
She's always on my mind
From the time I wake up 'till close my eyes
She's everywhere I go
She's all I know
And though she's so far away
It just keeps gettin' stronger, every day
And even now she's gone
I'm still holding on
So tell me where do I start
'Cause it's breakin' my heart
Don't want to let her go
Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find a way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'cause heaven knows
My friends keep tellin' me
That if you really love her
You've gotta set her free
And if She returns in kind
I'll know she's mine
so tell me where do I start
'Cause it's breakin's my heart
Don't want to let her go
Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find a way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'cause heaven knows
__ADS_1
Why I live in despair
'cause wide awake or dreaming
I know she's never there
And all the time I act so brave
I'm shaking inside
Why does it hurt me so
Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find a way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'couse heaven knows
heaven knows
heaven knows
Tepuk tangan meriah dan sorak sorai penonton seketika terdengar ketika Fello selesai membawakan lagu heaven knows milik Rick Price dengan suara merdunya.
Via pun tersadar dari lamunan yang membawanya ke dalam kenangan saat Fello menyelamatkannya.
Rahang Ziga mengeras saat ia melihat istrinya menatap kagum pria yang berada di atas panggung tersebut.
"Terima kasih atas kesempatan yang telah di berikan pada saya" ucap Fello dengan suara merdunya.
"Lagu ini menggambarkan sekelumit isi hati saya" terang Fello dengan jelas.
"Hanya surga yang tahu apa yang akan terjadi" tambah Fello
"Tapi saya selalu berdoa dan berharap semoga wanita itu bahagia walau tidak bersama saya" ucap Fello di akhir pidato singkatnya. Kemudian dia kembali membungkukkan badan dan segera mundur ke belakang panggung.
Ziga mengepalkan kedua tangannya, dia tahu betul siapa wanita yang di maksud oleh Fello tadi. Wanita itu adalah Via, iya Via istrinya. Ziga berusaha keras menahan emosinya, Fello jelas jelas menyatakan isi hatinya, walau Via sendiri sepertinya tak menyadari hal tersebut tapi tetap saja itu membuat Ziga meradang.
Via meraih lembut tangan Ziga yang tengah terkepal, dia tak menyadari emosi yang di rasakan oleh suaminya.
"Sungguh beruntung wanita yang di cintai Fello" ucap Via polos.
"Lagunya benar benar indah" tambah Via lagi
Ziga menatap Via sinis, dia benar benar cemburu istrinya kini tengah memuji pria lain di hadapannya.
"Masih ada yang lebih indah" bantah Ziga.
"Aku akan menunjukkannya padamu" ucap Ziga sambil melepas genggaman Via, kemudian dia bangkit dan berjalan menuju panggung.
Pembawa acara nampak kebingungan melihat Ziga yang tiba tiba naik ke panggung, karna sebetulnya ini belum waktunya untuk memberikan sambutan. Tapi dia dengan cepat mengatasi kebingungannya kemudian dengan gagah memperkenalkan Ziga.
"Mari kita sambut CEO kita yang paling tampan dan mempesona yang kini telah hadir di tengah tengah kita, beri sambutan yang meriah untuk Tuan ZIGA RAHARDIAN PRATAMA " ucap pembawa acara yang di sambut dengan tepuk tangan meriah dan juga sorak sorai para tamu.
Ziga mengambil tempat duduk di hadapan piano.
__ADS_1
"Lagu ini saya persembahkan untuk wanita yang paling saya cintai, ALVIA SETYA MAHENDRA"ucap Ziga sebelum mulai memainkan piano.
Seketika teriakan rasa kecewa bergema di antara para tamu wanita, mereka telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pujaan hatinya.
Sementara itu Via yang mendengar namanya di sebut merasakan kehangatan di hatinya. Rasa bahagia terpancar dari wajahnya, dia sungguh tak menyangka akan tindakan Ziga.
Ziga pun mulai menekan tuts dan memainkan lagu dari GARY BARLOW yang berjudul Forever Love.
Via menitikkan air mata mendengar Ziga menyanyikan lagu tersebut. Ziga benar, ini memang lebih indah dan benar benar indah. Forever Love, selamanya cinta dan itu juga perasaan yang di alaminya sekarang. Selamanya ia mencintai Ziga, selamanya ia mencintai suaminya tersebut sama seperti Ziga yang menuangkan perasaannya lewat lagu tersebut.
