
Akhirnya 6 hari bisa dia lewati juga, hari sabtu datang di benaknya dia akan bermalas-malasan atau nonton drama sambil menyantap es cream yang ada di kulkas, atau nanti dia hanya akan spa saja. Semua kenikmatan sudah ada di benaknya. Sampai pada hari sabtu pagi Alika mendapatkan telpon dari direkturnya untuk segera ke apartemen ada pekerjaan yang tidak boleh ditunda, semua kenikmatan yanga ada di benaknya runtuh seketika. Dengan kaki terseret Alika datang ke apartemen direkturnya. Dia berpakaian kasual dengan celana jeans dan sweater berwarna pink nude ditambah topi dengan warna yang senada. Alika memutuskan untuk menggunakan pakaian seperti ini saja rambutnya yang panjang bergelombang tergurai ditutupi topi. Alika cantik dan manis apalagi kalau tersenyum, hidungnya yang mancung kulitnya yang kuning langsat, matanya coklat teramg sangat pas buat dia.
"Kamu bantu saya hari ini saya lagi bikin proposal buat perusahaan XX" kata Han datar. Sementara Alika hanya manggu-manggut. Beberapa jam mereka berkutat dengan file-file, kertas-kertas yang ada.
"Hay Han" pandangan Alika dan Han langsung mencari asal suara yang ada"wah wah siapa ini?" Tanya asal suara tersebut
"Dia hanya sekertarisku Andrew"sementara Alika hanya tersenyum dan langsung lanjut dengan pekerjaannya dia tidak akan mau berurusan dengan kehidupan pribadi direkturnya itu.
"Hai siapa namamu manis?"
"Alika pak"kata Alika menyambut uluran tangan dari Andrew yang ingin menyalaminya
"Andrew" kata Andrew tersenyum ramah
"Kenapa?" Kata Han
"Kenapa apanya?"
__ADS_1
"Kenapa kesini?"
"Hey aku hanya ingin menyapamu. Tidak boleh?"
"Pergi sana. Apa kamu tidak lihat kita lagi apa?"
"Ok aku pergi"kata Andrew pergi meninggalkan Alika dan Han dia tidak mau mengganggu sahabatnya kalau lagi kerja bisa-bisa dimakan hidup-hidup dia.
Tidak terasa jam menjujukan pukul 11.00 malam Alika tertidur di meja masih ada kertas berserakan di meja. Han membangunkan Alika tapi perempuan itu tidak bangun hanya menggeliat sedikit lalu jatuh tertidur lagi. Han langsung menggendong Alika ke kamar tamu memindahkannya agar bisa tidur dengan benar. Besok paginya Alika terbangun dikamar yang asing baginya. Dia mengedip-ngedipkan matanya sebentar sampai akhirnya tersadar bahwa dia berada di apartemen Han. Alika langsung melonjak kaget langsung terduduk di tempat tidurnya untuk mengumpulkan kesadarannya sebelum memutuskan untuk pulang ke tempatnya. Alika mencari Han keseluruh ruangan untuk pamit tapi ternyata Han tidak ada, satu-satunya ruang yang terakhir yang diyakininya adalah kamar Han. Alika mengetok pintu dengan sopan takut sebenarnya dia tidak mau mendengar suara bentakan dari dalam pagi-pagi seperti ini tapi tidak ada sahutan maupun bentakan. Dengan penuh keberanian Alika membuka pintunya tidak lupa manarik napas panjang. Dia melihat Han sedang mengigau merintih dalam tidurnya. Alika berjalan perlahan ingin melihatnya lebih dekat seluruh tubuh Han dipenuhi keringat Alika mencoba membangunkan Han tapi tidak bisa tubuh Han terasa panas. Alika panik entah apa yang harus dia lakukan.
"Gak aaarrgg gakk" kata Han tidak bisa membuka matanya.
"Tenang pak cup cup saya disini, bapak kenapa?" Lama Alika seperti sampai akhirnya Han lebih tenang dia terbangun sedikit demi sedikit Alika tersadar langsung melepaskan pelukannya
"Maafkan saya pak saya tidak bermaksud tadi bapak mmm lagi mm"
"Telpon Andrew dia dokter" dengan kilat Alika mencari-cari handphone Han dan langsung membuka kontak bertuliskan Andrew langsung ditelpon
__ADS_1
"Halo Pak Andrew"
"Eh siapa ini?"
"Saya Alika sekertaris Pak Han, bisakah bapak kesini sepertinya pak Han sakit" telpon langsung terputus. Tak selang beberapa menit Andrew sudah ada dia langsung meneriksa Han.
"Kamu belum makan ya? Aku tau kamu gila kerja tapi jangan lupa makan gak boleh stress"hardik Andrew dengan mata yang melotot. Han hanya bisa terdiam dia tidak ada lagi tenaga untuk membantah perkataan sahabatnya itu.
"Ini obat buat Han, kamu pastiin Han makan tepat waktu dan gak boleh makanan yang keras harus bubur gak boleh mie-miean. Mengerti?"tambah Andrew kali ini dia menatap Alika terdapat kekhawatiran dimatanya setidaknya itu yang Alika lihat
"Eh ia pak" Alika langsung meninggalkan kedua sahabat itu di kamar. Alika sudah terbiasa mengahadapi magh karena di juga pengidap magh. Segera dia mencari bahan makanan untuk memasak. Untung ada beberapa bahan dasar dia langsung memasak bubur yang sering dia masak kalau maghnya lagi kambuh.
"Saya pulang dulu ya Alika. Nitip Han kalau dia ngeyel jewer ajah telinganya"kata Andrew keluar dari kamar Han, Andrew mengedipkan matanya sebelah kiri sebelum keluar dari apartemen membuat Alika nyengir.
Jangan lupa di vote dan like ya teman-teman. Karena sekecil apapun vote yang kalian berikan sangat berarti untukku.
Makasih.❤️❤️❤️
__ADS_1
---------------------------------------------------
Follow ig aku yah : @Lalunaloony