Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Mari kita lanjutkan nanti (revisi)


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam akhinya Ziga tiba di gedung perusahaan.


Sesampainya di sana sudah ada supir suruhan Danu yang menjemput mereka.


Karna waktu sudah melewati tengah malam jadi tak banyak kendaraan di jalan sehingga tak berapa lama kemudian mereka pun tiba di Mansion.


"Sebaiknya kau langsung istirahat" perintah Ziga pada Erik.


"Baik Tuan" jawab Erik yang kemudian langsung menuju paviliun yang terletak di belakang Mansion.


Kemudian Ziga pun melangkah masuk ke dalam Mansion.


"Kamu tidak apa apa Nak ?" tanya Ayu setelah melihat putranya datang


"Aku tidak apa apa Mah" jawab Ayu


"Tapi tanganmu?" tanya Ayu dengan rasa khawatir.


"Hanya luka kecil, ini sudah di obati" jawab Ziga lagi.


"Pah, tolong suruh orang untuk menjemput Jesica dan Profesor" kata Ziga


"Mereka masih terjebak di pegunungan F" terang Ziga


"Papah akan mengurus semuanya" ucap Danu


"Sebaiknya sekarang kamu istirahat" tambah Danu


"Di mana Via?" tanya Ziga.


"Dia tidur di kamar, semenjak melihat berita itu dia tidak tidur semalaman, bahkan seharian ini juga dia tidak mau makan apa pun" ucap Ayu


"Sebaiknya kau cepat temui dia " tambah Ayu


Ziga hanya mengangguk kemudian dia langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya. Ziga membuka pintu dengan perlahan, dia takut membangunkan istrinya yang kini tengah tertidur lelap. Pelan pelan dia memasuki kamar, dia menatap wajah mungil istrinya. Hatinya merasa sakit ketika melihat mata Via sedikit bengkak dan juga terdapat lingkaran hitam di sekitar matanya.


"Apa kau mengkhawatirkanku sayang?" gumam Ziga sambil berjongkokndi sisi ranjang dan membelai rambut istrinya.


Setelah puas memandangi wajah mungil istrinya Ziga memberi kecupan di kening Via dan membetulkan selimut yang menutupi tubuh Via, kemudian dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Via terbangun, dia merasa sedang bermimpi Ziga datang mengecup keningnya dan membetulkan selimut yang menutupi tubuhnya. Tapi setelah melihat sekitar kamar Via merasa kecewa karna tak menemukan Ziga. "Apakah aku terlalu merindukanmu, sehingga aku bermimpi kamu pulang" gumam Via. Akhirnya dia pun melanjutkan tidurnya tanpa menyadari Ziga telah kembali.


Setelah hampir setengah jam Ziga pun keluar dari kamar mandi. Melihat istrinya yang masih tertidur lelap dia pun merasa puas.

__ADS_1


Ziga membuka lemari pakaian dan mencoba memakai piyamanya, karna satu tangannya terluka dia pun merasa sedikit kesulitan ketika memakainya.


Via yang mendengar ada suara sedikit gaduh di kamarnya pun terbangun lagi. Via menatap punggung pria yang berada di hadapannya tersebut. Via mengerjapkan matanya untuk meyakinkan bahwa yang di lihatnya adalah nyata bukan sekedar halusinasinya. Via melihat sekeliling dan mendapati mantel yang terakhir kali di pakai oleh Ziga tersampir di sofa, kemudian dia melihat tangan Ziga yang telah di perban. Akhirnya dia menyadari bahwa itu bukanlah halusinasinya, Ziga telah pulang kini ada di hadapannya.


Via pun bangkit dari tempat tidur kemudian langsung memeluk tubuh Ziga dari belakang.


Ziga tersentak melihat tangan mungil yang melingkar di pinggangnya. Tak berapa lama Ziga merasa punggungnya basah, dan dia mendengar isak tangis istrinya tersebut.


"Hai, apa yang kau lakukan?" tanya ziga sambil meraih tangan Via yang melingkar di pinggangnya.


Ziga membalikkan tubuhnya kemudian menarik lembut Via ke dalam pelukannya.


"Jangan menangis lagi !" ucap Ziga


"Sekarang aku ada di sini, Maaf telah membuatmu khawatir" ucap Ziga sambil meraih wajah Via dan mencium air mata yang mengalir di pipinya.


Via pun berhenti menangis, dia melihat lengan Ziga yang terbalut perban.


"Apa yang terjadi ? tanya Via


"Apa ini sakit ?" tanya Via dengan cemas.


"Ini hanya luka kecil, aku tidak apa apa" ucap Ziga


"Tak perlu, ini sudah di obati" tolak Ziga halus.


"Masih terlalu malam, sebaiknya kita tidur " ucap Ziga sambil menuntun Via ke tempat tidur.


Via mengangguk, dia menurut mengikuti Ziga ke tempat tidur.


Ziga membaringkan tubuhnya kemudian menarik tubuh Via ke dalam pelukannya.


Ziga mencium puncak kepala Via.


"Tidurlah, selamat malam" ucap Ziga, dia pun memejamkan matanya karna lelah.


