Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Extra Chapter 1


__ADS_3

Ziga terbangun dengan sakit kepala yang menderanya. Pria itu memicingkan mata menatap sisi tempat tidur sebelahnya yang tampak kosong.


Ziga mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, namun tak juga ia temui sosok Via di sana. Ziga bangun dari tidurnya, menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya.


"Ahhh ...." pekik Ziga memegangi kepala dengan kedua tangannya. Efek alkohol semalam masih sangat terasa. Pria itu limbung dan kembali terjatuh ke atas tempat tidur.


Kemana wanita itu? apa dia menemui kekasihnya tersebut, geram Ziga.


Pria itu marah karena tak dapat menemukan Via di dalam kamar. Ziga memaksakan diri untuk bangkit, kemudian pria itu turun ke bawah untuk mencari keberadaan Via.


"Mana Nyonya?" tanya Ziga pada Yesi yang tengah menyiapkan sarapan.


"Nyonya belum turun Tuan," jawab Yesi karena dia memang belum melihat Via turun dari kamarnya.


Ziga menaikkan kedua alisnya mendengar jawaban Yesi. Jelas-jelas di kamar hanya ada dirinya. Ia sama sekali tak menemukan keberadaan Via di sana. Ziga pun segera bergegas naik untuk mencari kebenarannya.


Tuan muda itu kembali masuk ke dalam kamarnya, dia mencari-cari sosok Via di sana.


Kemana dia, gumam Ziga.


Ziga membuka lemari mereka, semua barang-barang Via masih utuh berada di sana. Tapi ... tunggu ada satu koper kecil yang selalu di bawa oleh Via tak berada di tempatnya. Apakah mungkin?


Ziga meraih ponselnya mencoba menghubungi wanita itu. Namun ternyata nomor yang ia hubungi tidak aktif. Otak Ziga berpikir keras, kemana wanita itu pergi meninggalkannya.


Setelah membersihkan diri, Ziga bergegas pergi ke rumah sakit tempat Fello di rawat. Pria itu ingin tahu, apakah Via berada di sana untuk menemui Fello seperti kemarin. Jika hal itu benar terjadi, maka Ziga akan memutuskan untuk lebih baik menyerah. Mungkin di hati Via memang ada Fello yang selama ini selalu menolong dan menyelamatkan nyawanya.


Sebelum berangkat Ziga juga menghubungi Erik sang asisten pribadinya. Mereka berdua pun segera pergi ke rumah sakit tempat Fello di rawat.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Ziga pada Steve asisten Fello setelah melihat pria asal Spanyol itu masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


"Fello kehilangan cukup banyak darah, Dokter masih belum dapat memastikan kapan ia akan sadar," jawab Steve menjelaskan keadaan Fello yang sebenarnya pada Ziga karena pria itulah yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa Fello.


Ziga menghela nafas, dia sudah menemukan jawaban atas pertanyaan yang tidak ia lontarkan pada Steve. Dengan melihat keadaan sekitar Ziga dapat mengetahui kalau Via tak berada di sana. Jika wanita itu ada, pasti saat ini dia sedang duduk di sisi Fello untuk menyemangati pria itu.


Tak lama Ziga berada di rumah sakit, karena memang sejak awal tujuannya ke sana adalah untuk mencari Via istrinya. Walau memang menjenguk Fello juga adalah bagian dari agendanya, namun itu bukanlah hal yang utama bagi Ziga.


Bukannya Ziga tak tahu terimakasih atas apa yang di lakukan Fello untuk menyelamatkan nyawa Via istrinya. Tapi saat ini yang terpenting adalah menemukan kembali sang istri yang tak tahu di mana keberadaannya.


"Harus aku cari kemana lagi Rik?" ucap Ziga lirih, dia bingung mencari keberadaan istrinya tersebut.

__ADS_1


Erik yang sedang mengemudikan mobil tampak berpikir sebentar, lelaki itu mengingat-ingat kembali tempat mana saja yang sekiranya di kunjungi oleh Via sang Nyonya mudanya.


"Mungkin Nyonya kembali ke Indonesia," ucap Erik mengemukakan pemikirannya.


Ziga terdiam, dia baru teringat bahwa Via tak mempunyai teman di negara S karena dia masih terbilang baru di sana. Mungkin apa yang di kemukakan Erik ada benarnya juga.


Indonesia adalah tanah kelahiran Via, itu bisa jadi tempat utama yang akan di kunjungi wanita itu setelah meninggalkan negara S.


"Cepat pesan tiket kesana, kita akan berangkat sekarang juga!" perintah Ziga.


"Oh tidak, sebaiknya siapkan pesawat jet saja, aku tidak ingin berlama-lama," ucap Ziga mengganti perintahnya pada Erik.


"Baik Tuan," jawab Erik patuh.


Pria itu kemudian menghubungi kru pesawat jet agar menyiapkan diri untuk penerbangan mereka menuju Indonesia.


