
Reza kembali mencengkeram kerah kemeja Ziga,
"Katakan, bagaimana adikku bisa pergi?!" Reza berteriak di depan muka Ziga.
"Kau menyakiti Via." Reza menuduh adik iparnya tersebut sambil mengguncang tubuhnya.
Lagi-lagi Ziga tak mampu menjawab, pria itu hanya bisa diam dan pasrah menghadapi kemarahan Reza.
Reza menghempaskan tubuh adik iparnya tersebut, walau dalam keadaan emosi dan marah pria itu juga tidak bisa berbuat semena-mena pada Ziga.
Selama ini Reza belum terlalu mengenal Ziga, mereka hanya bertemu beberapa kali, itu pun di saat Reza masih menderita amnesia. Reza juga tidak pernah mengetahui alasan pria itu bisa menikah dengan adiknya.
"Maaf," lirih Reza setelah puas memukul Ziga. Pria itu duduk di lantai sambil menutupi wajahnya.
Pria itu menyesal telah memukuli Ziga, namun ia lebih menyesal karena tidak dapat menjaga Via adik satu-satunya tersebut. Orang tua mereka telah tiada, menjaga Via sudah menjadi tanggung jawabnya. Namun, kini wanita itu telah menghilang. Reza merasa bersalah karena telah lalai melindungi adik kandungnya itu.
Ziga bangkit kemudian mendekati Reza, lalu duduk di sebelah kakak iparnya tersebut.
"Aku yang seharusnya minta maaf Kak," ucap Ziga penuh sesal sembari menepuk bahu Reza.
"Sebagai seorang suami, Aku tidak dapat menjaga istriku sendiri. Maafkan Aku Kak," mohon Ziga.
Pria itu benar-benar menyesal dengan perbuatannya yang menyakiti Via. Saat ini dia baru tersadar setelah lelaki itu merasakan kehilangan wanita yang di cintai tersebut.
Walau pada awalnya pernikahan mereka hanya sebuah pernikahan kontrak, namun seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta tumbuh di antara mereka. Hanya saja, Ziga yang pernah mengalami rasanya di khianati menjadi lebih posesif pada Via, sehingga menyebabkan kesalahpahaman di antara mereka.
"Tuan, apa kita akan mencari ke tempat lain lagi?" Erik yang bertanya kali ini setelah cukup lama terdiam.
Ziga mengangguk menjawab pertanyaan Erik, karena Via tidak berada di rumah Reza maka dari itu dia harus berusaha lebih keras lagi untuk menemukan istrinya tersebut.
Ziga pun pamit undur diri pada Reza, dia tidak ingin berlama-lama menunda pencarian istrinya itu. Walau ia sendiri masih tak tahu harus mencari kemana lagi namun tekadnya tak pudar. Ia ingin segera menemukan Via sang istri.
"Kita akan mencari di mana lagi Tuan?" tanya Erik pada Ziga ketika mereka telah berada di mobilnya.
__ADS_1
Ziga terdiam, pria itu nampak berpikir sebentar. Ziga memutar otaknya mencari cara tercepat untuk menemukan istrinya tersebut.
"Pasang iklan di berbagai media, katakan juga jika mereka dapat memberikan informasi tentang keberadaan Via akan di beri imbalan 500 juta." Ziga berkata sambil memejamkan matanya.
Mungkin ini adalah cara terakhir yang dapat ia lakukan untuk menemukan istrinya tersebut. Dia juga telah memerintahkan beberapa orang detektif untuk menyelidiki keberadaan Via. Namun hingga saat ini mereka belum memberikan kabar baik seperti yang di harapkan oleh Ziga.
Maka dari itu, Ziga berharap dengan memasang iklan di media dia dapat dengan segera menemukan istrinya tersebut.
Apalagi dengan memberikan imbalan tentunya akan banyak orang yang merasa tertarik. Sehingga kemungkinan untuk menemukan Via akan lebih besar.
Ziga menghela nafas berat, pria itu teringat kembali saat awal pertemuannya dengan Via. Dia juga mengingat saat-saat mereka bersama. Walau kebersamaan mereka hanya sebentar, namun dapat menyisakan kenangan yang mendalam bagi Ziga.
Kini, pria itu menyesal, bahkan sangat menyesal. Andai saja ia dapat menahan emosinya agar tidak cemburu pada Via. Tentu semua ini tak akan terjadi. Dan seandainya saja malam itu dia tidak minum sampai mabuk, tentu hal ini tak akan terjadi. Via tak akan meninggalkannya seperti saat ini.