Via menyandarkan kepalanya di dada bidang Ziga. "jangan tinggalkan aku lagi" ucap Via lirih.


Ziga yang telah terpejam segera membuka matanya mendengar ucapan Via.


"Aku tak akan kemana mana" kata Ziga.


"Mulai sekarang aku akan selalu berada di sisimu" tambah Ziga sambil membelai rambut panjang istrinya tersebut.

__ADS_1


"Apa kau mengkhawatirkanku ?" tanya Ziga kemudian


Via pun mendongakkan kepalanya menatap mata suaminya.


"Ketika melihat berita itu, aku takut terjadi sesuatu padamu" jawab Via


"Tak akan ada yang terjadi padaku" ucap Ziga


"Selama aku memilikimu, tak akan ada hal buruk yang menimpaku" tambah Ziga yang kemudian meraih wajah Via dan menanamkan ciuman lembut di bibir Via.


Ciuman lembut itu pun semakin lama semakin ganas, seolah mereka ingin melepas kerinduan yang mereka rasakan. Lidah Ziga menelusuri seluruh bagian mulut Via, Via pun tak kalah dia membalas ciuman Ziga dengan penuh perasaan. Ciuman Ziga merambat ke leher jenjang Via dan meninggalkan jejak kepemilikannya di sana. Via mendesah pelan saat bibir Ziga menyapu bersih lehernya, meninggalkan jejak setiap kali melewatinya.


Tangan Ziga pun tak tinggal diam, dia mulai membuka kancing piyama Via kemudian membuka branya sehingga kini terpampang dua gunung indah di hadapanya. Bibir Ziga tak tinggal diam, dia mencium dan menghisap ****** Via sedangkan tangannya membelai serta meremas buah dada Via yang satunya.


Via mendesah dan melenguh pelan, tangannya menarik rambut Ziga.


Puas bermain di dada Via, ciuman Ziga beralih ke bagian bawah dia terus menelusuri setiap inci tubuh Via, dan tak lupa meninggalkan jejak di tubuh istrinya tersebut.


Tangannya kini pun telah membuka celana tidur Via dan juga segitiga mini yang menutupi bagian inti istrinya.


Ziga menelan ludah memandangi tubuh polos nan indah yang kini terpampang di hadapannya, tanpa ia sadari ereksinya pun kini semakin membesar hasratnya seakan membuncah. Via sendiri merasa malu karna Ziga terus memandangi tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun. Dia pun memejamkan matanya, walau dia masih sedikit takut karna mendengar bahwa pengalaman pertama akan menyakitkan tapi Via mencoba menyiapkan dirinya. Dia telah siap memberikan seluruh jiwa raga dan juga cintanya pada Ziga. Dia ingin mempersembahkan pengalaman pertama pada suaminya tercinta. Saat Via tengah menanti apa yang akan selanjutnya di lakukan oleh Ziga tiba tiba Via merasa tubuhnya tertutupi selimut. Rupanya Ziga telah membungkus Via ke dalam selimut, kemudian dia sendiri berlalu ke kamar mandi.


Via merasa bingung dan terkejut dengan sikap Ziga. Di saat Via telah siap dan ingin mempersembahkan malam pertamanya untuk Ziga kini Ziga menolaknya. Timbul fikiran buruk di benaknya, mungkinkah Ziga kecewa setelah melihat seluruh tubuhnya sehingga tak ada lagi keinginan untuk melanjutkan malam pertama mereka.


Sekitar sepuluh menit Ziga pun keluar dari kamar mandi, Via menatap Ziga dengan tatapan penuh pertanyaan. Ziga sendiri mengerti apa yang ada di dalam benak istrinya tersebut.


Ziga pun berbaring di samping Via dan menarik istrinya tersebut ke dalam pelukannya.


"Aku tidak dapat melakukannya sekarang" ucap Ziga menjawab tatapan dari Via.


"Besok adalah ulang tahun perusahaan jika aku melakukannya sekarang, aku takut tak dapat menahan hasratku sehingga akan membuatmu lelah sayang" terang Ziga karna dia tahu jika dia memulai malam ini, dia tak kan bisa mengendalikan diri untuk menggarap tubuh istrinya tersebut, maka dari itu untuk sementara Ziga berusaha menahan hasratnya.


"Sekarang tidurlah, mari kita lanjutkan nanti saat kita berbulan madu" ucap Ziga kemudian mengecup kembali kening Via.


Akhirnya Via mengerti alasan Ziga menghentikan aktifitasnya ketika hanya tinggal selangkah lagi. Ziga hanya ingin mendapatkan waktu yang lebih tepat untuk mereka berdua. Via pun tenang dan dia menyadarkan kepalanya di dada Ziga kemudian memejamkan matanya.


Tak berapa lama mereka pun telah terlelap dengan saling berpelukan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ay minta maaf karna ketidak nyamanan para readers . Bab 98 hilang karna kesalahan teknis, tapi sudah Ay tulis lagi. Mungkin buat yang udah baca bab 98 akan merasakan sedikit perbedaan karna ada beberapa bagian yang ay revisi tapi intinya tetap sama kok, biar kalian semua BAPER 😄😄😄😄😄😄.


Sekali lagi ay minta maaf.

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2