Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Temanmu adalah temanku juga


__ADS_3

"katakan padaku apa yang terjadi padamu?" tanya Ziga yang khawatir karna Jesica terus terusan menangis.


"Papi, papi Ziga" ucap Jesica terbata bata.


"Ada apa dengan Profesor ?" tanya Ziga dan Erik secara bersamaan.


"Papi kecelakaan dan sampai sekarang belum di temukan" jawab Jesica yang kemudian di lanjutkan kembali dengan tangisnya.


"Kamu tenang dulu, kita pasti akan menemukannya" hibur Ziga.


"Lalu di mana kau tinggal sekarang?" tanya Erik karna Jesica bermukim di New york jadi Erik bertanya tentang tempat tinggalnya di negara S.


"Aku tinggal di hotel, karna papi akan mengadakan seminar di negara ini, tapi semalam saat papi akan menemui rekan kerjanya mobilnya mengalami kecelakaan masuk ke jurang, hingga saat ini papi belum di temukan" jawab Jesica terisak isak.


"Kau harus tenang terlebih dahulu, kami akan membantumu menemukan Profesor'" ucap Ziga berusaha menenangkan Jesica.


"Sekarang kau ikutlah aku tinggal di rumahku terlebih dahulu, aku akan mengenalkanmu pada istriku" ujar Ziga sembari bangkit meraih jasnya yang di sampirkan di kursi.


"Istri?" tanya Jesica keheranan


"Kau, kau sudah menikah?" tanya Jesica tak percaya.


"Iya" jawab Ziga sambil tersenyum


"Tapi, tapi kapan?" tanya Jesica


"Mengapa aku tak tahu ?" tanya Jesica lagi.


"Sudah nanti saja bertanyanya, istriku sudah menunggu untuk makan malam" ucap Ziga sambil melangkah meninggalkan kantornya di ikuti oleh Erik dan Jesica.


Erik pun segera mengendarai mobil untuk membawa mereka bertiga menuju mansion.


Di dalam mobil Ziga menghubungi Via.


"Hallo" sapa Ziga


"Iya, hallo" jawab Via


"Aku mengajak Erik dan temanku untuk makan malam di rumah" ucap Ziga


"Apa kamu keberatan?" tanya Ziga


"Oh, tentu tidak, aku memasak cukup banyak hari ini, lebih banyak orang lebih baik" jawab Via


"Baiklah" jawab Ziga

__ADS_1


"Setengah jam lagi kami akan tiba" ucap Ziga.


"Baik, aku akan menunggu" ucap Via


"Ehm" ucap Ziga lalu menutup telponnya.


Jesica yang berada di kursi belakang merasa penasaran, " Siapakah wanita yang telah menaklukan hati Ziga, apakah si model yang waktu itu?" fikir Jesica mencoba menebak nebak siapa istri Ziga.


Tak berapa lama mereka pun tiba di Mansion,.


Via menyambut di pintu utama ketika mereka datang. Ziga langsung menyerahkan tas kerja dan mantelnya pada Via.


"Kau sudah pulang" sapa Via


"Ehm" jawab Ziga sambil mengecup mesra kening istrinya.


"Perkenalkan ini teman kuliahku dan juga anak dari dosenku dulu Jesica" ucap Ziga memperkenalkan Jesica pada Via


"Dan jesica ini adalah istriku Via" ucap Ziga pada Jesica.


"Hallo kak Jesica" sapa Via, karna dia adalah teman kuliah Ziga yang berarti usianya terpaut tiga tahun lebih tua dari Via, maka dari itu Via memanggilnya dengan sebutan kak.


"Hallo, panggil saja aku Jesica" balas Jesica ramah,


"Setidaknya aku belum terlalu tua" seloroh Jesica yang di sambut senyum manis Via.


"Masuklah dulu, sebentar lagi makan malam akan di siapkan" ujar Via


"Hallo Erik" sapa Via pada Erik yang sedari tadi diam saja.


"Hallo Nyonya muda" jawab Erik sambil menyunggingkan senyumnya yang memukau.


"Ayo ikut juga makan malam" ajak Via.


Erik mengangguk, lalu mereka pun melangkah masuk ke dalam Mansion.


"Kamu mau mandi dulu?" tanya Via


"Aku akan menyiapkan air untukmu" ucap Via.


"Ya" jawab Ziga.


Ziga pun mempersilahkan Jesica duduk di ruang tamu dan memberitahu Yesi untuk menyediakan minum pada Jesica.


"Kamu temani Jesica terlebih dahulu" perintah Ziga pada Erik

__ADS_1


"Aku akan mandi sebentar" ucap Ziga kemudian


"Baik Tuan" jawab Erik


"Jes, aku tinggal sebentar" kata Ziga


Jesica pun menganggukkan kepalanya.


Kemudian Ziga melangkah naik ke lantai dua menuju kamarnya.


"Airnya sudah siap" kata Via pada Ziga ketika suaminya masuk ke dalam kamar.


"Terima kasih sayang" ucap Ziga.


Ziga pun segera bergegas menuju kamar mandi, tapi sebelum dia masuk ke kamar mandi tiba tiba Ziga berbalik dan memeluk tubuh Via yang sedang menyiapkan baju untuknya dari belakang.


Ziga mencium belakang telinga Via yang membuat wanita tersebut bergidik.


"Uhh, hentikan !" protes Via


"Sebaiknya kau cepat mandi, jangan membiarkan tamu menunggu terlalu lama" ujar Via mengingatkan Ziga .


"Ehmm, Jesica sedang ada masalah, bolehkan jika dia tinggal di sini untuk sementara" ucap Ziga memberitahu sekaligus meminta persetujuan Via.


Seketika Via membalikkan tubuhnya di pelukan Ziga kemudian menatap mata tajam Ziga.


"Itu kalau kamu setuju" ucap Ziga


"Tapi jika kamu tidak setuju, aku akan mengatakan padanya untuk tinggal di hotel" ucap Ziga yang khawatir Via akan marah karna dia membawa seorang wanita untuk tinggal di rumahnya sementara.


"Aku tidak bilang tak setuju" sanggah Via.


"Dia adalah temanmu yang berarti temanku juga, mungkin kita bisa saling mengenal lebih dekat " ucap Via


Mendengar jawaban dari Via seketika kekhawatiran Ziga pun menghilang.


"Terima kasih sayang" ucap Ziga yang kemudian mengecup kembali kening Via.


"Sudah cepat mandi sana ! " ucap Via seraya mendorong Ziga ke arah kamar mandi.


Sementara itu di ruang tamu Jesica tampak sedang mencari informasi tentang pernikahan Ziga pada Erik sahabatnya.


"Mereka sudah lama menikah?" tanya Jesica pada Erik.


"Sudah hampir tiga bulan Tuan dan Nyonya muda menikah" jawab Erik.

__ADS_1


"Mengapa aku tak pernah tahu, dia bahkan tak mengundang aku dan papi" ucap Jesica, ketika ia menyebut kata papi tanpa terasa matanya berkaca kaca.


"Sabar dan tenangkanlah hatimu, kami pasti akan membantu" ucap Erik mencoba menghibur Jesica


__ADS_2