
Qi yuang membuka pintu kamar Han xinxin, dan melihat Han xinxin yang sudah tertidur pulas
"Kamu sudah tertidur sangat pulas! Aku jadi penasaran, pekerjaan apa yang sudah kamu dapatkan Hingga kelelahan seperti ini, bahkan mengganti pakaian pun kamu tidak sempat" Qi yuang menyelimuti Han xinxin dan melangkahkan kakinya, untuk keluar dari dalam kamar Han xinxin, dan tidak lupa iya mematikan lampu yang masih menyala
Qi yuang menutup pintu kamar Han xinxin dan berjalan ke arah kamar pribadinya, iya duduk di kursi dan melihat berkas kasus yang ada di atas meja
Qi yuang mengamati, berkas yang baru siang tadi iya dapatkan dari kantor polisi
"Sekarang banyak kasus, yang melibatkan banyak wanita/gadis yang hilang, apa ini sebuah penculikan?" Qi yuang melihat semua foto-foto wanita yang sudah di nyatakan hilang
"Jika ini sebuah penculikan, apa motif semuanya hanya karena uang?" Qi yuang terdiam sambil menyentuh dahinya, Karena merasa pening, memikirkan kasus yang harus di tangani olehnya
"Ini tidak mudah untuk di pecahkan, sama sekali tidak ada petunjuk!"
*
*
*
Taksi berhenti di sebuah lorong, menuju rumah susun yang ada di tanjakan depan
Terlihat sopir dan seorang penumpang wanita keluar dari dalam mobil
Sang sopir, mengeluarka sebuah koper dari dalam bagasi, dan memberikannya kepada wanita itu
"Terimakasih" ucap si wanita sambil menerimah kopernya dan berjalan, setelah mobil taksi yang baru saja di tumpanginya melaju pergi
"Ma,, aku akan segera sampai, ingat untuk menungguku untuk makan malam. Malam ini,, kita akan berkumpul bersama untuk merayakan kepulangan ku" wanita itu menutup panggilannya dan menyimpan ponsel kembali ke dalam tas yang iya Selempang, berjalan sambil menarik kopernya
Dengan santai wanita itu berjalan dengan senyum bahagia di bibirnya.
Setelah berjalan beberapa menit, wanita itu sesekali melihat sekelilingnya
"Karena jalan disini sangat sempit, membuat taksi tidak bisa masuk dan aku harus berjalan kaki sejauh ini, di kegelapan malam yang begitu menakutkan," wanita itu berkeluh kesah
__ADS_1
"Setelah aku memiliki uang yang banyak, aku akan membeli sebuah rumah untuk keluarga ku,. Yang dekat dari jalan besar, agar mereka tidak kesusahan ketika sedang pulang kerja, Mereka tidak akan capek-capek lagi untuk berjalan kaki seperti aku sekarang ini"
Fannya,, nama dari wanita itu! Terus berjalan dengan mengoceh terus menerus pada diri sendiri, agar bisa melewati jalan yang sepi tanpa rasa takut, dengan cara terus meramaikan suasana seorang diri,
tapi.. tiba-tiba fannya berhenti untuk melangkah, saat iya merasa seseorang sedang mengikutinya dari belakang, merasa seseorang sedang mengawasinya
Fannya menoleh untuk melihat ke belakang tapi tidak ada seorang pun di sana
Fannya melihat kanan kirinya, tapi,, tetap saja iya tidak melihat siapa-siapa
"Apa mungkin hanya perasaanku saja?"Fannya untuk sesaat terdiam dan kemudian menoleh untuk sekali lagi
Saat sudah meyakinkan diri, bahwa tidak ada apa-apa, Fannya kembali berjalan.
