Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Bawa dia pergi


__ADS_3

"tuan Li fan,,, Han xinxin bertugas untuk membersikan kamar anda, selama dua hari ini! Dan pagi tadi di berhentikan, itu atas permintaan anda!" Ucap pegawai resepsionis mencoba untuk menjelaskan


Li fan terdiam karena merasa menyesal


Melihat atasannya begitu merasa bersalah, wan Tu mo melangkah mendekat dan berdiri di depan meja resepsionis


"Kalau begitu, beri kami alamat Han xinxin" ucap wan Tu mo, membantu Li fan untuk menemukan alamat rumah Han xinxin


"Alamat rumah?" Pegawai resepsionis mengulang perkataan wan Tu mo


"Tu,, Tuan,,, Han xinxin tidak menuliskan alamat rumahnya, dengan alasan dia tidak memiliki rumah" jawab pegawai resepsionis


Li fan mengepalkan tangannya saat mendengar jawaban dari pegawai resepsionis


Wan Tu mo tertegun untuk sesaat, setelah mendengar jawaban itu, dia tahu akan perasaan atasannya sekarang


"Kalau begitu bagaimana dengan nomor ponselnya" ucap wan Tu mo lagi


Kedua pegawai saling bertatapan, dan kemudian melihat wan Tu mo sambil menggelengkan kepalanya


"Pon,, Ponsel pun Han xinxin, tidak punya! Bos manajer menerimah dia bekerja, hanya karena merasa kasihan dengan cerita hidupnya yang tidak memiliki apa-apa!" Ucap pegawai resepsionis dengan rasa takut


"Tapi,, meski Han xinxin menangis untuk mempertahankan pekerjaan yang iya dapat, bos manajer tetap memecatnya, karena tidak ingin mendapat masalah" Ucap pegawai resepsionis dengan nada rendah, dan tertunduk


Li fan melangkahkan kakinya, berjalan menuju ruang kamar apartemennya, setelah mendengar semua penjelasan dari pegawai resepsionis


Sesampai di kamar Li fan melihat sekelilingnya, memerhatikan kamar yang sudah di bersihkan oleh Han xinxin, Li fan membuka pintu lemari dan masuk melihat semua, barang-barang yang sudah di atur rapi oleh Han xinxin


Perasaan menyesal dan bersalah dalam hatinya, Membuat Li fan sangat marah pada dirinya sendiri


"Aahhk.." Li fan berteriak dan memukul pintu lemari yang terbuat dari kaca, hingga membuat jemari tangannya sampai terluka,


untuk melampiaskan kekesalan hatinya Li fan sengaja melukai dirinya, tapi tetap saja itu tidak membuatnya merasa tenang


Li fan kembali melangkah, untuk keluar dari dalam ruang tempat penyimpanan barang-barangnya yang menyerupai lemari itu

__ADS_1


Dan Li fan pun terhenti, saat melihat selembar kertas tertempel pada kaca lemari


Li fan mengambil dan membaca tulisan yang ada dalam kertas itu


("Tuan,,, pemilik ruang kamar apartemen ini, xinxin ijin untuk membersihkan dan mengatur tatanan ruangan ini, maaf jika lancang! Xinxin hanya bermaksud untuk membuatnya lebih baik lagi. Terimakasih,,")


"Apa yang sudah aku lakukan?" Li fan meletakkan kertas yang ada di tangannya di atas lemari kaca yang ada di hadapannya, setelah iya selesai untuk membacanya


Li fan meletakkan kedua tangannya di atas etelase kaca , menundukkan kepalanya, mencoba untuk menahan amarahnya


Li fan keluar dari dalam ruang lemari, dan mendapati wan Tu mo sedang berdiri di depannya


"Temukan Han xinxin, dengan cara apapun! dalam waktu dua puluh empat jam, kamu harus sudah menemukannya. Aku tidak mau tahu dengan cara apa, dan tidak ingin mendengar keluhan apapun! Jika dalam waktu yang sudah aku berikan, kamu belum menemukannya, maka aku berjanji.. siapapun yang bertugas untuk mencarinya, aku tidak akan membuatnya tenang dalam sisa hidupnya"


