
Setelah membaca petunjuk penggunaannya, Via pun beranjak menuju kamar mandi. Wanita itu melakukan seperti apa yang dalam petunjuk yang tertera di sana.
Via menunggu hasil tesnya selama beberapa menit. Begitu dia mengetahui apa hasil tes tersebut, tubuh Via merosot ke lantai. Wanita itu begitu syok dengan apa yang di lihatnya.
Dua garis merah terlihat jelas dan Via tahu apa artinya itu. Via menangis sambil memeluk lututnya. Bukan dia tidak mengharapkan kehadiran janin yang kini tengah berada di dalam rahimnya. Hanya saja saat ini hubungannya dengan Ziga tak lagi jelas.
Jujur, Via masih merasa sangat sakit hati dengan kata-kata Ziga. Wanita itu belum dapat memaafkan suaminya tersebut. Namun, kini dirinya tengah mengandung, apakah ia harus kembali pada Ziga?
Via menghela nafas, wanita itu membasuh wajahnya untuk menyamarkan air mata yang membasahi pipinya. Via keluar dari kamar mandi dengan menundukkan kepalanya. Ia merasa tak lagi sanggup untuk menghadapi dunia ini dengan wajahnya.
Via menghampiri Maureen yang tengah duduk di atas kasur dan masih setia menunggunya.
Wanita itu pun menghempaskan tubuhnya di samping Maureen.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Maureen ikut berbaring di samping Via.
Via tak menjawab, sebagai gantinya wanita itu memberikan alat tes kehamilan tersebut pada Maureen agar gadis itu dapat melihat sendiri hasilnya.
"Ini artinya ... Kau ... hamil?" Maureen bertanya sembari menatap wajah Via dengan serius.
Via mengangguk menjawab pertanyaan dari Maureen. Mata wanita itu terpejam dan bulir kristal bening pun mengalir dari sudut matanya.
Maureen bangkit, gadis itu duduk bersila di atas kasur. Gadis itu memperhatikan sahabatnya yang kini tengah menangis.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Maureen lagi.
Via terdiam, dia tak mampu menjawab pertanyaan itu. Saat ini, wanita itu belum tahu apa yang akan di lakukannya. Di satu sisi, ia mengkhawatirkan dirinya yang kini tengah mengandung tanpa kehadiran seorang suami, di sisi lain Via masih belum dapat memaafkan Ziga yang telah menyakitinya.
"Aku ingin pergi ke tempat yang jauh, tempat di mana tak ada orang yang mengenalku," jawab Via setelah beberapa saat terdiam, wanita itu masih tetap memejamkan matanya.
"Maksudmu, kau tidak ingin memberitahu Ziga tentang kehamilanmu?" Maureen bertanya dengan sedikit heran.
Via membuka matanya, kemudian wanita itu duduk menghadap Maureen. Via menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Maureen.
"Vi, kamu yakin dengan keputusan ini?" tanya Maureen.
__ADS_1
"Aku yakin Reen," jawab Via.
"Tapi bagaimana pun juga dia adalah ayahnya, dia berhak tahu tentang anak itu," ucap Maureen tidak setuju Via menyembunyikan kehamilannya dari pria tersebut.
"Dia memang ayah dari anak ini dan dia memang adalah orang yang paling aku cintai, tapi dia juga yang bilang bahwa mencintaiku adalah suatu kesalahan." Via menjawab dengan sedikit emosi.
"Dari awal pernikahan kami hanyalah pernikahan kontrak, Aku seharusnya tidak mudah percaya saat ia mengatakan akan memulai dari awal hingga akhirnya Aku jatuh cinta padanya dengan sangat dalam," jelas Via panjang lebar.
Maureen hanya dapat menghela nafas panjang, dia tahu sahabatnya itu terluka maka dari itu Maureen hanya dapat membiarkan Via sesuka hatinya walau ia sendiri tak begitu setuju dengan keputusan yang di ambil oleh Via.
"Kau mau kemana sekarang?" tanya Maureen lagi.
"Entah," jawab Via singkat.
Ketukan di pintu kamar Via menghentikan percakapan mereka.
"Masuk!" ucap Maureen dan Via berbarengan.
