
Saat ini Alika sudah berada di kursi penumpang sedangkan Revaldo focus menyetir sambil curi-curi pandang ke arah Alika. Hanya ada keheningan di dalam mobil yang mewah itu. Alika masih menangis dalam diam sambil memandang keluar jendela.
"Mm kamu bukannya sekertaris Han?"tanya Revaldo basa-basi memulai percakapan
"Iaa"jawab Alika singkat masih menatap keluar jendela mobil.
"Kamu kenapa menangis?"tanya Revaldo lagi penasaran. Sebenarnya tadi dia sempat melihat Alika sewaktu baru tiba di depan hotel. Dia pun bertanya kepada manager hotel yang tidak lain adalah kenalannya tentang Alika. Dan manager hanya mengakatan bahwa ada dinner antara Han dengan Alika. Sedangkan Alika hanya diam saja.
"Apa Han yang membuatmu seperti ini?"tanya Revaldo masih tetap berusaha
"Maaf pak bukan urusan bapak"kata Alika pada akhirnya dengan nada yang masih sopan. Mereka pun terdiam lagi, sesekali Alika mengarahkan jalan untuk ke kosannya.
Alika mendapati mobil Han sudah terparkir didepan kosannya sedangkan yang punya mobil masih berdiri bersandar di mobilnya. Seketika jantung Alika berdegub sangat kencang. Saat ini dia seperti pacar yang ketahuan selingkuh. Alika dengan cepat membuka safety belt mobil dan memberanikan diri untuk keluar dari mobil Revaldo walapun tangan Alika sudah gemetaran. Sementara Han sudah terlihat menahan rahangnya dan melotot sangat marah ke arah mereka berdua.
"Kenapa kamu bisa sama dia?"kata Han membentak sontak membuat Alika kaget. Han langsung berjalan ke arah Revaldo yang saat itu sudah turun dari mobilnya. Han langsung menarik kerah Revaldo dengan kasarnya dan dia langsung memukul Revaldo. Melihat itu Alika langsung berlari memeluk Han, dia sudah capek tidak ada tenaga lagi. Dia hanya bisa memeluk Han sambil menangis.
"Pak Revaldo hanya mengantarku pulang Pak. Tolonglah bapak tenang dulu"kata Alika memohon
__ADS_1
"Ia itu benar Han"kata Revaldo menambahkan.
"Tolong pak Revaldo pulang saja dan terimakasih sudah mengantarku pulang. Saya mohon pak"Kata Alika memohon masih memeluk Han tapi kepalanya menghadap Revaldo. Walau bagaimanapun caranya dia tidak akan melepaskan pelukannya saat ini sebelum Revaldo benar-benar pergi. Karena jika sampai dia lepaskan maka Han tidak akan bisa dikendalikan lagi. Terlintas dibenaknya saat kejadian mereka di club. Dan sebenarnya alasan kedua Alika tidak enak dengan para tetangganya kalau mereka ribut disitu. Sedangkan Han masih menahan amarahnya dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi kalau Alika sudah memeluknya seperti. Sebenarnya dia bisa saja melepaskan diri dari pelukan Alika. Tapi dia tidak ingin Alika terluka karenanya. Ketika Revaldo sudah pergi, Alika melepaskan pelukannya. Han masih terlihat marah saat itu.
"Pulanglah pak saya mau istirahat saya capek"
"Jadi kamu menolakku dan per bersama Revaldo?"Han membentak
"Gak pak"kata Alika menatap Han. Saat ini dia sudah tidak mempunyai tenaga untuk menjelaskan. Dia sudah sangat-sangat lelah. Yang Alika butuh saat ini adalah tidur.
"sudahlah aku akan masuk istirahat. Bapak pulang sajalah"kata Alika kemudian langsung masuk kedalam rumah sedangkan pergi melaju dengan mobilnya.
"Ia dokter?"kata Alika
"Alika, Han kecelakaan"kata Andrew panik. Alika terbelalak dirasakannya sekujur tubuhnya terasa lemas dia sekarang sudah tidak ada tenaga lagi."kamu cepat kerumah sakitku"kata Andrew lagi. Alika langsung pergi menggunakan Taxi dia berusaha sekuat tenaga untuk bergerak. Air matanya tak henti mengalir dia menyalahkan diri sendiri karena tadi Han pergi dengan amarah.
"Bagaimana keadaan Pak Han dokter Andrew?" Tanya Alika ketika dia sudah sampai di rumah sakit. Ia dia sudah tau ruangan mana yang digunakan karena kata Andrew beberapa waktu lalu ruangan itu hanya di tempati keluarga Han. Ruangan VVIP yang besar lengkap dengan kasur tambahan buat penjaga, design yang mewah dan pemandangan kota.
__ADS_1
"Dia kritis Alika"kata Andrew dengan nada sedih. Bak tersambar petir Alika terduduk lemas."kamu harus melihatnya"tambah Andrew lagi. Han tertidur dilihatnya ada perban dikepala. Selang infus yang sudah terpasang. Alika duduk disamping ranjang Han menggenggam tangannya dan menciumnya.
"Sayang aku disini"kata Alika terisak.
"Aku mohon bangun sayang. Aku mohon" kata Alika"dia hanya bisa tertunduk tidak danggup melihat wajah Han"dia menenggelamkan wajahnya ditangan Han yang genggam tadi.
"Aku Mohon bangun sayang, aku mohon aku mencintaimu sayang"kata Alika lagi
"Aku mencintaimu, katamu akan menikahiku. Ayo sayang kita menikah"dia mengulang kata-katanya dengan masih sambil terisak. Dia menyesal tadi mengatakan dia tidak mencintai Han. Mendengar Han kritis saja di tidak sanggup apalagi nanti hidup tanpa Han.
_____________________________________________________
Terimakasih sudah membaca novel ini teman-teman . Maaf kalau terlalu bosan untuk itu aku mohon kalau ada kritik dan saran silahkan di comment. Agar lebih baik lagi kedepannya ❤️❤️😘😘😘
Jangan lupa juga di vote dan di like yaa, tapi kalau tidak keberatan
Makasihh 💐💐
__ADS_1
Semoga kalian bahagiaa ❤️