Wan Tu mo terdiam, Mendengar perkataan dari atasannya yang begitu menakutkan


"Apa kamu tidak mendengar ku?" Bentak Li fan dengan marah


"Ah,,," wan tu mo tercengang dan tersadar


***


Di rumah sakit, perawat sibuk mondar mandir keluar masuk dari dalam kamar, tempat Qin Yan Yan di rawat


Dokter menggunakan Defibrillator alat pacu jantung, kepada Qin Yan Yan yang jantungnya sempat berhenti untuk berdetak saat itu


Karena menerima kabar dari pihak rumah sakit, Li Ceng Dengan cepat datang ke rumah sakit, untuk melihat kondisi Qin Yan Yan


Dengan gelisah Li Ceng, mondar mandir di depan kamar tempat Qin Yan Yan di rawat


Karena tidak di perbolehkan untuk masuk Li Ceng hanya bisa berdiri dengan rasa khawatir dalam hatinya


Fei yang dan hen yu Shi perawat pribadi Qin Yan Yan berdiri tidak jauh dari tempat Li Ceng mondar mandir, sambil melihat Li Ceng yang begitu cemas dengan keadaan Qin Yan Yan yang masih belum diketahui kabarnya


Klek,,,

__ADS_1


Pintu kamar tempat Qin Yan Yan di rawat terbuka


Dokter melangkah keluar dari dalam kamar


Tanpa menunggu lama, dengan cepat Li Ceng, menghampiri dokter dan bertanya


"Bagaimana kabar Yan Yan dokter? Tanya Li Ceng


"Untunglah saat ini, masih bisa terselamatkan! Kedepannya kami pihak dari rumah sakit tidak bisa menjanjikan apa-apa, kondisi Qin Yan Yan sangat lemah dan juga serangan jantung tiba-tiba! itu sangat berkemungkinan akan menyerangnya lagi," dokter mengangkat tangan dan menepuk bahu Li Ceng


"Tuan Li,,, maaf.. kami tidak bisa berbuat banyak" dokter menggelengkan kepalanya dan melangkah pergi meninggalkan Li Ceng yang tertunduk dan terdiam


Li Ceng mengangkat kepala, berjalan mendekat pada Fei yang dan hen yu Shi


Li Ceng mengangkat satu tangannya dan meletakkan di leher hen yu Shi


Tatapan mata yang memerah karena marah, melihat hen yu Shi yang kini sedang berusaha melepaskan tekanan tangan Li Ceng dari lehernya


"Tu.. Tu... Tuaaan.." hen yu Shi berusaha sekuat mungkin untuk melepaskan tangan Li Ceng sembari sesekali memukulnya


"Tuan,, anda harus tetap tenang" Fei yang mencoba untuk menolong hen yu Shi, tapi Li Ceng sama sekali tidak menghiraukan Fei yang


"Aku membayar mu untuk menjaga dan merawatnya, tapi dia tetap saja seperti ini! Apa yang kamu lakukan? Jika terjadi sesuatu padanya, maka kamu pun harus merasakannya" Li Ceng menghempaskan tubuh hen yu Shi, saat ingin melepaskan tangannya dari leher hen yu Shi, hingga membuat hen yu Shi terjatuh ke lantai


Hen yu Shi memegangi lehernya yang terasa sakit, akibat tekanan keras dari Li Ceng


"Uhuk.. uhuk.. uhuk.." hen yu Shi terduduk di lantai sambil memukul-mukul dadanya mengatur nafasnya yang hampir saja terhenti, karena cekikikan dari Li Ceng


"Bawa dia pergi, aku tidak ingin dia menampakkan wajahnya di hadapanku lagi, jika aku sampai melihatnya, maka Aku tidak akan segan untuk membunuhnya" Li Ceng melangkah, dan berjalan menuju kamar Qin Yan Yan setelah memberi perintah kepada Fei yang


Fei yang dengan segera merangkul lengan hen yu Shi membantunya untuk berdiri


"Terimakasih" ucap hen yu Shi saat sudah berdiri


"Sebelum tuan Li, keluar dan melihatmu! sebaiknya kamu pergi, sekarang hatinya sedang kacau, meski kamu merasa tidak bersalah, tapi dia akan tetap menyalahkan mu untuk melampiaskan kekesalannya" jelas Fei yang

__ADS_1


__ADS_2