Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Seingatku


__ADS_3

Di ruang kamar pasien yang di tempati Li fan, menjadi sunyi senyap untuk sesaat, Li fan duduk di sisi ranjang untuk mengendalikan sok yang iya alami, dan Li fan tak mampu untuk menahan air matanya, yang membendung sudah di kelopak, iya membiarkannya jatuh untuk membasahi pipinya


Sesekali Li fan menggelengkan kepalanya, tak percaya dengan kenyataan yang baru saja iya dengar dari dokter Ying hoa


"Paman dokter,,, jangan bercanda denganku!"


Li fan melihat dokter Ying hoa, yang juga memperlihatkan raut wajah yang sedih dengan mata yang berkaca-kaca


Dokter Ying hoa terdiam


"Paman,, bagaimana mana dengan xinxin?" Tanya Li fan


Sebelum menjawab pertanyaan dari Li fan


"Hhheeee..." Dokter Ying hoa menghela nafas


"Xinxin, dia belum tahu! Dan sekarang keberadaannya juga aku belum tahu, dia ada di mana! Aku sama sekali tidak bisa menemukannya" dokter Ying hoa melangkahkan kakinya, mendekat pada Li fan, iya mangangkat tangannya dan meletakkan di atas bahu Li fan


"Yuang,,, xinxin anak yang polos, di kota dia tidak memiliki siapa-siapa. sekarang kamu sudah mengingat siapa dirimu, kamu orang yang terkenal dan berpengaruh, kamu memiliki kekuasaan! Aku serahkan padamu untuk mencarinya, dengan kemampuanmu aku yakin kamu dengan cepat pasti bisa menemukannya" dokter Ying hoa menurunkan tangannya dari atas bahu Li fan dan duduk di sampingnya


"Aku sangat kasihan padanya, sekarang xinxin tidak memiliki siapa-siapa! Tinggal kamu seorang yang menjadi kerabat dekatnya, karena di masa lalu Han kan sudah mengangkat mu sebagai anak! jadi.. aku percaya kamu bisa jadi saudara yang baik untuk xinxin" dokter Ying hoa menoleh untuk melihat Li fan yang menundukkan wajahnya


"Dia selalu memanggilmu kakak, jadi aku harap kamu jadi kakak yang bisa melindunginya, aku percaya padamu! meski rumor yang aku dengar, tentang dirimu tidaklah baik, tapi... Selama aku mengenalmu di masih lalu, aku yakin kamu masih memiliki sisi yang baik, jadi aku percaya padamu"


Perkataan dari dokter Ying hoa, membuat Li fan mengangkat wajahnya dan menoleh, membalas tatapan mata dari dokter Ying hoa


"Terimakasih,,, karena masih mau percaya padaku, aku pastikan tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang paman dokter berikan padaku" Li fan mengangguk dengan percaya diri


Tok.. tok... Tok...


Suara pintu dari luar terdengar, membuat Li fan dan dokter Ying hoa menoleh kearah pintu, meski tidak langsung melihat siapa orang di balik pintu itu.


Li fan mengusap air matanya, Sebelum mempersilahkan orang itu masuk dan sedangkan dokter Ying hoa berdiri dan melihat Li fan


"Masuk" Lifan mempersilahkan masuk orang yang ada di balik pintu

__ADS_1


Kleek.. pintu terbuka, Tu mo membuka pintu, dan tersenyum pada Li fan dan dokter Ying hoa yang sudah melihatnya


"Tuan,, dokter,," Tu mo menyapa ke duanya dengan menundukkan kepalanya


Tu mo berjalan masuk dengan terpincang-pincang, dan dengan tongkat di tangan sebelah kirinya


"Tuan,, maaf baru sempat menjenguk anda, keadaanku seperti ini! Jadi tidak bisa berjalan dengan baik" Tu mo memperlihatkan dirinya yang terluka


"Baiklah,,, sekarang aku pergi dulu, kamu tetaplah untuk istirahat, agar luka-luka mu cepat sembuh" dokter Ying hoa menepuk-nepuk bahu Li fan


Li fan mengangguk dan melihat dokter Ying hoa


Dokter Ying hoa melangkahkan kakinya, berjalan keluar dari kamar pasien, tempat Li fan di rawat