Semua yang berada di ballroom terpana, mereka tidak menyangka bahwa CEO mereka yang terkenal dingin dan kejam memiliki sisi romantis seperti ini. Bahkan suaranya juga sangat merdu dan halus tidak kalah dengan suara Fello yang merupakan penyanyi kelas dunia.
Setelah Ziga menyelesaikan permainan piano dan juga nyanyiannya suasana masih hening karna semua yang berada di dalam ruangan merasa masih terhanyut dalam lagu tersebut. Setelah beberapa detik Via tersadar dan kemudian dia berdiri dan bertepuk tangan yang di ikuti oleh semua yang berada dalam ruangan tersebut.
Ziga bangkit dari kursinya dan menatap sendu ke arah istrinya.
"Sekarang saya perkenalkan wanita yang paling saya cintai, istri dan calon ibu dari anak anak saya kelak ALVIA SETYA MAHENDRA" ucap Ziga sambil mengulurkan tangannya ke arah Via.
Via sendiri merasa gugup tapi Ayu ibu mertuanya segera membimbing Via untuk menuju ke arah panggung.
Via pun naik ke atas panggung dengan gugup dia berkali kali menghela nafas dalam dalam.
Ziga menghampiri Via yang masih berjalan di tangga kemudian dia mengulurkan tangannya dan membawa Via ke tengah tengah panggung.
"Inilah istri saya tercinta" ucap Ziga memperkenalkan Via pada seluruh tamu undangan. Dan sekejap mata para wartawan langsung mendekati panggung dan melemparkan berbagai pertanyaan pada Ziga.
"Tuan Ziga kapan kalian menikah?" tanya salah seorang wartawan.
"Tuan Ziga apa pernikahan ini di selenggarakan diam diam karna nona Via tengah hamil" tanya wartawan yang lain.
Saat mendengar pertanyaan tersebut Via benar benar merasakan sakit di kepalanya, bagaimana mungkin para wartawan bisa mengajukan pertanyaan yang tak masuk akal tersebut.
"Tuan Ziga, bukankah selama ini anda menjalin hubungan denga nona Sarah?" tanya wartawan lain.
Ziga sendiri merasa geram dengan pertanyaan pertanyaan dari para wartawan tersebut. Saat keadaan semakin tak terkendali Erik segera naik ke atas kemudian memberi penjelasan kepada para wartawan.
"Nanti kami akan mengadakan jumpa pers untuk menjawab pertanyaan kalian semua" ucap Erik
"Jadi sekarang kalian bisa tenang terlebih dahulu, kita akan melanjutkan acara ini" tambah Erik.
Para wartawan pun mundur teratur kemudian duduk kembali di kursinya masing masing.
Ziga segera membawa Via turun dari panggung dengan merengkuh pinggang Via secara posesif.
Acara selanjutnya adalah acara dansa, Ziga pun mengajak Via berdansa di tengah tengah ruangan. Lagu romantis pun mengiringi dansa mereka, selain Ziga dan Via ada juga Fello yang kini tengah berdansa dengan Nadhya sepupu Fello. Mereka berdua saling mengenal karna memang mereka pernah berada di satu agency permodelan yang sama.
Saat lagu berakhir mereka pun menyudahi dansa mereka. Tiba tiba Fello menubruk tubuh Via kemudian dia jatuh terkapar di atas Via dengan lampu gantung yang menimpa tubuhnya. Kejadian itu berlangsung sangat cepat, Via sendiri benar benar merasa ketakutan, tangannya menyentuh darah yang mengalir di punggung Fello dia panik.
"Kamu tidak apa apa?" tanya Fello yang kemudian langsung tak sadarkan diri.
Via langsung menjerit histeris mendapati Fello tak sadarkan diri dengan luka di punggungnya.
Ziga sendiri yang sempat terpaku di tempatnya karna kejadian begitu cepat baru tersadar ketika mendengar jeritan Via. Ziga pun langsung mengambil lampu yang menimpa Fello dan meminta anak buahnya untuk membantu. Para anak buah Ziga langsung mengangkat tubuh Fello dan membawanya ke rumah sakit.
Ziga langsung memeluk tubuh istrinya yang saat ini masih syok.
"Dia, dia terluka" ucap Via terbata bata
"Dia terluka karna menyelamatkanku" ucap Via lagi kini dengan di iringi tangisnya.
Ziga mempererat pelukannya dan berusaha menenangkan istrinya.
__ADS_1
"Dia akan baik baik saja" ucap Ziga mencoba menenangkan Via.