Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
dia teman nona?


__ADS_3

Di sebuah kamar apartemen, Li Ceng duduk bersandar di kursi sambil memainkan pulpen di jemari tangannya.


Iya menatap lurus kedepan tanpa berkedip, mengingat kejadian hari ini di kantor. Di mana Li fan kembali muncul di sana


"Li fan,,, Li fan,,, kamu sudah memancingku untuk melakukan sesuatu lagi padamu"


Li Ceng berhenti untuk memainkan pulpen dan menyimpannya, dan iya meraih sebuah bingkai foto yang terdapat di atas mejanya,


Li Ceng meniupnya dan mengusap-usap debu yang terdapat di kaca bingkai foto dengan lengan jas yang iya kenakannya, kemudian menatapnya dengan jemu


("Kakak,,, Yan Yan kesakitan, Yan Yan sangat menderita, Yan Yan lelah jika harus seperti ini terus"


"Tidak sayang,,, kamu harus bertahan, kakak akan mencari uang yang banyak, agar hidup kita tidak akan pernah menderita lagi, apapun akan kakak lakukan untuk menghasilkan banyak uang")


Li Ceng mengenang hidupnya di masa kecil bersama dengan Yan Yan


"Yan Yan,,, hidup begitu sulit,,, tapi sesulit apapun itu, kakak berjanji akan selalu membahagiakanmu." Li Ceng tersenyum, iya meletakkan kembali bingkai foto itu di tempatnya semula


"Sedikit lagi,, tinggal sedikit lagi! Aku akan menguasai perusahaan Li fan, setelah mendapatkan semuanya, aku pastikan,, tidak akan ada lagi yang bisa mengusikku, mereka akan memandangku dan menghormati ku! meski aku hanya anak pungut, aku pastikan setelah semuanya menjadi milikku, mereka semua akan patuh padaku." Li Ceng tersenyum jahat


"Setelah semuanya ada dalam kendaliku, aku akan membuat semua orang yang sudah merendahkan ku, mendapat balasan dariku"


("Tuan Li,,, anda sangat terkenal di kalangan bisnis, anda orang terhormat dan di patuhi banyak orang, tapi,, kenapa Anda harus memelihara anak pungut? dia itu anak yang tidak di ketahui asal usulnya, kenapa harus membiarkannya tinggal di rumah anda? Padahal anda memiliki anak kandung sendiri, apa itu belum cukup?


"Tuan Li,, anda harus hati-hati. Bagaimana jika dia membawa kesialan untuk keluarga anda?")


Li Ceng mengepalkan tangannya, mengingat penghinaan yang selalu terngiang di kepalanya


"Fu thu,,, setelah aku menguasai segalanya, orang yang pertama aku singkirkan itu adalah kamu, aku akan menjatuhkan mu hingga kamu tidak akan bisa mampu untuk berdiri lagi"


Tok.. tok.. tok.. tiba-tiba di tengah lamunannya suara pintu terdengar


Li Ceng yang dari tadi, sibuk pada pemikirannya sendiri, menoleh dan melihat Fei yang sudah membuka pintu tanpa mendapat izin darinya


"Tuan,, Li fan baru mengalami kecelakaan di jalan setelah meninggalkan kantor, dan sekarang dia di rawat di rumah sakit" Fei yang menyampaikan kabar tentang Li fan yang mengalami kecelakaan

__ADS_1


"Oo.. "Li Ceng tersenyum


"Dia sangat beruntung, ini yang kedua kalinya iya lolos dari maut, Li fan ternyata memiliki umur yang panjang juga" Li Ceng berdiri dari duduknya


"Hari ini,, pikiranku sangat kacau, Aku ingin mencari kesenangan di luar, hari ini,,, kedatangan Li fan ke perusahaan Membuatku hilang selera" Li Ceng berjalan keluar dari ruangan yang iya tempati


***


Han Xinxin duduk bersama dengan Qin Yan Yan, di bangku taman belakang rumah sakit


Mereka berdua duduk sambil bersandar di sandaran bangku, sembari menyilang kedua tangannya, dan meletakkan di bawah dada mereka