"Kakak, ada Uncle Demyan," ucap Putri seorang gadis kecil berumur sepuluh tahun penghuni panti itu.
Demyan Ivanovic Petrov, Pria berusia 35 tahun berkebangsaan Rusia itu adalah kekasih Maureen. Mereka telah menjalin hubungan selama lima tahun sejak gadis itu lulus SMA.
Demyan adalah seorang pengusaha besar dari Rusia, bahkan usaha pria tersebut telah menyebar ke berbagai negara. Walau Demyan adalah seorang duda beranak satu, Maureen sangat mencintai pria tersebut.
Selain ketampanannya yang membuat Maureen jatuh hati, sifat baik dan penolong pria itu lah yang membuat Maureen bertambah mencintainya.
Mungkin bagi sebagian orang yang mengenal Demyan di dunia bisnis hanya tahu bahwa laki-laki itu adalah seorang pria yang kejam dan tak kenal ampun. Pria itu dapat memukul mundur lawan-lawannya hanya dengan satu kali hentakan saja.
Tapi tidak demikian dengan orang-orang terdekat Demyan. Lelaki itu adalah sosok yang ramah dan juga hangat. Pria itu seperti malaikat tak bersayap bila di hadapan orang-orang terdekatnya. Termasuk seluruh penghuni panti yang akan sangat gembira bila Demyan datang.
Kedatangan Demyan bagaikan Sinterklas di hari Natal, karena pria itu selalu hadir dengan membawa berbagai macam hadiah dan kejutan untuk para penghuni panti.
Semantara itu Ziga kini tengah berhadapan dengan Reza. Wajah Reza nampak keheranan melihat kedatangan Ziga dan juga Erik tanpa adanya Via di antara mereka.
"Di mana Via?" tanya Reza yang langsung menanyakan keberadaan adiknya.
__ADS_1
Ziga dan Erik terdiam, tak ada yang berani menjawab pertanyaan Reza. Reza sendiri menjadi bingung dengan sikap kedua orang tersebut.
"Di mana adikku Ziga?" Reza kembali mengulang pertanyaannya dan kali ini khusus ia tunjukkan pada Ziga sang adik ipar.
"Via ... Via pergi Kak, dan aku tidak tahu dia pergi kemana," jawab Ziga pelan.
Mendengar jawaban Ziga menyulut emosi Reza. Tak ayal Reza pun melayangkan bogem mentah kepada adik iparnya tersebut.
Ziga terhuyung menerima pukulan dari Reza, darah mengalir dari sudut bibirnya yang terluka. Namun Ziga tak membalas, ia sadar bahwa ia pantas mendapatkannya. Erik pun hanya terdiam menyaksikan Tuan Mudanya di pukul. Pria itu tak berani membela Ziga atau pun membalas Reza, karena ini adalah urusan keluarga.
Reza kembali mencengkeram kerah kemeja Ziga,
"Katakan, bagaimana adikku bisa pergi?!" Reza berteriak di depan muka Ziga.
"Kau menyakiti Via." Reza menuduh adik iparnya tersebut sambil mengguncang tubuhnya.
Lagi-lagi Ziga tak mampu menjawab, pria itu hanya bisa diam dan pasrah menghadapi kemarahan Reza.
***********
Hai hai semua terimakasih telah membaca AKU MENCINTAIMU, terimakasih pula yang telah memberikan like, coment dan juga votenya. Yang belum Ay tunggu ya 😂😂😂
Jangan lupa juga untuk membaca novel Ay yang satunya, yang berjudul TAKDIR CINTA, Ay tunggu juga like, coment dan votenya di sana.
Ay juga mau rekomendasi novel dari sahabat-sahabat Ay yang tak kalah menarik.
•99 NAMA CINTA: MENIKAHI DOKTER DINGIN (Andy Ridwan)
•GUARDIANS: LEGEND OF LEO (Al Foxx)
•FOREVER WITH ME (Al Foxx)
Berikan juga like jempol dan coment kalian ya, agar kami para penulis lebih bersemangat.
Salam sayang dan santuy dari Ay si Author Recehan 😘😘😘😘
__ADS_1