
Ketika Ziga sedang bingung memikirkan solusinya tiba tiba ponselnya berdering.
Dan nama yang tertera di layar adalah Via, dia sempat terkejut dan bertanya tanya, mengapa Via menelponnya.
"Apakah dia ingin membicarakan masalah perceraian" gumam Ziga yang terus saja gelisah dan menebak nebak mengapa Via menghubunginya.
Ponselnya terus saja berdering seolah tak mau menyerah. Setelah menghirup nafas dalam dalam akhirnya Ziga pun memutuskan untuk mengangkat panggilan dari Via.
"Hallo" sapa Ziga
"Hallo" jawab Via
"Bisakah kau pulang malam ini?" tanya Via
"Ada yang ingin ku bicarakan" tambah Via
Ziga diam tak memberi jawaban. Dia bingung harus menjawab apa, karna dia takut ketika dia pulang nanti Via akan membicarakan masalah perceraian.
"Hallo, bisa tidak ?" tanya Via sekali lagi karna Ziga tak kunjung memberi jawaban.
"Iya , nanti malam aku akan pulang" jawab Ziga akhirnya.
"Baiklah, aku akan menunggumu" ucap Via
"Ya" jawab Ziga.
"Aku tutup telponnya" ucap Via
"ehm" jawab Ziga
Via pun menutup telponnya. Sebenarnya Via tak ingin menghubungi Ziga tapi setelah memikirkan perkataan Erik dan juga nasehat kakaknya akhirnya dia berinisiatif untuk menghubungi Ziga agar memecahkan kebuntuan komunikasi mereka.
Alasan Via lainnya adalah karna besok ibu dan ayah mertuanya akan datang.
Tadi ketika Via menjenguk Reza di rumah sakit Ayu ibu mertuanya menelpon untuk memberitahu bahwa mereka akan datang esok hari. Hal ini lah yang akhirnya memaksa Via untuk menghubungi Ziga, bagaimanapun juga dia tidak mau mertuanya sampai mengetahui permasalahan antara dirinya dan Ziga.
Via pun memutuskan memasak makan malam untuk Ziga, karna selama pernikahan mereka dia belum pernah sekalipun memasak untuk Ziga, dia juga merasa belum pernah bersikap sebagai istri yang baik. Oleh karna itu Via ingin mencoba untuk menjadi istri yang baik walaupun status pernikahan mereka hanyalah kontrak.
Via pun bergegas menuju dapur.
"Apa yang anda lakukan nyonya?" tanya Yesi ketika melihat Via ada di dapur
"Aku akan membuat makan malam untuk Tuan" jawab Via sambil memilih sayur sayuran yang akan dia masak.
"Biar kami saja yang melakukannya Nyonya, anda sebaiknya beristirahat" ucap Yesi dia tak mengizinkan Via memasak karna dari awal Ziga telah memerintahkannya untuk menjaga kesehatan Via dan tak membiarkannya kelelahan.
__ADS_1
"Aku tidak apa apa Yes" ucap Via
"Aku hanya ingin memasak untuk suamiku, karna hari ini Tuan akan pulang. Lagipula sekarang aku sudah sehat jadi kau tak perlu khawatir" jelas Via.
Yesi pun hanya dapat menghela nafas pada akhirnya.
"Baiklah, tapi biarkan saya membantu Nyonya" ucap Yesi mengalah.
"Tidak perlu, kau lanjutkan saja pekerjaanmu" ucap Via
"Aku bisa melakukannya sendiri, lagipula aku hanya memasak beberapa makanan sederhana" kata Via
"Semoga saja Tuanmu menyukainya" ujar Via.
"Pasti Nyonya, Tuan pasti menyukai masakan Nyonya" ucap Yesi yakin.
Via tersenyum mendengar ucapan Yesi
"Benar Nyonya tak memerlukan bantuan" tawar Yesi
"Tidak, sudah pergi lanjutkan pekerjaanmu" tolak Via seraya mendorong Yesi keluar dari dapur.
"Baiklah, tapi jika anda memerlukan bantuan panggil saja saya Nyonya" ucap Yesi
Via tak menjawab dia hanya mengacungkan kedua ibu jarinya ke arah Yesi sambil tersenyum, kemudian dia pun kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Mudah mudahan Ziga menyukainya" gumam Via setelah melihat hasil masakannya.
