
"Hey apakah ini makan malam keluarga atau semacamnya?"tanya Han baru tiba yang langsung disambut ciuman hangat dari Bella di pipi dan pelukan dari Ray. Disana sudah ada Bella, Krisna, Adi, Ray, Andrew, dan Dava.
"Kita menunggumu Han"kata Adi
"Dan kenapa mereka berdua disini"tanya Han menunjuk dua orang temannya
"Oh come on Han mereka sudah seperti keluarga"timpal Bella
"Ray handphone jangan terlalu dekat dengan matamu"kata Han
"Ia om"jawab Ray menuruti
"Bagaimana kantor Han?"kali ini Adi ayah Han yang bertanya
"Sudah mulai membaik pap"jawab Han lagi. Makanan sudah ada di meja mereka sedang makan malam dirumah mewah Adi ayahnya Han.
"Oyah apa benar yang dikatan Andrew?"tanya Bella disambut dengan kerutan alis dari Han menatap kakaknya bingung
"Apa?"Han balik bertanya
"Alika"kata Andrew santai sambil memakan makanannya
"Oo jadi namanya Alika?"tanya Bella
"Ia kak Bella"kata Andrew lagi disambut mata yang melotot dari Han
"Jangan berlebihan Andrew"kata Han lagi
"Kabar gembira Han akhirnya"kata Krisna dengan mata berbinar. Tiba-tiba Han mengambil kain kecil yang terlipat cantik mengebasnya dan menyeka mulutnya sebelum berdiri meninggalkan meja makan
"Mau kemana Han?"tanya Andrew
__ADS_1
"Ke atas"jawab Han ketus sementara Adi hanya bisa tertawa melihat tingkah anaknya yang sekarang wajahnya sudah semerah udang di rebus.
"Kita udah lama ya gak refreshing"kata Sofia di koridor kantor
"Ia ih, kalian enak masih bisa ngumpul. Aku harus kerja -kerja dan kerja huhu"Alika menggerutu
"Sabar nanti kalau udah punya waktu kita ke puncak yuk"kata Febri mengusulkan
"Biar kamu bisa pacaran juga sekalian?"goda Alika.
"Isi kepalamu itu Alika"kata Febri gemas mengelus kepala Alika.
Mereka tidak sadar bahwa Han mendengarkan percakapan mereka, Han juga merasa jengkel Febri mengelus kepalanya Alika dan Alika mebiarkannya.
"Eh direktur kata Sofia"sontak membuat pergumulan pagi itu langsung terpecah belah kembali ke tempat masing-masing
"Febri ke ruangan saya"kata Han
"Laporan bulan kemarin saya gak mau tau udah harus ada besok pagi"kata Han
"Tapi pak.."belum saja selesai dengan kalimatnya sudah di potong Han
"Tidak ada tapi-tapian. Mau kamu saya pecat?"ancam Han. Terlihat wajah lesu Febri saat ini. Itu artinya di harus begadang untuk menyelsaikan lapornnya.
"Makannya jangan coba-coba menyentuh Alika"kata Han dalam hatinya merasa puas
Siang itu Han lagi bersender di kursinya yang nyaman kepalanya menghadap ke langit-langit kantor dia memejamkan matanya. Munculah ide dikepala Han untuk membuat makan-makan karyawan di Vila mewah miliknya. Dia segera menelpon pengurus Vilanya agar semuanya disiapkan.
Sesampainya mereka di Vila, Han selalu memperhatikan gerak gerik Alika dari jauh. Alika terlihat senang dan bersemangat, terlihat jelas Alika menyukai semua makanan yang ada, jelas makanan semua yang disediakan pengurus Vila sebagian besar adalah makanan kesukaan Alika atas perintah Han. Han mencuri-curi pandang melihat Alika bersama teman-temannya tertawa lepas, tersenyum manis. Tidak sadar Han juga ikut tersenyum melihat Alika tersenyum.
"Gimana pak?"kata ibu Dewi
__ADS_1
"Eh kenapa?"tanya Han tersadar dia tengah sibuk memperhatikan Alika sampai tidak sadar sedari tadi para bawahannya membicarakan masalah kantor dengannya.
Pagi itu Han terbangun dipelukan Alika lagi dia tersenyum menatap Alika tidur. Dia mentap hidungnya bibirnya. Ingin sekali di merasakan bibir yang mungil itu. Dia merasakan perasaan ini lagi perasaan yang tapi kali ini sedikit berbeda. Lama Han menatap Alika seperti itu rasa-rasanya Han tidak mau Alika nanti pergi dari tempat tidurnya. Perlahan Alika membuka matanya Han berpura-pura masih tidur dilihatnya Alika keluar dari kamar Han dengan pelan dan berhati-hati seperti orang mau mencuri. Han hanya bisa tersenyum melihat tingkah Alika. Beberapa bulan ini Han jadi sering tersenyum sendiri sudah lama dia tidak merasakan hal seperti ini.
"Halo paman"sambil terisak
"Ia Ray"kata Han menghadap handphone yang ternyata itu adalah Video Call dari ponakan kesayangnnya itu
"Lay dimalahin mama, mama jahat"kata Ray terisak lagi
"Nanti paman bilangin mama ya, nanti paman marahin mama. Udah Ray jangan nangis lagi anak cowok itu harus kuat gak boleh nangis kayak gini"
"Ia paman Lay mandi dulu ya kata sustel Lay halus mandi"
"Ia sayang mandi sanah"kata Han dia tidak tahan melihat ponakannya yang terkadang keliahatan dangat dewasa dan terkadang memang terlihat anak kecilnya. Han merasa gemas setiap kali melihat ponakannya lagi marah atau menangis pipi ponakannya itu akan memerah.
Jangan lupa di vote dan like ya teman-teman. Karena sekecil apapun vote yang kalian berikan sangat berarti untukku.
Makasih.❤️❤️❤️
---------------------------------------------------
Follow ig aku yah : @Lalunaloony
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman.
Jangan lupa di like ya dan kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
Jangan lupa juga di vote yaa, tapi kalau tidak keberatan
Makasihh 💐💐
__ADS_1