Ziga menatap keluar jendela saat mobil membawanya menuju bandara. Pria itu mencoba mengingat kembali kejadian tadi malam. Ziga mencoba mencari apa alasan yang membuat Via pergi meninggalkannya.


Namun hanya sedikit ingatan yang tersisa, alkohol telah mempengaruhi tindakannya tadi malam.


Apa aku memukulnya? Apa aku menyakitinya? Apa aku melukainya?, tanya Ziga dalam hatinya.


Sementara itu di sebuah panti asuhan di sebuah desa kecil, Via tengah bermain bersama dengan anak-anak. Keceriaan anak-anak itulah yang membuat Via dapat melupakan semua masalah hidupnya.


Via pergi meninggalkan negara S dan juga Ziga. Wanita muda itu ingin menghapus semua kenangan yang terjadi di antara mereka.


Karena sedari awal pernikahan mereka hanyalah kontrak, harusnya Via tak mudah jatuh hati pada Ziga dan memberikan seluruh hati, jiwa dan raganya pada pria tersebut.


Via menyesali keputusannya menerima Ziga dari hatinya terdalam, seharusnya ia tidak melakukan itu. Jika saja ia dapat menahan diri agar tidak jatuh cinta pada Ziga, tentu saja perasaan sakit yang ia rasakan sekarang tak akan di alaminya.


Tanpa ia sadari bulir-bulir bening mengalir di pipi mulusnya.


"Kau tidak apa?" tanya Maureen sahabatnya sekaligus pemilik panti asuhan tersebut saat melihat Via yang tengah menangis.


Via menggelengkan kepalanya, dia memang sedang dalam keadaan tidak baik. Via memeluk Maureen dan menangis di pelukan sahabatnya itu.


Maureen mengusap lembut punggung Via, mencoba membuat sahabatnya itu tenang. Wanita itu tahu apa yang di rasakan oleh Via karena sahabatnya itu telah menceritakan semua kepadanya.


"Lalu, apa yang kau inginkan sekarang?" tanya Maureen setelah tangis Via mereda.

__ADS_1


Via menyeka air matanya, wanita itu terdiam. Jujur untuk saat ini Via masih belum tahu apa yang akan ia lakukan ke depannya. Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah pergi sejauh mungkin dari Ziga, karena pria itu telah menyakiti hatinya di bagian yang terdalam.


"Entahlah," jawab Via jujur.


"Aku hanya ingin pergi menjauh dari pria itu," ucap Via bangkit dari duduknya kemudian menatap langit yang hari ini nampak sangat cerah.


Maureen mendekati wanita itu kemudian merangkul bahunya.


"Aku akan mendukung apa pun keputusanmu," ujar Maureen, dia tidak mau memberikan saran karena takut menyinggung hati Via.


Maka dari itu Maureen lebih memilih untuk mendukung apa pun keputusan sahabatnya tersebut.


"Makan siang sudah siap, sebaiknya kita makan bersama," ajak Nina sang pengurus panti asuhan.


Via dan Maureen pun mengangguk berbarengan, mereka berdua mengikuti jejak Nina menuju ruang makan yang kini telah di penuhi oleh anak-anak panti.


Mereka semua memang terbiasa untuk makan bersama, semua itu untuk mempererat tali persaudaraan di antara mereka, itulah yang selalu Nina tekankan pada semua penghuni panti.


Via dan Maureen ikut bergabung bersama mereka, jujur Via merasa sangat senang karena selama ini dia tidak pernah di kelilingi begitu banyak orang. Suasana akrab dan kekeluargaan menambah rasa nyaman baginya.


Saat makan siang akan di mulai, tiba-tiba perut Via merasa mual. Wanita itu pun segera berlari menuju kamar mandi agar tak mengganggu mereka yang akan makan.


Via masuk kamar mandi dan mulai muntah tak karuan. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja saat melihat makanan perutnya merasa mual seakan menolak asupan gizi tersebut.


*****


Hai terimakasih telah membaca AKU MENCINTAIMU. Ini adalah extra chapter, seharusnya cerita ini sudah tamat pada bab sebelumnya dan berlanjut pada novel Ay yang kedua yang berjudul TAKDIR CINTA. Tapi karena banyak permintaan dari para readers dari TAKDIR CINTA yang menginginkan cerita Via dan Ziga selama lima tahun terpisah, akhirnya Ay memutuskan untuk melanjutkan cerita ini dalam extra chapter.


Terimakasih juga untuk yang sudah like, coment dan votenya. Buat yang belum baca TAKDIR CINTA, silakan kalian mampir di sana Ay jamin cerita itu juga tak kalah menarik bahkan mungkin bikin kalian baper.


Baca juga karya sahabat-sahabat Ay yang. tak kalah kerennya.


•99 NAMA CINTA: MENIKAHI DOKTER DINGIN ( Andy Ridwan)


•GUARDIANDS: LEGEND OF LEO (Al Foxx)


Jangan lupa juga like jempol dan comentnya , agar kami para penulis lebih bersemangat.


Salam sayang dari Ay si Author recehan😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2