"Tuan,,, anda dan dokter terlihat dekat, setahuku selain komandan Qi Yuang, anda tidak dekat dengan siapapun" Tu mo yang bermaksud bercanda tersenyum, Karena itu adalah kenyataan. Tapi saat melihat Li fan menatap tajam dirinya, iya dengan cepat tertunduk


"Ma.. maaf tuan" ucap Tu mo menyesal


Li fan dengan muka masam, melihat Tu mo yang berdiri di hadapannya


"Ini hanya luka luar tuan, kata dokter.. akan secepatnya sembuh jika mengikuti aturan dari dokter" selesai menjawab pertanyaan dari Li fan, Tu mo melihat kiri, kanannya sedang mencari sesuatu


"Tidak perlu tinggal lama disini!" Li fan yang tahu akan isi dalam pikiran Tu mo, secepatnya mengucapkan kata yang sebenarnya berpikir untuk sedikit perhatian padanya, namun kata itu membuat Tu mo sedikit tersinggung,


"Tuan,, aku baru saja kesini dengan susah payah, tapi anda sudah mengusirku begitu saja" balas Tu mo


"Di sini tidak ada tempat duduk untukmu, sekarang ke adaan mu seperti itu,, bagaimana bisa kamu akan berdiri lama-lama di sini?" Jelas Li fan ketus


Tu mo tersenyum


"Tuan,, anda mencemaskan ku? Tu mo tersenyum merasa mendapat perhatian dari atasannya


"Aku tahu, Meski tuan itu orangnya jahat dan kasar tapi sebenarnya baik juga" kata yang keluar dari mulut, itu tidak akan bisa di tarik lagi


Setelah menyadari perkataan yang baru saja dia ucapkan, Tu mo secepatnya menutup mulutnya, iya sadar di dalam perkataannya memiliki kesalahan

__ADS_1


"Ma.. maksud aku, Tu.. tuan memang selalunya baik"


Karena merasa sedikit lelah, Li fan tidak mengambil pusing dengan ucapan dari Tu mo, dia hanya menatapnya dengan tatapan dingin, yang seakan bisa membekukan Tu mo yang masih berdiri di hadapannya


"sebaiknya kamu kembali ke kamar mu untuk istirahat, agar kamu biasa cepat sembuh. Kedepannya akan ada banyak hal yang akan aku lakukan, dan itu akan membutuhkan banyak bantuan darimu"


"Ba.. baik tuan" meski tidak mendapat amarah dari Li fan, tapi Tu mo masih merasa sedikit takut


"Jika tuan,, Li fan memiliki sesuatu yang memerlukan bantuan dariku, aku di rawat di kamar sebelah, tuan bisa mencariku di kamar sebelah" Tu mo memberi petunjuk kepada Li fan


"Baiklah,,, aku undur diri, kembali ke kamarku, tuan.. istirahat dengan baik" ucap Tu mo dan perlahan menggerakkan tongkat yang iya pakai, berbalik badan dan Jalan terpincang


Li fan melihat Tu mo, sudah membuka pintu kamar


"Tunggu..." Teriak Li fan


Mendengar teriakan dari Li fan, Tu mo berhenti dan mencoba untuk membalik badan meski sedang kesusahan


"Apa tuan butuh sesuatu?" Tanya Tu mo


"Seingatku,, kamu memiliki banyak teman yang bekerja sebagai orang bayaran, aku butuh mereka semua! Atur mereka untuk membantuku mencari Han xinxin, lebih banyak yang mencari itu akan jauh lebih baik" tutur Li fan


"Aa,," Tu mo mangap tidak mengerti


Li fan yang memang sudah memiliki sikap, yang tidak seperti orang lain. hanya berbicara sekali dan tidak akan mengucapkannya untuk yang kedua kalinya


Tu mo mengerutkan kening disertai dahinya, menunggu perintah yang kedua kalinya


"Untuk apa kamu masih mematung di sana? Kenapa masih tidak secepatnya untuk kembali ke kamar mu" Li fan menaikkan kedua kakinya, dan sudah bermaksud untuk berbaring


"Tuan,,,!!" Tu mo berfikir untuk membuat dirinya mengerti


" Semuanya? Apa perlu menghubungi semuanya? Tapi,, Mereka ada banyak"


Li fan yang tadinya sudah bersiap untuk berbaring, menoleh untuk melihat Tu mo

__ADS_1


__ADS_2