Sementara itu Ziga di kantor sedang berusaha menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin. Dia ingin segera pulang untuk menemui Via, dia telah memutuskan untuk membicarakan masalah mereka apalagi besok orang tuanya akan datang.
Awalnya Ziga ingin segera pulang tapi ternyata ada kecelakaan di kontruksi hotel miliknya yang baru saja di bangun di kota B, akhirnya Ziga pun terpaksa pergi ke kota B untuk melihat situasi di sana.
Waktu menunjukkan jam 9 malam tapi Ziga belum juga pulang, Via menunggu di ruang tengah sambil menonton Tv.
"Nyonya, anda sebaiknya makan dahulu" ucap Yesi ketika tahu Via belum makan malam.
Via menggelengkan kepalanya
"Aku akan menunggu Ziga" ucap Via
"Mungkin Tuan tidak pulang lagi malam ini" kata Yesi, dia agak ragu Ziga akan pulang karna sudah hampir sebulan Tuannya tak kembali ke rumah. Walau dia tidak mengetahui sebabnya tapi dia menebak pasti pasangan muda ini sedang bertengkar meskipun begitu dia tidak berani bertanya karna itu urusan rumah tangga Tuan dan Nyonya.
"Dia bilang akan pulang, Ziga adalah orang yang selalu menepati kata katanya" ujar Via yang tetap yakin bahwa Ziga akan datang.
Yesi hanya bisa menghela nafas, dia takut Via akan kecewa apabila Ziga benar benar tak pulang, padahal sejak sore Via telah memasak untuk makan malam mereka .
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 11 malam ketika akhirnya Ziga tiba di rumah. Betapa terkejutnya dia ketika melihat Via yang sedang tertidur meringkuk di sofa.
"Apa dia menungguku hingga tertidur di sini?" gumam Ziga seakan tak percaya dengan penglihatannya.
"Maaf Tuan, Nyonya dari tadi sudah menunggu Tuan sampai tertidur di sofa" lapor Yesi
Hati Ziga berbunga bunga mendengar laporan tersebut. Jadi benar ternyata wanita yang di cintainya telah menunggu dia pulang sampai tertidur lelap di sofa.
"Nyonya bahkan belum makan malam, Nyonya bilang akan menunggu Tuan pulang untuk makan bersama" lapor Yesi lagi
"Hari ini Nyonya yang memasak makan malam untuk Tuan" tambah Yesi
Mendengar hal tersebut Ziga mengernyitkan alisnya. "Wanita bodoh kenapa dia belum makan dan mengabaikan kesehatannya demi menungguku" fikir Ziga.
"Apa perlu saya bangunkan Nyonya, Tuan?" tanya Yesi
"Tidak perlu, kau istirahat saja" jawab Ziga
"Biar Nyonya aku yang urus" tambah Ziga
"Baik Tuan" ucap Yesi, dia pun langsung kembali menuju kamarnya.
Ziga berjongkok dan memandangi wajah cantik Via yang sedang tertidur lelap di sofa.
Wajah yang begitu di rindukannya selama sebulan terakhir ini, tak melihat Via dalam waktu sebulan membuat wanita itu bertambah cantik di mata Ziga.
Ziga membelai wajah Via dengan lembut, menyentuh bulu matanya yang panjang dan indah.
"Kau sudah pulang?" tanya Via yang terbangun karna sentuhan Ziga
Ziga yang kepergok pun jadi salah tingkah
"Ehm, iya aku sudah pulang" jawb Ziga
"Kau sudah makan ?" tanya Via seraya mencoba duduk
Ziga menggelengkan kepalanya.
"Sebaiknya bersihkan dirimu dulu" ucap Via
"Aku akan menyiapkan makan malam" tambah Via
"Baik" jawab Ziga dan dia pun langsung pergi menuju kamar di lantai dua.
Di dalam kamar Ziga masih seakan tak percaya dengan apa yang di alaminya barusan, dia pun mencubit lengannya keras dan ternyata sakit.
__ADS_1
Berarti dia sedang tak bermimpi, seulas senyum muncul di bibirnya. Inilah yang di harapkannya, ketika lelah pulang bekerja ada seseorang yang menunggu dan menyambutnya.
Hatinya kini bahagia melupakan semua masalah yang di hadapinya tadi di perusahaan. Dengan senyum yang terus mengembang akhirnya dia pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.