
Li fan membuka mata, saat pagi menjelang, iya melihat jam tangan yang di simpannya di atas meja
Dengan mata yang masih berat iya, menurungkan kakinya! Berjalan memasuki kamar mandi
Setelah Li fan keluar dari dalam kamar mandi, iya mengambil ponsel, dan menghubungi seseorang
"Aku ingin kamu menemui ku di kantor! Hari ini, bawa surat wasiat dari ayahku" Setelah mengatakan itu, Li fan memutuskan panggilannya
Li fan duduk di sisi ranjang dengan raut wajah yang jutek, iya tersenyum menyeringit
"Aku akan melakukan sesuatu, untuk membuat Li Ceng menyesali perbuatannya, Sebelum iya masuk kedalam jeruji besi" Li fan berdiri
"Sudah lama aku tidak membuat masalah, mungkin sangat menyenangkan jika hari ini aku membuat heboh seisi kantor" Li fan yang sudah meninggalkan kamar apartemennya, memasuki lift dan berjalan menuju meja resepsionis setelah iya keluar, untuk memintanya, agar seseorang membersihkan kamarnya
"Di lantai 9 kamar 83, aku ingin bersih sebelum aku pulang" Li fan memberi kartu kunci, untuk kamar apartemennya kepada pegawai yang bertugas
"Baik tuan,, kami akan segera melakukannya" pegawai yang berjaga menunduk dengan patuh
Setelah itu Li fan berjalan ke parkiran, dan membuka pintu mobilnya
Dalam hati Li fan begitu banyak menyimpan sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain
Dengan raut wajah yang terlihat sangat bersemangat, Membuatnya sesekali memperlihatkan senyum di bibirnya
***
"Hari ini aku akan tetap mencari pekerjaan, tolong jangan menghalangiku! Aku putuskan untuk tidak menyusahkan mu lagi" Han xinxin memakan roti yang sudah di siapkan oleh Qi Yuang, setelah selesai mengatakan hal yang ingin iya bicarakan
Karena kejadian kemarin, Qi yuang begitu canggung pada Han xinxin, iya malu dan merasa bersalah! dari itu dia tidak banyak bicara untuk melarangnya
"Pekerjaan seperti apa yang ingin kamu kerjakan? Aku bisa membantumu untuk mencari"
"Tidak.. tidak.. aku bisa sendiri, mulai dari sekarang aku akan berdiri di kakiku sendiri, aku ingin menjadi mandiri! Agar kedepannya tidak selalu menyusahkan orang lain" dengan cepat Han Xinxin menolak niat baik dari Qi yuang untuk membantunya
"Tapi xinxin,, aku bisa saja memasukkan mu di perusahaan temanku, aku..
"Tapi aku tidak berniat untuk bekerja di perusahaan, aku tidak punya ijasah ataupun semacam pendidikan yang di butuhkan oleh perusahaan, jangan khawatir aku bisa sendiri!" Han xinxin tersenyum
__ADS_1
"Baiklah aku akan berangkat sekarang, " Han xinxin berdiri dari duduknya, saat selesai menghabiskan susu yang ada di depannya.
