
"Fello"
"Tya"
Via dan Fello saling berbarengan memanggil saat pandangan mereka bertemu di dalam lift.
Ziga menatap tajam ke arah Fello seakan ingin melumat habis seluruh bagian tubuh Fello.
"Senang bertemu denganmu Tya" sapa Fello sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat Via.
"Ah, apa kabar anda tuan Fello?" tanya Ziga yang langsung menyambar uluran tangan Fello sebelum Via sempat membalas jabatan tangan Fello dan tangan sebelahnya secara posesif melingkar di pinggang Via.
"Saya baik Tuan Ziga" jawab Fello sedikit tak senang karna niatnya ingin menyapa dan menjabat tangan Via di halangi oleh Ziga.
Via sendiri cukup kaget dengan sikap Ziga, tapi dia tak berfikir lebih. Via mengulurkan tangannya untuk mencoba berjabat tangan dengan pria yang telah menyelamatkan hidupnya tersebut.
"Apa yang kau lakukan di sini Fello ?" tanya Via sambil mengulurkan tangannya.
"Aku mengisi acara di pesta ulang tahun sebuah perusahaan" jawab Fello yang menyambut uluran tangan Via.
Ziga memutar matanya dengan kesal, dia tak dapat menghalangi lagi mereka berjabat tangan karna kali ini Via sendiri yang mengulurkan tangannya. Walau tak rela tangan istrinya di sentuh oleh pria lain, tapi Ziga berusaha menahan emosinya.
"Oh jadi kau mengisi acara di pesta perusahaan kami?" tanya Ziga kepada Fello, dia berusaha menjadi pembicara yang baik, karna Ziga tak mau istrinya terlibat pembicaraan dengan pria tersebut, walaupun Fello pernah menyelamatkan hidup Via , tapi itu semua tidak dapat menghilangkan rasa curiga dan cemburunya karna sebagai seorang pria dia tahu dan menyadari kalau Fello memiliki ketertarikan pada Via istrinya.
"Ya Tuan, sungguh suatu kehormatan bagi saya dapat menjadi bagian dari acara pesta anda" jawab Fello sopan walaupun dengan nada yang sedikit kaku.
__ADS_1
Suasana di dalam lift menjadi tegang, kedua pria tampan tersebut sama sama memancarkan aura dingin yang mencekam walau mereka berusaha menutupinya dari orang orang yang berada di sekitar mereka.
Di dalam lift hanya Steve yang merasakan aura mematikan tersebut. Dia berfikir jika kedua orang pria ini masing masing di berikan pedang pasti mereka akan saling bertarung untuk memperebutkan wanita cantik yang kini berada di tengah tengah mereka. Sebenarnya ini bukanlah hal yang pantas di lakukan oleh Fello memgingat Via telah menikah tapi Steve juga tak bisa menyangkal bahwa ketertarikan artisnya pada Via begitu besar sehingga dia tak berfikir secara logika.
"Wahh, aku menantikan penampilanmu" ujar Via gembira. Dia sama sekali tak menyadari aura permusuhan yang di keluarkan oleh Ziga yang terus memeluk pinggangnya secara posesif.
"Kita sudah sampai" ucap Ayu mengingatkan mereka ketika lift telah tiba di lantai 9. Ayu sangat mengerti karakter putranya dan dia tahu kalau saat ini Ziga sedang merasa terancam dengan kehadiran seorang pria tampan yang tampak sangat akrab dengan menantunya tersebut.
Mereka berlima pun segera keluar dari lift menuju tempat pesta. Sepanjang perjalanan menuju tempat pesta Ziga tak melepaskan Via sedikitpun, Ziga terus merangkul pinggang istrinya dengan posesif.
Fello sendiri hanya bisa menatapnya, ternyata hatinya belum bisa melupakan perasaannya pada Via. Via sendiri merasa tak enak dengan sikap Ziga yang posesif, dia mencoba tetap ramah pada Fello, karna bagaimanapun juga Fello adalah orang yang pernah menyelamatkan hidupnya.
Melihat banyak wartawan yang hadir Via merasa sedikit gugup saat hendak memasuki ruang pesta. Dia menghela nafas panjang.
Via merasa tenang mendengar bisikan Ziga, dia belum pernah di hadapi dengan situasi semacam ini. Ini adalah pertama kalinya dia tampil dengan Ziga suaminya di depan umum dengan di liput puluhan wartawan.
Walau masih sedikit gugup tapi genggaman tangan Ziga seolah memberi kekuatan yang tersembunyi. Mereka pun melangkah masuk ke ruangan pesta di iringi sorotan kamera dan juga tatapan iri para tamu undangan lainnya.
Ziga dan Via bagaikan Raja dan Ratu, kehadiran mereka tampak mencolok. Mereka benar benar pasangan serasi. Banyak dari para tamu undangan terutama wanita yang merasa patah hati setelah melihat pujaan hati mereka kini menggandeng seorang wanita yang cantik bak dewi. Tatapan tatapan iri para wanita tersebut membuat Via sedikit risih. Mereka menatap Via dengan tatapan membunuh karna Via telah merebut pria yang telah lama jadi idola para wanita yang hadir di sana.
Ziga sendiri tampak cuek, dia terus membawa Via berjalan menuju panggung.
"Sial, siapa wanita itu" umpat Lidya kesal melihat pujaan hatinya menggandeng mesra seorang wanita.
"Apakah itu kekasih Tuan Ziga?" tanya salah seorang karyawan wanita Ziga pada temannya.
__ADS_1
"Mungkin, ya ampun wanita itu sangat cantik Tuhan. Mereka adalah pasangan yang serasi" jawab temannya menimpali.
"Serasi dari mana, aku lah yang pantas mendampingi Tuan Ziga" batin Lidya kesal mendengar percakapan beberapa teman kerjanya.
"Kakak" panggil Via pada Reza yang ternyata sudah ada di pesta bersama Danu ayah mertuanya.
"Hai, adikku yang cantik" jawab Reza sambil merentangkan tangannya memeluk adiknya tercinta.
Via pun melepaskan genggaman Ziga dan menghambur ke pelukan Reza, beberapa hari tak bertemu membuatnya merindukan kakak laki lakinya tersebut. Sementara Ziga sendiri memandang mereka dengan tatapan tak rela. Dia benar benar tak ingin Via bersentuhan dengan laki laki lain walaupun itu adalah kakak kandungnya sendiri.
"Apa kabar kakak ipar?" sapa Ziga dengan cepat agar Via segera melepas pelukannya.
"Aku baik, terima kasih sudah mengundangku ke acara ini" jawab Reza mengulurkan tangannya ke arah Ziga.
Ziga menyambut uluran tangan Reza, kemudian mengajak mereka semua duduk bersama di satu meja.
Acara di atas panggung pun telah di mulai.
" Mari kita sambut aktor, penyanyi dan juga model yang saat ini sedang melejit namanya
Ricardo Fello Augusto" ucap sang pembawa acara di atas panggung.
Tepuk tangan dan sorak sorai pun terdengar meriah tatkala Fello keluar dari belakang panggung. Wajahnya yang tampan dan penampilannya yang elegan mampu menyihir para kaum wanita di sana.
Fello menuju piano besar yang terdapat di atas panggung. Ketika jemari Fello menekan tuts tuts piano dan memainkan sebuah lagu yang indah Via memandangnya dengan kagum. Via mengingatnya, Fello memainkan lagu yang sama ketika dia pernah berada di villanya waktu itu. Memori tersebut pun berputar kembali di otak Via.
__ADS_1