Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
14. Alika : Bencana


__ADS_3

Tiba-tiba pintu Alika diketuk "Al itu ada Ray di depan"kata Tata teman sekosan Alika. Betapa terkejutnya Alika.


"Bisakah kamu mengatakan aku tidak ada"kata Alika memelas.


"Baiklah" kata Tata menutup pintu kamar Alika dan kembali kedepan. Terdengar keributan singkat di depan. Alika kaget tiba-tiba kamarnya terbuka di mendapati Ray sudah ada dikamarnya. Alika kaget bukan main dia berdiri mundur selangkah. Sedangkan Ray langsung memeluk Alika.


"Maafin aku Al. Aku menyesal meninggalkan kamu waktu itu"kata Ray


"Tidak ada yang harus disesali lagi" kata Alika mencoba melepaskan pelukan dari Ray.


"Tidak Alika aku minta maaf, kita ulang lagi dari awal ya sayang"kata Ray lagi melapaskan pelukannya dan menaruh kedua telapak tangannya ke wajah Alika sampai bau alkohol tercium dari mulutnya.


"Tidak Ray, aku tidak mau lagi. Sudah cukup"


"Tapi aku sayang kamu"kata Ray lagi


"Tapi aku sudah tidak bisa. Mengertilah Ray" Alika memelas. Tiba-tiba tatapan Ray berubah menjadi sangat marah. Ray langsung mengecup bibir Alika dengan paksa tapi Alika berusaha untuk mendorong Ray dengan sekuat tenaga. Kesal Ray langsung mendorong tubuh Alika ke kasur. Alika langsung mencoba bangun untuk lari keluar kamar belum sampai didepan pintu Ray langsung menarik lengan Alika dengan kasar dan langsung menampar Alika, entah apa yang merasuki Ray malam itu .Alika terlempar kepalanya terbentur dinding, panas terasa dipipi Alika saat ini ada darah mengalir di bibir dan kepalanya saat ini.


"Maafkan aku sayang"kata Ray tiba sementara Alika menatap tajam. Ray memeluk paksa menciumi leher Alika sementara Alika meberontak dia mencoba untuk berlari keluar kamar lagi. Ray hanya ingin Alika menuruti kemauannya saat ini merasa kesal Ray membenturkan badan Alika di dinding. Saat itu Alika hanya bisa menahan sakit, tubuhnya sudah tidak kuat lagi dia sudah sangat lelah tubuhnya semuanya mengigil ketakutan. Tiba-tiba pintu kamar Alika terbuka lagi Febri sudah ada disana dia terlihat sangat kesal Febri mendapati Alika terduduk menangis.

__ADS_1


"Pergi dari sini kata Febri kalau tidak aku akan melaporkanmu ke Polisi Militer" ancam Febri. Tidak mau kehilangan pekerjaannya Ray langsung pergi tanpa pamit. Febri berlari ke arah Alika memeluknya dan menenangkan Alika yang sedang menangis. Tangannya gemetar ketakutan. Untung saja Febri cepat datang.


"Feb.."bisik Alika bergetar tangisnya pecah langsung memeluk Febri. Febri tidak bisa berkata apa-apalagi dia hanya menyambut pelukan Alika dan mengelus-ngelus pindak Alika mencoba menenangkannya.


Ketika Alika sudah merasa tenang Febri memaksa Alika untuk pergi ke rumah sakit untuk di periksa tapi Alika menolak dipikirannya di hanya ingin berisitirahat sudah tidak ada kekuatan lagi untuk berdiri masih shock. Febripun mengiakan, dia tidak sanggup melihat sahabatnya seperti ini. Dalam siklus pertemanan memang Alika dan Febri bersahabat sebelum Sofia dan karena Aisyah pacar Febri jadilah Aisyah masuk kelingkaran pertemanan. Febri meminta Tata untuk menemani Alika di kamarnya.


"Ta aku pulang dulu ya"kata Febri kepada Tata dan melihat Alika lagi yang sudah berbaring di kasurnya.


"Ia hati-hati ya"kata Tata lagi


"Makasih ya udah nelpon aku tadi. Nanti kalau ada apa-apa lagi telpon aku lagi ya"kata Febri lagi kemudian menatap Alika dengan tatapan sedih sebelum akhirnya pulang.


Drrtt drttt hp Alika bergetar


"Kamu hari ini tidak usah ke kantor. Aku sudah berbicara kepada Direktur dan dia mengizinkan"bunyi textnya.


"Kira-kira apa yang Febri bicarakan sampai Han mengijinkan Alika untuk tidak masuk"pikir Alika. Tapi karena Alika tidak mau menambah sakit dikepalanya di hanya bersyukur saat itu karena dia tidak harus bekerja hari ini. Sebenarnya dia juga tidak mau kekantor dengan kondisi seperti ini dengan kepala yang di plester. Tubuh yang memar dan sakit. Hari ini dia hanya ingin tiduran dan istirahat biarlah amukan Han dia terima besok hari sajah.


Jam sekarang menunjukan pukul 5 sore terdengar Tata mengijinkan tamu masuk. Ternyata Sofia, Aisyah, dan Febri datang membawa makanan dan buah-buahan yang sangat banyak.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa?" Kata Sofia Alika hanya tersenyum miris matanya sudah berkaca-kaca saat ini.


"Dasar brengsek berani-beraninya dia"kata Aisyah. Alika, Sofia, dan Febri langsung dang saling tatap. Mereka tidak percaya Aisyah mengeluarkan kalimat seperti itu. Aisyah tidak pernah mengatakan hal seperti itu, diantara mereka Aisyahlah tidak pernah mengatakan kalimat kasar. Diantara mereka Aisyah yang paling lembut dan paling sabar. Itulah yang membuat Febri jatuh cinta padanya. Tapi sekarang lihatlah Aisyah apa yang dikatakannya sontak membuat mereka kaget dan langsung tertawa. Alika sangat bersyukur dia mempunyai teman seperti mereka, ada disaat Alika membutuhkan.


"Ta" panggil Alika


"Ia"sahut Tata


"Sini makan yuk. Ada makanan ini"beberapa menit Tata sudah bersama mereka makan bercanda bersama. Malam itu Alika berahasil mengalihkan kejadian yang menimpanya kemarin.


_____________________________________________________


Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman.


Jangan lupa di like ya dan kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘


Jangan lupa juga di vote yaa, tapi kalau tidak keberatan


Makasihh 💐💐

__ADS_1


Yang sudah aku doain bahagia 🤲❤️


__ADS_2