
Mereka pun berpamitan pada orang tua Ziga.
Ziga, Jesica beserta Erik mencoba mencari Profesor Hans ayah Jesica.
Setelah mereka pergi Via berpamitan kepada ibu mertuanya. Dia ingin menjenguk kakaknya di rumah saki. Tak di sangka Ayu dan Danu pun ternyata berniat menjenguk kakaknya tersebut untuk berkenalan.Sepanjang pernikahan putranya mereka belum pernah bertemu dengan Reza karna, konsisi Reza saat itu koma.
Via pun menyetujuinya, dia juga ingin memperkenalkan ayah dan ibu mertuanya pada kakak satu satunya Reza.
Akhirnya mereka bertiga pun pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Reza.
Tokk..tokk..tokk
Via mengetuk pintu kamar Reza kemudian membukanya.
"Kak, aku datang" sapa Via pada Reza yang sedang duduk di ranjang sambil menyalakan laptopnya.
"Kamu datang" jawab Reza, tapi dia agak sedikit terkejut karna Via datang tak sendiri melainkan bersama dua orang yang tak di kenalnya.
"Kak perkenalkan ini ayah dan ibu mertuaku" ucap Via memperkenalkan kedua mertuanya pada Reza.
Om, Tante, salam kena. Saya Reza kakak Via" sapa Reza memperkenalkan dirinya dan berusaha bangkit dari tempat tidur untuk menyalami ayah dan ibu mertua adiknya.
"Salam kenal juga, tak perlu bangun" ucap Danu berusaha menahan Reza dan mengulurkan tangannya untuk menjabat Reza.
Reza menyambut uluran tangan Danu kemudian di ikuti dengan Ayu.
"Maafkan kami baru bisa menjengukmu" ucap Ayu penuh penyesalan.
"Tak perlu minta maaf Tante, saya mengerti kalian adalah orang yang sibuk. Dengan kedatangan kalian hari ini sudah cukup membuat saya bahagia" jawab Reza tulus
"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Danu pada Reza, dia sudah mendengar sedikit tentang Reza yang kehilangan ingatannya.
"Saya merasa lebih baik Om, hanya saja sampai saat ini saya belum bisa mengingat sedikit pun tentang masa lalu saya" Jawab Reza jujur.
"Kamu harus lebih bersabar, asal kondisi fisikmu baik, perlahan lahan kamu pasti bisa mengingat semuanya" ujar Danu berusaha menghibur Reza.
"Terima kasih Om, saya akan terus menjaga kesehatan saya dan akan mulai mencoba untuk mengembalikan ingatan saya sedikit demi sedikit" ucap Reza.
"Kami dengar kau ingin kembali ke Indonesia?" tanya Ayu
"Itu benar Tante, saya akan mencoba untuk mengembalikan ingatan saya dengan berada di rumah dan juga tempat tempat yang saya kunjungi dulu" jawab Reza
Ayu dan Danu pun menganggukkan kepalanya.
"Kak, bukankah dua hari lagi kakak sudah bisa keluar dari rumah sakit?" tanya Via yang sedari tadi diam saja mendengarkan kakak dan kedua mertuanya berbicara.
"Iya, jika tidak ada kendala dua hari lagi kakak bisa keluar dari rumah sakit" ujar Reza menjawab pertanyaan adiknya.
__ADS_1
"Apakah kakak akan langsung pulang ke Indonesia setelah keluar dari sini?" tanya Via lagi
"Kakak bermaksud seperti itu" jawab Reza.
"Dua hari lagi, bukankah itu bertepatan dengan ulang tahun perusahaan Pah?" tanya Ayu pada suaminya
"Iya, itu benar" jawab Danu
"Bagaimana jika kamu datang menghadiri ulang tahun perusahaan terlebih dahulu, setelah itu kalian bisa kembali ke Indonesia " saran Ayu
"Bukankah kau dan Ziga juga berencana untuk pulang ke Indonesia ?" tanya Ayu pada Via.
"Iya Mah " jawab Via, tadinya juga dia ingin mengundang kakaknya untuk menghadiri pesta ulang tahun perusahaan tapi ternyata Ayu sang ibu mertua telah mendahuluinya untuk mengundang Reza.
"Itu ide yang bagus" ujar Danu
"Bagaimana menurutmu Reza ?" tanya Danu kemudian.
Reza tampak berfikir sebentar "Apakah tidak masalah jika saya menghadiri pesta ulang tahun itu?" tanya Reza tak yakin.
"Saya hanya orang luar" tambah Reza.
"Siapa bilang kau orang luar" bantah Ayu.
"Kau adalah kakak dari menantuku Via, yang berarti kau juga adalah bagian dari keluarga kami" tandas Ayu
"Kami sudah menganggap Via sebagai anak kami sendiri, maka dari itu kau juga adalah bagian dari keluarga kami" tandas Danu.
"Baiklah jika Om dan tante telah berkata seperti itu, aku akan datang" jawab Reza, hatinya merasakan kehangatan yang begitu besar, dia tidak menyangka Ayah dan Ibu mertua adiknya akan bersikap sebaik ini.
