Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Apa kau masih menyukainya?


__ADS_3

Via terbangun ketika sinar matahari mulai menyorot ke jendela kamarnya. Via menatap wajah pria yang kini masih tertidur lelap di sisinya. Wajah tampan pria yang telah menawarkan pernikahan kontrak padanya, membantu pengobatan kakaknya dan kini wajah tampan itu pula yang telah berhasil mengisi kekosongan hatinya. Via merasa beruntung karna telah mendapatkan seorang suami yang baik, tampan, pengertian dan juga sangat menyayanginya. Via meraba wajah suaminya, menelusuri lekuk wajah Ziga kemudian telunjuknya berhenti di bibir tipis Ziga. Via memandangi bibir Ziga kemudian memberanikan diri mencium bibir tipis Ziga yang terasa dingin. Itu hanya ciuman ringan tapi Via merasakan malu yang luar biasa, dia pun segera bangkit dari tempat tidur kemudian berlari menuju kamar mandi.


Ziga sendiri sebenarnya telah terbangun, tapi dia sengaja tidak membuka matanya ketika Via meraba raba wajahnya. Ziga sempat terkejut karna tiba tiba Via mencium bibirnya. Walaupun hanya ciuman singkat tapi itu membuat Ziga bahagia, karna baru kali ini Via berinisiatif untuk menciumnya lebih dulu. Seulas senyum pun tersungging di sudut bibir Ziga.


Di dalam kamar mandi Via terkejut saat berkaca dan melihat seluruh tubuh dari leher hingga perut banyak terdapat jejak keunguan hasil karya Ziga. Via hanya dapat menggelengkan kepalanya. Mungkin benar apa yang semalam di katakan oleh Ziga, andai saja semalam mereka benar melakukannya mungkin pagi ini dia belum tentu bisa bangun , mengingat hasrat seksual suaminya yang begitu tinggi. Via berfikir dia harus mempersiapkan diri sebaik baiknya agar dapat mengimbangi Ziga pada nanti saat malam pertama mereka.


Setelah hampir satu jam akhirnya Via keluar dari kamar mandi, Ziga sendiri terlelap kembali karna terlalu lelah. Via memakai baju yang dapat menutupi lehernya, karna ia merasa malu kalau harus memperlihatkan hasil karya suaminya apa lagi saat ini di Mansion masih ada ibu dan ayah mertuanya.


Melihat Ziga yang masih tertidur lelap, Via pun memutuskan untuk tak membangunkannya. Dia segera turun ke bawah untuk menemui Ayah dan Ibu mertuanya untuk sarapan bersama.


"Pagi Mah, Pah" sapa Via kepada kedua mertuanya yang telah ada di ruang makan.


"Pagi, sayang" jawab Ayu sedangkan Danu hanya menganggukkan kepalanya karna kebetulan dia sedang menerima panggilan telpon.


"Mana Ziga ? " tanya Ayu


"Ziga masih tidur Mah, mungkin dia masih lelah" jawab Via


"Biar nanti Via yang bawa sarapannya ke atas" ucap Via.


"Iya, sebaiknya jangan ganggu dia" ucap Ayu


"Biarkan Ziga tidur lebih lama" tambah Ayu.


"Bila nanti Ziga bangun, bilang padanya hari ini istirahat saja" ucap Danu yang telah menyelesaikan panggilan telponnya.

__ADS_1


"Semua sudah Papah urus, kalian nanti malam hanya tinggal datang untuk menghadiri pesta" kata Danu.


"Baik Pah" jawab Via hormat.


"Ayo sebaiknya kita sarapan" ajak Ayu.


Mereka pun mulai sarapan dengan tenang.


"Hari ini kamu di rumah saja temani Ziga" tukas Ayu


"Mamah akan siapkan pakaian yang akan kalian pakai untuk pesta nanti" tambah Ayu.


"Iya Mah" jawab Via, sebenarnya dia merasa tak enak karna semua ibu mertuanya yang telah menyiapkan tapi jika dia menolak itu akan lebih tak sopan. Akhirnya Via pun hanya bisa menurut apa yang di katakan oleh Ayu ibu mertuanya.


Via baru teringat bahwa kakaknya hari ini akan keluar dari rumah sakit, mungkin karna dari kemarin dia terus mengkhawatirkan Ziga sehingga dia sedikit terlupa dengan Kakaknya .


"Terima kasih Mah" ucap Via tulus.


"Kita ini keluarga, kamu tak perlu mengucapkan terima kasih" jawab Ayu


"Sebelum kalian pulang ke Indonesia sebaiknya kakakmu tinggal di sini" kata Ayu


"Masih ada kamar kosong di atas" tambah Ayu.


"Nanti setelah semua masalah di sini selesai kalian bisa segera pulang ke Indonesia, serta kamu dan Ziga juga bisa segera pergi berbulan madu" tukas Ayu

__ADS_1


Mendengar ucapan ibu mertuanya tentang bulan madu wajah Via seketika berubah menjadi merah, dia teringat kembali kejadian semalam.


"Ya sudah Mamah pergi ke butik dulu" pamit Ayu membuyarkan lamunan Via.


"Iya Mah" jawab Via.


Sebelum Ayu pergi suaminya Danu telah pergi lebih dahulu ke perusahaan. Jadi di Mansion hanya ada Via dan Ziga. Para pelayan juga di bawa untuk membantu menyiapkan acara ulang tahun perusahaan nanti malam.


Via pun menuju dapur dan menyiapkan sarapan yang akan di bawa ke atas untuk suaminya Ziga.


Sementara itu di bandara pesawat yang di tumpangi oleh Fello dan Steve telah mendarat. Akhirnya Fello mengambil pekerjaan ini, alasannya seperti yang di katakan oleh Steve bahwa bayarannya cukup tinggi dan juga Fello ingin mengetahui keadaan Tya setelah hampir 3 bulan mereka tidak bertemu. Awalnya Fello menolak pekerjaan ini, tapi setelah dia memikirkannya tak ada gunanya menghindar dari perasaannya, dia harus berani menghadapi perasaan yang di milikinya. Walau dia menyukai Tya tapi karna Tya telah menikah dia tidak mau mengganggunya kehidupan rumah tangga Tya. Baginya melihat Tya bahagia itu sudah lebih dari cukup. Oleh karna itu dia menerima pekerjaan untuk mengisi acara di pesta ulang tahun perusahaan Ziga.


"Bagaimana keadaan Tya sekarang?" tanya Fello pada Steve manajernya.


"Aku dengar sekarang dia sudah bisa berjalan" jawab Steve.


"Ehm, syukurlah jika dia telah kembali normal" ucap Fello


"Apa kau masih menyukainya?" tanya Steve pelan karna takut akan menyinggung Fello


Fello memejamkan matanya, berpura pura tak mendengar pertanyaan Steve.


Steve pun tak mendesaknya, baginya sikap Fello seperti itu telah membuktikan bahwa dia belum mampu melupakan Tya dan menghilangkan perasaannya walaupun Fello tahu bahwa perasaannya itu tidak mungkin.


Akhirnya perjalanan menuju hotel pun menjadi hening karna tak ada salah satu dari mereka yang melanjutkan percakapan.

__ADS_1


__ADS_2