
Sesampainya Andrew di apartemen dia langsung menghardik Han sepertia biasa Andrew akan maraha-marah kenapa Han tidak makan dan lain-lain. Han sudah terbiasa dengan hal itu dia tidak memeperdulikannya.
40 menit kemudian Alika membawakan bubur untuknya dan menyuapinya jantung Han berdebar karena tingkah Alika yang menyuapinya. Apa ini? Hanya karena Alika menyuapinya jantungnya tidak perlu berdebar seperti ini.
Kamu tidak akan mandi?" Tanya Han memecah keheningan yang sedari tadi Alika hanya mengubek-ngubek handphone main game di samping tempat tidur Han
"Saya gak ada pakaian ganti pak"
"Saya punya kaos dan training sepertinya bisa kamu pake"
"Bapak tidak keberatan?"
"Pergilah cari sendiri saya akan istirahat"kata Han kemudian membalikan badannya.
Han terbangun dengan handuk kecil yang berada di jidatnya.
Di melihat Alika yang ketiduran sebelahnya wajah Han dan Alika sangat dekat saat ini. Dia bisa melihat haris-garis wajah yang membentuk wajah Alika. Jantungnya tiba-tiba berdebar lagi.
"Mungkin karena aku masih sakit"kata Han dalam hatinya. Han merasa panas diwajahnya dia segera bangun dari ranjangnya dan pergi ke ruang tamu untuk membaca proposal yang disusunnya malam kemarin bersama Alika. Saat ini dia sudah enakan walaupun kepalanya masih terasa sedikit pusing tapi bisa di tahannya. Dikihatnya Alika keluar dari kamarnya terlihat lucu dengan training dan kaos yang kebesaran.
"Ada yang lain dari kamu"kata Andre menatap Han menggoda
__ADS_1
"Apaan"Kata Han mengerutkan alisnya
"Sepertinya kamu suka sama sekertaris kamu"goda Andrew
"Jangan berlebihan"kata Han
"Ayolah kawan, bukalah hatimu jangan karena masalalu kamu menutup hatimu"
"Jangan bahas itu lagi Andrew" kata Han jengkel
"Dia baik Han, dia sangat tulus itu terlihat jelas dari tingkah lakunya"kata Andrew lagi
"Hmmm"balas Han sambil pura-pura focus dengan kertas ditangannya saat ini
"Biarkan sajah toh itu tidak benar"kata Han acuh
"Ya udah sini sini biar benar sekalian" tangan Andrew menahan kepala Han yang menjauh darinya Andrew membuat gerakan mencium Han dan tiba-tiba pintu apartemen terbuka. Han langsung mendorong badan Andrew yang sedang cekikikan melihat Han yang menegang.
"Eh maaf ganggu pak" kata Alika salah tingkah "ini pak berkasnya kalau begitu saya permisi dulu"Alika tersenyum kaku
"Heh bikinin saya kopi dulu"
__ADS_1
"Saya pak?" Tanya alika lagi sambil membalikan badannya.
"Siapa lagi?"
"Oia pak"
Andrew hanya menatap Han dengan penuh makna menggoda dia tidak sangka bahwa sahabatnya telah jatuh cinta lagi setelah setelah beberapa tahun lamanya.
Han masih terpaku dengan tingkah sekertarisnya itu. Tiba-tiba menyuruhnya untuk memuntahkan makanan ke tisu yang ada di tangannya di depan client mereka. Han pun hanya pasrah mengikuti intruksi Alika. Setelah tahu penyebabnya dia tidak bisa berkata apa-apa bagaimana mungkin sekertarisnya bisa tau alerginya "Andrew" batin Han.
"Halo pak Andrew boleh ke apartemennya pak Han?"Alika menelpon Andrew di dalam mobil sewaktu perjalanan ke apartemen Han. Hanya hanya bisa kaget kenapa Alika mempunyai nomor Andrew. Entah kapan mereka sudah bertukar nomor apakah mereka sudah saling mengirim text. Dan kenapa juga Han memikirkan hal itu perasaan apa ini yang jelas dia sangat jengkel mengetahui hal itu.
"Al bisakah kamu menemani Han malam ini saya khawatir dia nanti sesak napas. Saya masih ada pasien yang harus di operasi malam ini" kata Andrew kemudian menatap Han tersenyum penuh makna
"Jangan terlalu berlebihan Drew saya tidak apa-apa"kata Han acuh tapi dalam hatinya dia bersyukur temannya mengatakannnya.
Han melihat Alika mengubek-ngubek dapurnya seperti sedang mencari bahan makan pantas saja Alika lapar, karena kejadian tadi Alika belum sempat makan dan Han juga karena makanannya terbuat dari kacang dia juga tidak bisa makan. Jadilah mereka sekarang berada di supermarket terbesar di kota itu. Lagi-lagi Han melihat pemandangan yang menyejukan betapa baik hatinya Alika dia membantu anak yang terjatuh di depannya menenangkannya seperti yang dia lakukan kepada ponakannya Ray.
Mereka sudah berada di apartemen Han sekarang. Alika sibuk memasak sedangkan Han berada di sisi ruangan yang lain. Han mendengar Alika berteriak dan meringis kesakitan dia melihat darah mengakir di jari Alika melihat itu Han langsung panik langsung menyambar kotak P3K yang ada di dekatnya dia berlari ke arah Alika. Dia langsung memegang jari Alika dicuci menggunakan air di tempat menyuci piring. Han terlihat panik sangat panik namun dia tetap menjaga mimik wajahnya agar tidak terlalu kelihatan jelas kalau dia sangat ketakutan Alika terluka.
Mimpi itu lagi Han merasa sakit yang sama dia ingin bangun tapi tidak bisa selang beberapa lama dia merasakan sakitnya, tiba-tiba ada kehangatan dan kenyaman datang gambaran kejadian kecelakaannya tiba-tiba menjadi samar-samar. Apakah itu Alika yang jelas Han bersyukur.
__ADS_1
_____________________________________________________
Hai semua terimakasih sudah membaca novelku. Bisakah aku meminta like kalian? Tapi aku tidak memaksa. Kalau yang sudah like aku doakan selalu bahagia