"Apa yang aku pikirkan? Mana mungkin ada orang yang akan kelayapan di tempat seperti ini? Selain aku, yang bodoh ini!" Fannya mengumpat dirinya sendiri
Namun,,, siapa sangka dan entah datang darimana, seorang pria yang berbadan tinggi dengan memakai topeng tiba-tiba saja berdiri di depan fannya
"Aahhk..., Fannya berteriak karena terkejut dan kembali berhenti untuk melangkah
Dengan pelan fannya melangkahkan kakinya berjalan mendekat pada pria yang ada di hadapannya, berdiri tanpa mengatakan apa-apa
"Kka.. kkamu. Ssiapa?" Tanya Fannya merasa takut
Pria yang berdiri di hadapan fannya tersenyum, dan mengangkat tangan dengan sebuah palu di tangannya dan langsung memukul kepala fannya, hingga membuatnya pinsang, dan setelah itu menyeret tubuh fannya.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 07.30. Han xinxin yang masih terbaring di tempat tidur dengan gerakan malas, meraih jam yang ada di atas meja.
Dengan pelan Han xinxin membuka mata dan melihat jam yang ada di tangannya
Seketika mata Han xinxin terbelalak, setelah melihat jam yang ada di tangannya
"Sekarang sudah pukul 07.30," Han xinxin bangun dan duduk
__ADS_1
"walah-walah aku akan terlambat" Han xinxin dengan cepat turun dari tempat tidur dan dengan segera masuk kedalam kamar mandi, dan setelah berganti pakaian, Han xinxin secepatnya berjalan keluar dari dalam kamar
"Xinxin,,, aku baru saja ingin memanggilmu untuk sarapan bersama," Qi yuang berhenti untuk melangkah saat melihat Han xinxin keluar dari dalam karmanya
"Haa,,," Han xinxin melihat Qi yuang yang sudah berdiri di hadapannya
" sekarang matahari Sudah tinggi, tidak ada kesempatan untuk sarapan dengan baik,. Maaf aku terburu-buru. Hari ini aku tidak bisa menemanimu untuk sarapan" tanpa melihat Qi yuang, Han xinxin terus berjalan untuk keluar
"Tapi sarapan itu perlu, jangan karena pekerjaan, kamu sampai lupa untuk mengisih perut, itu akan membuatmu sakit" Qi yuang mengikuti Han xinxin dari belakang
Karena perkataan Qi Yuang,, Han xinxin berhenti untuk sesaat dan melihat Qi yuang dengan raut wajah yang terlihat pasrah
"Kamu benar,,, tapi hari ini aku tidak boleh terlambat, ini hari kedua aku bekerja, aku tidak ingin sebagai pegawai baru, Membuat kesan yang tidak baik kepada atasan" Han Xinxin membuang nafas dengan keras
"Hheee.." Han xinxin melanjutkan langkahnya
Melihat Han xinxin begitu tidak berdaya, Qi yuang tidak lagi menghalanginya, dia hanya mengikuti Han xinxin sampai di depan pintu sambil terus berpikir
"Tunggu,,," tiba-tiba Qi Yuang meminta Han xinxin untuk menunggunya
setelah mengatakan itu, Qi yuang dengan cepat ke dapur mengambil sepotong roti dan segelas susu untuk Han xinxin, dan membawanya keluar
karena Qi yuang tidak ingin Han xinxin sampai kelaparan karena tidak sarapan,
Iya hanya bisa memberinya untuk bekal Han xinxin, agar dia bisa memakannya sambil berjalan
"Meskipun kamu harus bekerja! tapi,, setidaknya tetaplah untuk menjaga kesehatan kamu, jangan sampai telat makan itulah yang paling penting." Qi yuang menyodorkan roti yang iya potong kecil, ke mulut Han xinxin
"Buka mulut mu" Karena perintah Qi yuang dengan sangat lembut, Han xinxin pun langsung membuka mulutnya dengan perasaan canggung
Qi yuang menyuapi Han xinxin dengan roti, dan tersenyum melihat Han xinxin yang sedang mengunyah
" Dengan begini,, aku tidak akan merasa khawatir lagi, kamu akan kelaparan" ucap Qi Yuang
"Aku bisa sendiri" dengan cepat Han Xinxin mengambil roti yang ada di tangan Qi Yuang, saat melihat Qi yuang hendak ingin memotongnya dan menyuapinya kembali.
__ADS_1
Han xinxin langsung memasukkannya ke mulutnya dan memakannya