Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
26. Kenapa mencintaiku?


__ADS_3

Baru saja Aron akan mengangkat Alika dari kursi roda Han langsung melarangnya.


"Aku saja yang mengangkatnya"kata Han menajamkan matanya kepadan Aron membuat Aron mundur ke belakang. Sedangkan Sofia dan Aisyah masih terdiam mereka takut bersuara karena ada direkturnya dan masih tidak percaya apa yang mereka lihat saat ini. Setelah di periksa Andrew, Andrew langsung memerintahkan perawat agar kaki Alika bisa di X-Ray. Sambil menunggu hasil sesekali Han dan Andrew mengobrol begitu pula Aisyah, Sofia dan Alika. Tapi Aisyah dan Sofia tampak canggung sampai akhirnya pintu ruangan di ketuk terlihat Febri dengan wajah yang khawatir.


"Kamu baik-baik saja Alika?"tanya Febri yang sudah berada di samping ranjang Alika


"Ia kakiku sepertinya terkilir"jawab Alika ada perasaan legah ditarikan nafas Febri


"Febri bisakah kamu mengantarkan Sofia dan Aisyah mereka terlihat lelah dari tadi dan juga ini sudah sangat malam"tambah Alika dia tidak tega melihat kedua temannya sudah menguap beberapa kali.


"Tapi kamu tidak apa-apa sendiri?"tanya Febri


"Ada saya"Han langsung menjawab.


"Baiklah aku permisi ya"pamit Febri kepada Alika sambil mengelus pundak Alikan dan dibalas senyuman Alika yang samar sementara Han menatap Febri tajam.


"Kita pulang dulu ya"kata Sofia langsung memeluk Alika diikuti Aisyah. Tiba-tiba pintu diketuk lagi yang ternyata perawat yang sedari tadi membantu Andrew memeriksa Alika membawa hasil X-Ray.


"Hmmm"kata Andrew masih melihat Hasil X-Ray Alika "tidak ada yang patah hanya sajah kamu harus istirahat, kakimu harus menggunakan ankle support untuk sementara waktu dan harus diterapi"kata Andrew Sementara Han dan Alika hanya manggut-manggut.


"Istirahatlah dulu disini"kata Andrew lagi


"Aku ingin pulang saja dokter"kata Alika memelas sebenarnya dia tidak suka dengan rumah sakit terlalu menyeramkan untuknya karena dulu dia pernah tersesat sewaktu kecil dirumah sakit.


"Istirahat dulu disini"kata Han menatap tajam Alika


"Aku tidak mau sayang"Alika merengek menatap Han


"Tidak apa-apakah dia pulang Andrew?"tanya Han khawatir


"Tidak apa-apa Han tapi kakinya jangan terlalu banyak digerakan nanti untuk terapinya besok lusa balik ke rumah sakit ini lagi"


"Baiklah Alika kita akan pulang ke apartemen saja"kata Han

__ADS_1


"Tidak mau aku terlalu sering di apartemenmu tidak baik"kata Alika lagi


"Ya sudah disini saja kalau begitu tidak usah pulang sekalian"kata Han ketus


"Baiklah"kata Aika manyun. Ingin rasanya Han menyubit pipi Alika dia sangat menggemaskan kalau lagi merengek.


Sesampainya diapartemen sudah ada wanita paruh baya dan pak Endi sedang menghidangkan makanan di meja makan.


"Aku mau ganti baju dulu ya"Alika


"Ia biar Bi Inah yang membantu mu"


"Bi Ina tolong bantu Alika ganti baju"kata Han menyerahkan kursi roda Alika agar bisa didorong oleh bi Inah. Setelah selesai ganti baju Alika keluar didorong oleh bi Inah ke meja makan disana sudah terlihat Han yang sudah berganti bajunya dan pak Endi yang sudah tidak ada lagi.


"Pak Endi kemana?"tanya Alika celingak celinguk


"Udah pulang"jawab Han sambil membantu Alika mengambil makanan


"Eh Bibi mau kemana?"tanya Alika ketika melihat Bi Inah mau pergi


"Bi Inah tidak makan?"tanya Alika


"Sudah tadi nona"


"Bener?"tanya Alika lagi menatap bi Inah dengan kedua alis yang terangkat


"Ia nona"


"Kamu mau makan atau tidak?"tanya Han ketus Alika hanya bisa kaget


"Iaia pak direktur"


"Jangan memanggilku seperti itu"Han menatap Alika tajam Alika hanya bisa nyengir

__ADS_1


"Sayang boleh bantu aku ke kamar tamu aku ingin istirahat"Han mengerutkan alisnya


"Dikamarku"kata Han datar


"Tidak apa-apa aku tidur di kamar tamu saja"kata Alika dia tidak enak dengan Bi Inah yang ada di situ karena Alika dan Han belum menikah


"Ya sudah kamu tidur diluar apartemen"kata Han ketus


"Ia baiklah di kamarmu"kata Alika pasrah. Kemudian Han mendorong kursi roda Alika ke kamarnya. Malam itu Alika langsung selonjoran karena dia sangat kelelahan dan kakinya masih cenat-cenut dirasanya dia tidak bisa tidur. Dilihatnya Han sudah memejamkan matanya sementara Alika menatapnya.


"Sayang, kamu tidur?"tanya Alika


"Heemmm"kata Han masih memejamkan matanya


"Boleh aku bertanya sesuatu?"kata Alika lagi


"Hemmm"Han masih memejamkan matanya


"Kenapa tiba-tiba kamu mencintaiku?"tanya Alika penasaran karena yang dia tau selama ini Han sangat cuek padanya dan rasanya tidak mungkin Han seorang yang kaya, dingin dan cuek menyukai gadis sepertinya banyak diluaran sana wanita yang lebih cantik dan lebih kaya dari dia.


"Tidak usah di bahas"kata Han datar masih memejamkan matanya


"Ayolah aku hanya ingin tau, maksudku masih banyak diluar sanah lebih cantik dariku lebih kaya dariku dan tentunya lebih menguntungkanmu"Alika memelas


"Aku tidak suka mengulang perkataanku Alika"kata Han membuka matanya dan menatap Alika. Dia bingung menjelaskan bagaimana, dia bukan tipikal orang yang bisa menjelaskan perasaan yang dirasanya. Melihat itu Alika langsung manyung mengubah posisinya membelakangi Han.


"Huh aku kan hanya ingin tahu. Menyebalkan"kata Alika dalam hati. Tiba-tiba Han langsung melingkarkan tangannya ke perut Alika dan mencium kepalanya. Membuat Alika tersenyum dalam tidurnya.


_____________________________________________________


Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman.


Jangan lupa di like ya dan kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘

__ADS_1


Jangan lupa juga di vote yaa, tapi kalau tidak keberatan


Makasihh 💐💐


__ADS_2