
Via masih menangis di kamar, dia memikirkan kata kata Ziga.
Ziga bilang dia harus ingat statusnya tapi bukankah dalam perjanjian kontrak mereka di sebutkan bahwa masing masing pihak tidak di perbolehkan menganggu privasi keduanya, tapi mengapa kini Ziga meretas akun sosial medianya dan mencampuri urusan pribadinya.
Sejujurnya Via tak masalah jika memang Ziga ingin tahu tentang semua masalah pribadinya, hanya saja yang Via tak suka Ziga tak berterus terang bahkan menyembunyikannya dari Via. Dan yang membuat Via sakit hati adalah kata kata Ziga yang bilang kalau dia takut ketahuan selingkuh. Via paling benci mendengar kata kata selingkuh karna pengalamannya dengan Rasya, maka dari itu ketika Ziga berfikir dia selingkuh seolah itu mencabik cabik harga dirinya dan melukai hatinya yang terdalam.
Via terus berfikir apa yang akan di lakukannya.
Setelah lelah menangis akhirnya Via pun tertidur. Ziga sendiri tak kembali ke kamar, dia menghabiskan malamnya di ruang baca, mengurus masalah perusahaan.
Pagi pagi sekali Via sudah bangun, dia ingin membuat sarapan untuk Ziga, setelah berfikir keras semalaman akhirnya Via meluluhkan hatinya, dia berniat untuk meminta maaf pada Ziga atas sifat keras kepalanya selama ini.
Ziga bangun agak telat karna larut malam dia baru bisa memejamkan matanya.
Saat tiba di ruang makan Ziga terkejut, ada banyak makanan yang tersedia di sana. Via juga sedang sibuk menyiapkan sarapan untuknya.
"Sarapan dulu sebelum kau berangkat" ucap Via.
Ziga hanya mengangguk kemudian menarik kursi untuk duduk.
Setelah Ziga duduk, Via mulai menghidangkan sarapan ke atas piringnya. Mereka pun sarapan dengan tenang.
"Aku" ucap Via dan Ziga berbarengan.
"Kau duluan " ucap Via
"Tidak, wanita lebih dulu" sanggah Ziga.
Via terdiam sebentar" Aku minta maaf" ucap Via.
Ziga mengernyitkan alisnya
"Aku minta maaf atas sikapku semalam" ucap Via.
"Tidak, akulah yang seharusnya minta maaf" kata Ziga
"Kau benar tak seharusnya aku meretas akunmu dan mencampuri urusan pribadimu" ucap Ziga.
"Tidak, tidak aku mengerti kau melakukan itu untuk kebaikanku, aku tahu setelah peristiwa penculikan itu kau lebih berhati hati" ucap Via
"Dan lelaki yang mengirim pesan padaku adalah kakak kelasku, kami tidak ada hubungan apa apa" jelas Via
Mendengar penjelasan Via hati Ziga berbunga bunga, matanya berbinar menatap Via.
"Aku juga minta maaf karna semalam aku telah berbuat kasar seperti itu, aku tak sama sekali tak bermaksud menyakitimu" ucap Ziga penuh penyesalan.
"Baiklah, aku mengerti" jawab Via
"Jadi sekarang kita baikan ?" tanya Via sambil mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Ziga
__ADS_1
Ziga tertawa lebar melihatnya, tapi dia juga mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingkingng Via. " Iya kita baikkan" jawab Ziga dengan tersenyum
Selesai sarapan Ziga berangkat ke kantor, sedangkan Via ingin menjenguk Reza di rumah sakit.
"Apa kau ingin menjenguk Reza?" tanya Ziga
"Iya" jawab Via sambil membawa tas tangannya.
"Biar aku antar kau ke rumah sakit" ucap Ziga.
"Apa tidak merepotkkan?" tanya Via
"Tentu saja tidak" jawab Ziga
"Lagipula sudah cukup lama aku tak betemu dengan Reza" tambah Ziga
Via pun akhirnya mengangguk kemudian mengikuti Ziga di belakang.
Sampai di depan ternyata Erik sudah menunggu.
"Selamat pagi Tuan dan Nyonya muda" sapa Erik sambil membukakan pintu penumpang untuk Ziga.
"Pagi" jawab Ziga dan Via berbarengan, mereka pun langsung masuk ke dalam mobil.
