
"Jawab yang jujur Rik, apa Ziga meretas akunku ?" tanya Via kesal.
Erik yang merasa tak enak hati hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Erik" jerit Via, dia bertambah kesal akan sikap Erik.
"Iya, ya Vi. Tapi maksud Tuan baik, sejak peristiwa penculikan itu Tuan jadi lebih berhati hati, Tuan melakukan itu semua agar dapat melindungimu" ucap Erik berusah menjelaskan kepada Via agar wanita itu tak bertambah marah.
"Tapi itu melanggar privasiku" ucap Via tak senang.
Via merengut kemudian masuk ke dalam rumah meninggalkan Erik di taman. Dia benar benar kesal karna akun sosial medianya telah di retas oleh Ziga.
Erik pun mengejar Via, mengikutinya masuk ke dalam rumah. Kondisi kaki Via sudah mulai membaik, kini dia sudah tidak menggunakan tongkat, hanya saja jalannya masih perlahan karna itu tak perlu banyak langkah bagi Erik untuk dapat menyusul Via.
"Aku tahu kamu marah Vi, tapi tolong mengerti keadaan ini. Tuan melakukan itu demi kebaikanmu. Kau tahu ketika kau di culik kemudian menghilang dia benar benar merasa terpukul dan menyalahkan dirinya sendiri karna tak dapat melindungimu" jelas Erik.
Mendengar penjelasan Erik sebenarnya Via dapat memaklumi sikap Ziga, hanya saja dia masih sedikit kesal karna sekarang privasinya telah terganggu.
"Ehmm..baiklah aku mengerti" ucap Via
"Tapi apa maksud kedatanganmu kesini? tanya Via
"Apa Ziga yang memintamu untuk datang ?" tanya Via lagi
Erik menggelengkan kepalanya
"Tuan tak tahu kalau aku datang menemuimu" jawab Erik
"Aku melakukan ini karna aku prihatin dengan kehidupan rumah tangga kalian" ucap Erik
__ADS_1
"Tuan sangat mencintaimu Vi, aku harap kau bisa membuat keputusan yang bijak" tambah Erik.
Setelah mengatakan hal tersebut Erik pun pamit pada Via. Dia ingin memberi Via waktu agar dapat berfikir dan mencerna semua kata katanya tadi.
Sepeninggalan Erik, Via berfikir keras.
"Apakah benar Ziga mencintaiku ?" batin Via
"Tapi semudah itukah seseorang bisa jatuh cinta, dia baru saja putus dengan Sarah bagaimana mungkin dia bisa jatuh cinta padaku, apa mungkin aku hanyalah sebagai pelarian baginya" fikir Via
"Aku tak mau terluka untuk yang kedua kalinya, Aku tak mau merasakan lagi sakitnya di khianati" gumam Via sambil mengenang kisah cinta pertamanya yang membuatnya terluka.
#flasback on#
"Hai, boleh aku duduk disini ?" tanya seorang pria tampan bertubuh tinggi ramping berkulit cerah yang kini ada di hadapan Via.
Via tak menjawab, dia hanya mengangguk kemudian melanjutkan kembali membaca buku yang di pegangnya.
Beberapa jam duduk berhadapan di perpustakaan keduanya tak terlibat pembicaraan. Mereka berdua hanya fokus pada buku yang di baca masing masing.
Setelah sekitar dua jam berada di dalam perpustakaan, Via pun bersiap untuk melangkah pergi karna beberapa saat lagi dia harus menghadiri kelas.
Suasana di kantin kampus sangat ramai, Via menoleh ke kiri dan kanan untuk melihat apakah ada meja kosong yang dapat ia tempati untuk menghabiskan makan siangnya
" Vi, sebelah sini" panggil Serra sahabat baik Via dari kejauhan.
Via pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya, di sana ada Serra dan juga dua orang pria yang sedang makan bersama.
Via mengenali salah satu dari pria tersebut adalah Tomy kekasih Serra, sedangkan pria yang satu lagi Via tak mengenalnya.
__ADS_1
Via pun berjalan menhampiri Serra dan para pria tersebut.
"Duduklah di sana" ucap Serra menunjuk bangku di hadapannya yang berarti Via harus duduk di sebelah pria yang tak di kenalnya.
Sebenarnya Via adalah seorang gadis yang ceria, dia bisa bergaul dengan siapa saja, hanya saja dia termasuk gadis yang pemalu bila harus di hadapkan dengan lawan jenis. Itu lah mengapa setelah hampir 20 tahun usianya Via belum pernah sekalipun berpacaran.
Sejujurnya banyak pria yang berusaha memikat hatinya bahkan sejak dia masih SMA, tapi semuanya di tolak karna dia memilih untuk lebih berfokus pada studinya dari pada harus memikirkan tentang percintaan.
"Oh ya Vi, kenalkan ini Rasya dia sahabatku sewaktu kecil. Dia adalah mahasiswa pindahan baru semester ini" ucap Tomy memperkenalkan Rasya pada Via.
"Hai, aku Rasya" ucap Rasya sambil mengulurkan tangannya.
"Hai, aku Via" balas Via sembari menjabat uluran tangan Rasya.
Dari perkenalan itu komunikasi antara mereka pun berlanjut. Rasya selalu mengantar jemput Via ke kampus walaupun sedang tak ada kelas. Awalnya Via selalu menolak tapi karna Rasya tetap bersikeras akhirnya ia pun pasrah.
Tahun kedua kuliah hubungan mereka semakin dekat. Rasya telah menyatakan cintanya kepada Via. Dan Via pun menerimanya karna melihat kesungguhan hati Rasya. Mereka berdua adalah pasangan favorit di kampus, yang satu adalah wanita cantik dan pintar sementara satu lagi adalah pria tampan yang berasal dari keluarga yang kaya.
Hubungan mereka pun terus berlanjut bahkan ke tahap yang lebih serius. Rasya telah melamar Via, mereka telah bertunangan. Dan rencananya pernikahan tersebut akan di gelar tiga bulan lagi setelah mereka menyelesaikan kuliahnya.
Tapi siapa sangka dua bulan menjelang pernikahannya Via memergoki Rasya berselingkuh dengan sepupunya sendiri.
Hati Via begitu hancur, walaupun Rasya telah meminta maaf padanya Via tak dapat memaafkan pengkhianatan itu. Apa lagi satu beberapa hari setelah memergoki perselingkuhan Rasya dia mendengar kabar kalau sepupunya telah hamil 4 bulan atas perbuatan Rasya. Itu artinya mereka berdua telah menipu Via selama 4 bulan. Mereka menjalin hubungan di belakang Via, itulah yang membuat Via benar benar merasa terpuruk hingga tak percaya lagi akan kata cinta
#flasback off#
Tak terasa sebulir air mata menetes di pipi Via ketika mengingat kenangan pahitnya tersebut.
Saat ini dia memikirkan kata kata Erik bahwa Ziga mencintainya. Tapi akankah dia mempercayai bahwa Ziga benar benar mencintainya dengan tulus atau Ziga hanya memperlakukannya sebagai pelampiasan karna telah putus dari kekasihnya.
__ADS_1
Segala macam pemikiran berkecamuk di hati Via. Akhirnya dia pun memilih untuk tidur guna menenangkan hati dan fikirannya.