Ke duanya mendongakkan kepalanya melihat langit yang begitu cerah


"Hhheeee...." Qin Yan Yan menghela nafas


Han xinxin menoleh dan melihat Qin Yan Yan, yang masih melihat langit


"Ada apa? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Han xinxin menaikkan satu kakinya ke bangku dan duduk menghadap pada Qin Yan Yan Yang masih menikmati indahnya langit biru


Qin Yan Yan yang masih mendongakkan kepalanya tersenyum, dan iya melihat Han xinxin yang sudah menatapnya


"Tapi,,, semuanya hanyalah hayalan semata, penyakit ku ini sangat menyukaiku, sampai-sampai iya enggang untuk pergi dariku"


Mendengar Ucapan Qin Yan Yan, Han xinxin Memegang tangannya


"Jangan putus asah, kamu gadis yang kuat. Aku tahu kamu bisa melewati semuanya, jika kamu menyerah bagaimana dengan saudaramu? Dia tulus menyayangi mu, dia sangat mencintaimu. Kasihan dia jika Mendengar kata putus asa darimu" Han xinxin memberi semangat pada Qin Yan Yan


"Oh iya,, kamu sudah berada di luar cukup lama, sebaiknya kamu masuk, aku harus pulang dulu, takutnya seseorang mencariku karena tidak memberitahu keberadaan ku" Han xinxin berdiri


"Jika kakakmu tahu aku membawamu keluar tanpa izin darinya, dia pasti memarahiku, dan aku tidak ingin itu terjadi. Sebelum dia datang menjenguk mu sebaiknya kamu masuk dan istirahat" jelas Han xinxin


"Baiklah" Qin Yan Yan berdiri


Keduanya berjalan bersama menuju ruang kamar Qin Yan Yan

__ADS_1


"Yan Yan,, sekarang aku harus pergi, lain waktu aku akan datang dan menjenguk mu kembali" Han xinxin berjalan dan melambaikan tangan pada Qin Yan Yan


Suasana Han xinxin sedikit baik dia tersenyum, dan terus melangkahkan kakinya


"Mungkin Qi yuang belum kembali, sebaiknya aku jalan-jalan saja dulu" Han xinxin berdiri di area pelintasan, untuk menunggu lampu pelintasan menyalah


"Tuan bukankah, dia teman nona? Mendengar perkataan Fei yang, Li Ceng melihat keluar melalui jendela kaca mobilnya


"Tepikan mobil" Li Ceng memberi perintah kepada Fei yang untuk memberhentikan mobil, saat melihat Han xinxin berdiri di tepi jalan


Li Ceng menurungkan kaca jendela mobilnya dan menyapa Han xinxin


"Xinxin,,, " Mendengar seseorang menyebut namanya, Han xinxin menoleh dan melihat Li Ceng yang ada di dalam mobil


"Apa yang kamu lakukan?" Li Ceng bertanya pada Han xinxin yang terlihat kebingungan


"Qin Shu min?" Han xinxin bertanya pada diri sendiri dan melangkahkan kakinya mendekat pada mobil Li Ceng


"Sangat kebetulan melihatmu disini, mau kemana?" Li Ceng membuka pintu mobil dan turun dari mobil dan berdiri di depan Han xinxin


"Kak Shu min,,," Han xinxin menyapa Li Ceng sambil menundukkan kepalanya


"Itu,,, aku habis menjenguk Yan Yan, dan sebelum kembali ke apartemen, aku berniat untuk jalan-jalan sebentar" Han xinxin tersenyum


" Kak Shu min, ingin menjenguk Yan Yan juga?"


"Tidak,,," Li Ceng menggelengkan kepalanya


" hari ini aku gelisah karena banyak pikiran, tidak baik menjenguknya dengan perasaan yang seperti ini" Li Ceng melihat Han xinxin, iya terus menatapnya membuat Han xinxin merasa tidak nyaman


Di dalam pikiran Li Ceng memiliki pikiran mengajak Han xinxin untuk menemaninya sebentar


"Xinxin,,, aku belum makan siang, apa kamu mau menemaniku makan?"


Ajakan dari Li Ceng membuat Han xinxin tersenyum, iya mengangguk tanpa berpikir panjang

__ADS_1


"Kalau boleh jujur, aku pun juga belum makan siang" Han xinxin cengingisan dengan perasaan malu


"Sangat kebetulan, kalau begitu kita ke restoran" ajak Li Ceng


__ADS_2