"Kita ke rumah sakit dulu Rik" perintah Ziga
" Baik Tuan" jawab Erik yang kemudian langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit tempat Reza di rawat.
"Tunggu di sini, aku takkan lama" pesan Ziga pada Erik
"Baik Tuan" jawab Erik
Ziga pun menggandeng tangan Via masuk ke dalam rumah sakit.
Sepanjang perjalanan menuju lantai lima tempat Reza di rawat, banyak mata yang menatap ke arah mereka. Di setiap mereka melangkah terdapat tatapan iri orang yang melihatnya. Mereka adalah pasangan yang serasi, yang pria tampan dan elegan sedangkan yang wanita cantik dan anggun.
Apalagi sang pria terus menggandeng tangan sang wanita membuat orang yang melihatnya seakan di suguhi pemandangan yang romantis.
Via agak merasakan pandangan orang orang yang melihatnya. Dia pun merasa salah tingkah dan berusaha menarik tangannya dari genggaman Ziga, tapi Ziga tampaknya tak memperdulikan pandangan orang lain, dia tak berniat sedikit pun melepaskan tangan Via tangannya, malah semakin mempererat genggamannya.
Akhirnya Via pun pasrah mengikuti kemauan Ziga dan membiarkan Ziga menggandeng tangannya sampai ke pintu kamar Reza.
Via mengetuk pintu kamar, kemudian membukanya.
Reza yang sedang duduk sambil memainkan laptopnya pun menoleh ke arah pintu. Dia tersenyum gembira ketika melihat ternyata Via dan Ziga yang datang untuk menjenguknya.
"Kamu datang" ucap Reza.
"Iya kak, aku datang" jawab Via
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kakak hari ini?" tanya Via
"Keadaan kakak baik, dan sekarang bertambah baik setelah melihat kalian berdua datang bersama" jawab Reza.
Via tersipu malu mendengar jawaban Reza, karna ini adalah kali pertamanya menjenguk Reza bersama dengan Ziga.
"Maaf, aku baru sempat menengokmu hari ini" ucap Ziga
"Tak apa, aku tahu kau sangat sibuk" kata Reza
"Hari ini kau menyempatkan diri untuk datang kesini sudah membuatku cukup senang" ucap Reza tulus.
"Via ingin menjengukmu jadi aku sekalian antar sebelum berangkat ke kantor" ucap Ziga.
"Lagipula aku sudah lama tak datang berkunjung" ucap Ziga.
"Kak, apa kata dokter?" tanya Via menyela obrolan mereka
"Kapan kakak bisa keluar dari rumah sakit" tanya Via lagi.
"Dokter bilang keadaan kakak sudah lebih baik dan minggu depan kakak bisa keluar dari rumah sakit" jawab Reza.
"Benarkah ?" tanya Via
Reza menganggukkan kepalanya " iya benar" kata Reza.
Via melonjak kegirangan "Asyik, akhirnya aku bisa tinggal bersama kakak lagi" ucap Via kesenangan
Reza menggeleng lemah
"Kenapa?" tanya Via kecewa melihat Reza menggelengkan kepalanya.
"Kau bisa tinggal bersama kami" ucap Ziga pada Reza setelah melihat ekspresi kekewaan Via.
"Iya benar kak" ucap Via
"Kakak bisa tinggal di rumah kami, rumah kami cukup besar" ucap Via penuh semangat
Reza hanya bisa tersenyum melihat kelakuan adiknya itu.
Sementara itu di Madrid Fello tengah istirahat syuting untuk video klip terbarunya ketika Steve datang menghampirinya.
"Kau yakin akan menolak pekerjaan ini?" tanya Steve.
Fello hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaan Steve.
"Tapi bayarannya sangat tinggi dan jika memang sukses kau bahkan bisa menjadi ikon untuk perusahaan mereka" ucap Steve
"Di tambah lagi kau bisa melihatnya" ucap Steve pelan
__ADS_1
Fello memicingkan matanya menatap Steve. Justru alasan ia menolak pekerjaan ini adalah karna tak ingin bertemu dengannya. Dia sudah lama berusaha mengatasi perasaannya, Fello takut jika mereka bertemu itu akan menggoyahkan hatinya.
Fello pun menghela nafas sambil memejamkan matanya dan bersandar di kursi tanpa menghiraukan Steve.