Awalnya dia merasa sedikit takut, karna keluarga suami Via adalah Orang bisnis nomor satu itu akan membuat keluarga Pratama bersikap sombong, tapi ternyata semua ketakutannya itu tak beralasan.
Keluarga Pratama adalah keluarga yang ramah, yang tak memandang status di atas segalanya. Dengan melihat kenyataan ini Reza merasa tenang, setidaknya walaupun dirinya dan Via tidak mempunyai orang tua tapi Via dapat merasakan kasih sayang keluarga dari Ayah dan ibu mertuanya yang sangat menyayanginya.
Danu dan Ayu tidak terlalu lama di rumah sakit, karna mereka harus segera memeriksa persiapan untuk ulang tahun perusahaan yang akan di selenggarakan dua hari lagi.
Karna itu ketika hari mulai beranjak siang mereka pun berpamitan pada kakak beradik tersebut. Via sendiri tidak ikut pulang, dia masih ingin tinggal menemani kakaknya dan membahas tentang rencana kehadiran kakaknya di ulang tahun perusahaan juga tentang rencana kepulangan mereka ke Indonesia.
"Kau beruntung memiliki suami dan juga mertua yang baik" ucap Reza sambil membelai sayang rambut panjang adiknya tersebut.
"Iya, suami dan kedua mertuaku sangat baik" ucap Via
"Kakak juga pasti akan mendapatkan istri dan juga mertua yang baik" ujar Via penuh harap.
"Ha ha ha" Reza tertawa kencang
"Untuk saat ini kakak tidak memikirkan hal tersebut" ucap Reza.
__ADS_1
"Kakak ingin memfokuskan diri untuk menemukan kembali ingatan kakak" ujar Reza
"Kakak bisa menemukan ingatan kakak dan juga menemukan calon istri kakak, sambil menyelam minum air. Ku rasa itu tidak akan menjadi masalah" ucap Via penuh keyakinan
Reza menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tahu bagaimana masa laluku, jadi aku tidak mau menggantung masa depanku" jawab Reza
"Bagaimana jika aku menemukan wanita yang aku cintai saat ini, sedangkan aku punya wanita lain di masa lalu. Bukankah hal itu akan menyakitkan bagi mereka berdua" ucap Reza
"Maka dari itu sebelum aku menemukan kembali semua ingatanku, aku tidak akan mencari seorang istri" tambah Reza.
"Jadi untuk sementara ini kau harus lebih sedikit bersabar jika ingin mempunyai seorang kakak ipar" ledek Reza sambil tertawa.
Via mengangguk angguk, dia akhirnya mengerti mengapa kakaknya belum ingin menikah dalam waktu dekat, karna dia tidak mau nantinya akan mengecewakan banyak pihak. Walaupun sepanjang pengetahuan Via selama ini Reza tidak mempunyai kekasih, tapi siapa yang tahu di belakang Via dia telah memiliki wanita yang dia cintai. Via hanya bisa mendukung semua keputusan kakaknya tersebut.
Karna hari sudah mulai sore Via pun pamit untuk kembali ke Mansion pada Reza.
Dia ingin menyiapkan makan malam untuk suami dan juga kedua mertuanya ditambah lagi Jesica yang mulai hari ini akan tinggal di Mansion mereka, tak ketinggalan juga Erik yang pasti akan di undang makan malam olehnya.
Ketika waktu makan malam tiba, Via telah menyiapkan semuanya di atas meja makan.
Ayah dan ibu mertuanya juga telah kembali dan kini mereka telah bergabung di meja makan, tapi Ziga, Erik dan Jesica belum juga kembali. Via pun berinisiatif untuk menghubungi ponsel Ziga. Tapi setelah beberapa kali menghubungi dia tidak dapat tersambung.
"Apa Ziga tidak dapat di hubungi?" tanya Ayu
Via menggeleng lemah " Sudah beberapa kali aku coba menghubungi tapi tidak tersambung Mah" jawab Via sedikit cemas.
"Coba kau hubungi nomor Erik" saran Danu
Via pun langsung mencari kontak Erik dan mencoba menghubunginya.
Tapi ternyata hal itu juga tidak membuahkan hasil, nomor Erik tidak dapat di hubungi.
"Bagaimana?" tanya Ayu penasaran.
Lagi lagi Via menggeleng, "Erik juga tidak bisa di hubungi" jawab Via.
"Coba Jesica" saran Ayu cepat.
" Aku tidak punya nomornya Mah" jawab Via gelisah.
"Mungkin mereka tidak mendapatkan sinyal" ucap Danu mencoba meredakan kegelisahan Via
"Sekarang sebaiknya kita makan terlebih dahulu, baru setelah itu kita coba hubungi mereka lagi" perintah Danu.
Via akhirnya menurut, dia mencoba makan malam walau sama sekali tidak berselera. Di dalam otaknya kini sedang memikirkan Ziga, dia khawatir terjadi sesuatu pada suaminya tersebut. Via pun makan dalam diam menutupi kegelisahannya.
__ADS_1