Dengan cepat Han Xinxin berjalan meninggalkan Qi yuang yang masih duduk
***
Han xinxin berdiri dan mendongakkan kepalanya, melihat gedung apartemen yang begitu tinggi di hadapannya,
"Ini sangat tinggi, lebih tinggi dari apartemen yang di tinggali Qi yuang
Han xinxin melangkah saat melihat selembaran kertas yang menempel di dinding apartemen, iya membaca isi dalam selembaran kertas itu
"Lowongan kerja! Sedang di cari pekerjan untuk menjadi tukang bersih-bersih, di apartemen ini Tampa persyaratan apapun!" Han xinxin tersenyum lebar setelah membaca pengumuman itu
"Tuhan benar-benar membantuku, ini sangat kebetulan. Jarang-jarang orang akan mendapat keberuntungan seperti ini" Han xinxin berjalan masuk dan bertanya pada security yang bertugas
"Paman,, apa benar disini membuka lowongan pekerjaan?" Tanya Han xinxin dengan semangat
"Benar,,," jawab sang security
"Silahkan masuk ke dalam" balas sang security
Han xinxin mengangguk, dan menundukkan kepalanya ke pada sang security
"Terimakasih paman,,," Han. Xinxin tersenyum dan berjalan masuk
***
Li fan duduk di dalam ruang kantornya yang sempat di rebut oleh Li ceng, dengan senyum jahat di bibirnya iya melihat ke arah Li Ceng yang tengah berjalan masuk ke ruangan itu
Li Ceng sama sekali tidak menyadari jika Li fan sudah duduk sejak tadi
"Kamu,,," Li Ceng yang tak pernah memiliki pikiran jika Li fan akan secepat itu datang ke kantor, memasang ekspresi yang terlihat tidak percaya
"Selamat pagi saudaraku,," Li fan meletakkan tangan di atas meja, dan melihat Li Ceng dengan penuh ledekan
"Selama empat bulan kamu duduk di kursi ini, itu sudah termasuk lama sekali! Dan sekarang aku sudah datang, jadi tempat ini yang memang dari awal adalah milikku, aku ingin memilikinya kembali, siapapun termasuk kamu,,, tidak ada hak untuk melarang atau pun menyangkal, karena semuanya dari awal memanglah milikku" Li fan tersenyum melihat Li Ceng yang sedang mengepalkan tangannya, menatapnya dengan sangat marah
__ADS_1
"Kakak,,, apa yang kamu pikirkan? Sekarang aku kembali apa kamu tidak ingin menyambut kedatangan ku?" Tanya Li fan
"Bukannya kamu sedang lupa ingatan? Kenapa bisa,,,"
"Benar yang kau katakan, aku mengalami lupa ingatan, saat seseorang sengaja mendorongku masuk ke dalam jurang, siapa yang tidak menyangka jika hari ini, aku masih bisa berdiri di hadapan mu dengan keadaan yang sangat sehat" Li fan berdiri dari duduknya dan melangkah mendekat pada Li Ceng
"Seseorang pernah menginginkan kematian ku, karena ingin menguasai apa yang aku miliki, tapi,,, semua itu menjadi seperti ini, mungkin aku sekarang Membuatnya kecewa" Li fan berkata dengan menyindir dan tersenyum mengerinyis
Tok... Tok.. tok.. tiba-tiba ketukan pintu terdengar dari luar, Li fan dan Li Ceng menoleh melihat ke arah pintu
"Mungkin dia sudah datang" Li fan berbalik dan kembali melangkah duduk di kursi besarnya
"Masuk..." Ucap Li fan memerintah
Kleek...
Pengacara wan Shu, membuka pintu! Menundukkan kepalanya saat melihat Li fan yang sedang duduk di hadapannya
Pengacara wan Shu, melihat Li Ceng yang tengah berdiri memunggunginya
"Tuan,,, Li" pengacara wan Shu melangkahkan kakinya berjalan mendekat pada Li fan
"Pengacara wan,, apa kamu tahu kenapa aku memanggil mu ke mari?" Li fan melihat pengacara wan Shu yang sedang berdiri di hadapannya
"Tuan Li,,, jika anda berkenan untuk memberitahuku, aku pasti bisa mengetahuinya" tutur pengacara wan Shu
"Pengacara wan, silahkan duduk di sofa" Li fan mempersilahkan pengacara wan Shu untuk duduk di sofa
Pengacara wan Shu menoleh melihat sofa, iya berjalan menuju sofa dan duduk
Li Ceng yang dari tadi terdiam, melangkahkan kakinya bermaksud untuk keluar dari ruangan
"Kakak,,, kamu ingin kemana? Jika kamu pergi, kedatangan pengacara wan! Tidak akan menjadi seru" Li fan berdiri dan berjalan menuju sofa sambil tersenyum manis
"Apa yang kamu inginkan, jika tidak ada yang penting, aku akan keluar aku masih ada perlu yang harus aku urus" Li Ceng menatap Li fan dengan tatapan sinis
"jangan terburu-buru, aku memanggil pengacara wan, untuk membacakan sekali lagi surat wasiat yang ditinggalkan oleh papa" ucap Li fan
__ADS_1