya di meja kemudian langsung ******* bibir Alika. Bibir yang dia rindukan, dia tidak butuh wanita siapapun kecuali Alika. Hanpun langsung berbaring menarik Alika di pelukannya menghabiskan malam ini dengan wanita yang dicintainya, sejenak melupakan masalah yang dihadapinya saat ini. Dia tidak mau kehilangan Alika, apapun yang akan dia lakukan untuk masih tetap bersama dengan Alika. Sedangkan Alika hanya bisa diam dipelukan Han dengan air mata yang membanjirinya. Dia juga tidak mau kehilangan Han tapi dia tidak sanggup untuk berbagi dengan wanita lain. Bagaimana kalau nantinya dia akan ditinggalkan sama seperti dia ditinggalkan Ray dulu? Semua ketakutan yang dia rasakan saat seperti flashback buatnya.
Pagi itu Han sudah berada diruangannya, jam 04.00 pagi dia bangun meninggalkan Alika yang masih tertidur untuk kemudian pulang ke apartemennya sekedar mandi dan mengganti pakaian. Setiba diruangannya dia mendapati amplop putih yang terletak di mejanya. Amarah Han berada diubun-ubun ketika mengetahui isi dari amplop yang ternyata surat pengunduran diri dari Allika. Diapun langsung mengangkat telpon menyambungkan ketelpon yang ada dimeja Alika.
"Kamu kesini"kata Han marah
"Ia kenapa pak?"tanya Alika ketika sudah berada di ruangan Han. Sebenarnya dia sudah mengetahui apa yang akan nanti dibicarakan oleh Han tapi tetap dia bertanya juga.
"Apa ini?"kata Han menunjukan surat pengunduran diri Alika terlihat jelas Han marah besar saat itu.
"Maaf pak saya disuruh pulang papa saya. Jadi terpaksa harus berhenti bekerja"kata Alika berusaha terlihat tenang.
"Tidak Alika tidak seperi ini"kata Han dan kemudian merobek surat yang ada ditangannya
"Ttapi pak"
"Tidak ada tapi Alika. Kalau kamu pergi akan aku pastikan Adik kamu akan dikeluarkan dari kampusnya dan tidak akan bisa lanjut kuliah. Ayah kamu Kepala instansi bukan? Lihat saja nanti apa yang akan terjadi"kata Han mengancam, Han tidak mau dia kehilangan Alika wanita yang dicintainya. Apapun yang terjadi Alika harus bersamanya. Sedangkan Alika hanya pasrah dia sangat kaget dengan apa yang diucapkan Han. Sebenarnya dia juga tidak mau berpisah dengan Han tapi dia juga tidak mau menjadi perusak hubungan Han dan Clara wanita yang dicintai Han sebaiknya dialah yang mengalah karena Clara adalah wanita pertama dialah yang lebih berhak. Alika terduduk di mejanya dia hanya diam masih terlintas dibenaknya ancaman Han tadi.
_____________________________________________________
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman . Maaf kalau terlalu bosan untuk itu aku mohon kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
Jangan lupa juga di vote dan di like yaa, tapi kalau tidak keberatan
__ADS_1
Makasihh 💐💐
Semoga kalian bahagiaa ❤️