Jika semua itu tidak terjadi, mungkin saja saat ini dia sedang menikmati indahnya bulan madu mereka seperti yang telah di rencanakan sebelumnya.
Namun, semua sudah terlambat. Ibarat nasi yang telah menjadi bubur, tak ada lagi yang dapat ia lakukan selain mencari Via dan memohon maaf pada wanita itu atas semua kesalahan yang telah ia lakukan.
Sementara itu di panti, Maureen begitu gembira menyambut kedatangan Demyan. Gadis itu juga sangat antusias ingin memperkenalkan kekasihnya itu kepada Via sahabatnya.
Yang jelas, Via tidak ingin kembali pada Ziga. Hati dan harga dirinya masih terlalu sakit atas perlakuan pria itu.
"Vi kenalkan ini kekasihku Demyan." Maureen memperkenalkan Demyan kepada Via sahabatnya tersebut.
Via mengulurkan tangan sopan untuk berkenalan dengan Demyan. Namun ternyata Demyan tak menanggapi uluran tangan Via. Pria itu terpaku menatap wajah Via.
"Dem!" panggil Maureen berusaha menyadarkan kekasihnya tersebut.
Akan tetapi Demyan tak bergeming, pria itu bahkan semakin menatap Via dalam-dalam. Tatapan Demyan membuat Via gugup, bahkan wanita itu cenderung ketakutan.
Maureen menggoyangkan lengan Demyan dan kembali memanggil nama pria itu sekali lagi. Demyan tak merespon panggilan Maureen, namun dengan gerakan tiba-tiba secara mendadak Demyan menarik tubuh Via dan memeluk wanita itu erat-erat.
"Akhirnya, aku menemukanmu," ucap Demyan penuh rasa syukur.
__ADS_1
Via yang kebingungan mendapat pelukan mendadak dari Demyan tak dapat berkutik. Wanita itu hanya terdiam, terpaku tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara itu, Maureen juga membelalakkan mata melihat kekasihnya memeluk erat tubuh Via. Dia sama bingungnya dengan Via, gadis itu juga tidak mengerti apa yang membuat kekasihnya memeluk Via yang baru saja di temuinya.
********
Assalamualaikum wr wb
Besok kita akan memasuki hari pertama di bulan Ramadhan. Saya, Ay Alvi, mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca AKU MENCINTAIMU dan TAKDIR CINTA 🙏🙏🙏Maaf jika saya terkadang salah berucap dalam penulisan kata, tidak teratur dalam bertutur. Maaf jika ada yang tersinggung dan merasa tersakiti karen tulisan dan candaan serta promo saya.🙏🙏🥺
Mari sambut bulan suci dengan hati yang suci pula. Selamat menjalankan ibadah puasa, bagi yang menjalankan🥰🥰
Dan terimakasih untuk semua yang telah membaca AKU MENCINTAIMU, terimakasih pula yang telah memberikan like, coment dan juga votenya. Yang belum Ay tunggu ya 😂😂😂
Jika kalian ada yang tidak suka karena ceritanya terlalu bertele-tele dan banyak konflik Ay minta maaf. Untuk yang tidak suka silakan hapus novel ini dari favorit Anda, daripada Anda harus berkomentar pedas yang membuat saya patah semangat.
Sebenarnya cerita ini sudah saya buat end, namun karena banyaknya permintaan dari para pembaca TAKDIR CINTA yang ingin tahu kehidupan Ziga dan Via selama mereka berpisah, maka dari itu Ay buat extra chapter ini.
Jika ada sebagian dari kalian yang mengharapkan Ziga dan Via di pertemukan segera, Ay minta maaf karena tidak bisa memenuhi harapan kalian.
Pertemuan mereka terjadi di novel Ay yang kedua yang berjudul TAKDIR CINTA, jadi jika ingin membaca kisah mereka yang bahagia, silakan membaca novel tersebut, karena untuk novel ini, Ay tidak akan membuat mereka bahagia.
Sekian pemberitahuan dari Ay, sekali lagi Ay mohon bijaklah dalam berkomentar. Jangan sampai melukai hati orang lain. Maaf jika ada tulisan Ay yang menyinggung kalian.
Ay juga mau rekomendasi novel dari sahabat-sahabat Ay yang tak kalah menarik.
•99 NAMA CINTA: MENIKAHI DOKTER DINGIN (Andy Ridwan)
•GUARDIANS: LEGEND OF LEO (Al Foxx)
•FOREVER WITH ME (Al Foxx)
Berikan juga like jempol dan coment kalian ya, agar kami para penulis lebih bersemangat.
__ADS_1
Salam sayang dan santuy dari Ay si Author Recehan 😘😘😘😘