Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
20. Han : Marah


__ADS_3

Malam itu Han melihat Alika turun dari mobil, Alika terlihat sangat cantik menggunakan gaun hitam yang melingkar dilehernya. Alika terlihat celingak-celinguk mencari sesuatu. Han sudah berada disampingnya ketika Alika hendak tersandung jatuh dengan sigap Han menahannya. Tangan Alika terasa dingin dan gemetaran sepertinya Alika sangat gugup saat ini. Han pun langsung mengambil tangan Alika langsung dilingkarkan ke tangannya agar Alika tenang. Han sangat senang saat itu selain mendapatkan penghargaan, Alika menemaninya. Walapun sempat moodnya hilang ketika bertemu Revaldo. Awalnya Alika tidak setuju sampai akhirnya Han mengancam. Han langsung memeluk Alika malam itu tercium oleh Han aroma tubuh Alika yang beraroma stroberi dia pun tertidur nyenyak di samping Alika. Malam itu Han bukannya ingin berbuat apa-apa dia hanya ingin tidur nyenyak, tidur yang selalu dia idam-idamkan. Dia selalu bermimpi dengan mimpi yang sama setiap malam untuk itu dia tidak pernah mengijinkan siapapun untuk tidur bersamanya karena dia tidak mau terlihat aneh. Hanya keluarganya, Dava dan Andrew yang tau tentang mimpinya.


Han ada meeting sore itu dia ditemani Alika yang menggunakan summer dress terlihat sangat manis. Ketika sudah sampai tujuan tiba-tiba Alika bersembunyi dipunggung Han dan telah berdiri di depannya seorang laki-laki yang menatap Alika.


"Siapalagi kali ini? Kenapa Ada banyak lelaki yang mengelilinginya membuatku jengkel"batin Han sambil menatap dingin laki-laki itu.


Bisa kita bicara sebentar?"kata lelaki itu. Han mendengarnya sangat marah siapa laki-laki ini beraninya di mengajak Alika jelas-jelas ada Han di sampingnya


"Maaf Ray saya lagi ada pekerjaan" kata Alika. Membuat Han merasakan kemenangan.


"Hanya sebentar saja, atau tolong jangan blokir nomorku"kata orang yang bernama Ray itu lagi dia. Merasa jengkel Han langsung menggenggam tangan Alika menariknya berjalan kearah meja yang mereka tuju.


Sehabis dari toilet Han melihat mata Alika sudah berkaca-kaca dia juga melihat pergelangan tangan Alika merah, untuk itu dia memaksakan diri untuk mengantar Alika pulang karena pasti laki-laki yang bernama Ray tadi yang membuat Alika seperti ini. Ada perasaan khawatir didiri Han, sebenarnya Han ingin mengajak Alika menginap di apartemennya tapi karena Alika bersikeras untuk pulang jadi dia hanya ingin mengentarkanmya saja.


Tok tok pintu ruangan Han diketuk"Masuk"kata Han


"Mm maaf pak ada yang harus saya omongin"kata Febri

__ADS_1


"Kalau gak penting gak usah"kata Han ketus


"Mm ini pak terkait absennya Alika pak"kata Febri memberanikan diri. Han yang sedari tadi sibuk menatap kertas yang ada di mejanya langsung melepaskan kertas beralih menatap Febri"Alika izin sakit ya Pak"kata Febri lagi.


"Kenapa tidak dia sendiri yang menghubungiku. Kenapa harus kamu"kata Han merasa jengkel kenapa dengan Alika kenapa harus dengan Pemuda ini.


"Mm .. dia sebenarnya diserang semalam pak"kata Febri. Sebenarnya Febri tidak mau menceritakan masalah pribadi Alika tapi karena kalau tidak ada alasan yang jelas pasti Alika akan dipecat ditambah lagi Han mendesak Febri untuk menceritakan hal itu secara detile.


"Hmm laki-laki yang bernama Ray tadi. Beraninya dia"geram Han dalam hati tangannya terkepal matanya terlihat marah.


"Kamu tau siapa nama lengkapnya?tanya Han sebelum menyuruh Febri keluar dari ruangannya .


"Devisi mana dia?"tanya Han lagi membuat Febro bingung kenapa bosnya menanyakan Hal itu.


"Maaf pak saya kurang tau"kata Febri lagi.


"Ya sudah kamu boleh keluar"

__ADS_1


"Kamu segera cari tau Rayan Aiswarya Putra mantan kekasih sekertaris saya Alika Aryana"kata Han menelpon.


"Baik pak"kata orang yang diseberang telpon


Besoknya Alika sudah masuk kerja kepalanya terstempel plester dengan bekas luka dibibir Alika berjalan.


Han memanggil Alika tapi sepertinya tidak di dengar. Ketika menyentuh Bahu sebelah kanan Alika, Alika sepertinya meringis kesakitan. Kenapa ada rasa sakit di hati Han melihat keadaan Alika seperti itu. Tersulut api amarah Han segera dia menelpon lagi.


"Hari ini tidak ada meeting kamu boleh pulang"kata Han tidak banyak berkata Alika segera pamit ke mejanya mengemas tasnya dan langsung pulang. Karena khawatir Han mengikuti Alika dari seberang jalan secara diam-diam. Terlihat kesedihan di wajah Alika saat ini, Han hanya menatap Alika berjalan mengikutinya sampai akhirnya mereka sudah berada di tempat Alika tentu saya Han masih jaga jarak dengan Alika agar tidak ketahuan. Han masih berada di depan kos-kosan yang terlihat mewah dia berdiri lama sampai akhirnya memastikan bahwa Alika sudah aman barulah dia balik ke kantor untuk mengambil mobilnya dan pulang ke apartemennya.


Suatu malam di suatu gudang yang gelap penuh debu hanya ada satu lampu yang menyala. Satu-satunya lampu yang menerangi Ray yang terduduk sudah babak belur dan terikat di kursi dia tidak menyangka bisa di culik seperti ini.


"Kamu tidak tahu saya, saya adalah petugas kepolisian kamu bisa dipenjara kata Ray"menahan sakit karena telah dipukuli sedari tadi.


"Coba saja kamu melapor saya ingin lihat seberapa berpengaruhnya kamu"kata Han dingin


_____________________________________________________

__ADS_1


Jangan lupa likenya makasih semuanya


__ADS_2