Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu
Kita mulai dari awal lagi


__ADS_3

Via merapikan kembali kemejanya yang sempat acak acakan akibat ulah Ziga.


Dia mendengar suara gemericik air dari kamar mandi, berarti Ziga sedang mandi.


Via menyiapkan satu set kemeja dan celana panjang untuk Ziga, karna Ziga harus kembali ke kantor. Sebenarnya Via merasa bersalah atas tindakannya menahan hasrat Ziga, bagaimanapun juga dia adalah seorang istri yang sah dan itu merupakan kewajibannya sebagai istri. Hanya saja jika dia memikirkan kembali bahwa di antara mereka hanyalah pernikahan kontrak, itu membuatnya merasa sakit. Bagaimanapun juga mereka nantinya akan berpisah Via tidak mau jika kebersamaan mereka yang sementara akan meninggalkan luka yang mendalam baginya.


Sekitar setengah jam Ziga akhirnya keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi berwarna putih. Dadanya sedikit terbuka yang memperlihatkan tampilan tubuhnya yang sempurna. Ziga memakai kemeja di depan Via. Otot otot perut Ziga begitu kekar menambah ketampanannya, Via merasa terpana melihat pahatan tubuh sempurna suaminya tersebut.


"Bantu aku memakai dasi" perintah Ziga.


Via pun memasangkan dasi di leher Ziga.


"Vi, kita mulai dari awal" ucap Ziga tiba tiba


Via yang kebingungan dengan kata kata Ziga menghentikan gerakan tangannya yang tengah memasang dasi di leher Ziga.


Dia menatap Ziga penuh keheranan karna tak mengerti maksud dari perkataan Ziga.


"Kita mulai semua dari awal lagi" ucap Ziga sekali lagi


"Kali ini tak ada pernikahan kontrak" tambah Ziga


"Mari kita jalani kehidupan pernikahan yang sesungguhnya" kata Ziga.


"Maksudmu?" tanya Via


"Aku mencintaimu" ucap Ziga


"Aku ingin kita hidup selayaknya sepasang suami istri yang saling mencintai" tambah Ziga.


Via meneruskan kembali memasang dasi di leher Ziga hingga selesai.


"Apa kau bersungguh sungguh?" tanya Via


"Aku sungguh sungguh" jawab Ziga tegas


"Apa kau yakin dengan keputusan yang kau buat?" tanya Via


"Apa kau tak hanya menjadikanku sebagai pelampiasanmu setelah kau berpisah dari kekasihmu?" tanya Via lagi.

__ADS_1


"Aku yakin dengan keputusanku dan aku sungguh sungguh dengan perasaanku" ucap Ziga yakin


"Aku tahu mungkin saat ini kau belum mempercayai kata kataku" ucap Ziga


"Aku akan membuktikan semua kata kataku, aku akan buktikan kalau perasaanku tulus padamu" tambah Ziga sambil menarik Via ke dalam pelukannya.


"Kau tahu, untuk saat ini aku tidak terlalu percaya akan kata cinta setelah pengkhiatan yang aku alami" ucap Via.


"Aku akan membuktikannya Vi, dan aku akan menunggumu hingga kau mencintaiku" ucap Ziga


"Aku hanya minta, kau memberiku kesempatan untuk membuktikan cintaku" kata Ziga.


"Aku tak akan memaksamu untuk menerimaku tapi aku akan menunggumu hingga kau benar benar mencintaiku suatu saat nanti" jelas Ziga


"Maukah kau memberiku kesempatan untuk membuktikan kata kata dan cintaku ?" tanya Ziga sembari melepaskan pelukannya dan menatap tajam mata Via.


Via pun mengangguk kepalanya, dia memberi kesempatan Ziga untuk membuktikan kata kata dan cintanya"


"Terima kasih sayang" ucap Ziga dengan penuh rasa syukur. Dia pun memeluk Via erat kemudian menanamkan kecupan di dahi Via.


"Aku takkan mengecewakanmu" ucap Ziga


Ziga tak menjawab, dia menarik tangan Via dan membawanya ke ruang belajar. Ziga mengeluarkan surat perjanjian mereka dari laci meja, kemudian merobek robeknya menjadi serpihan kecil.


"Sekarang tak ada lagi surat perjanjian seperti itu" ucap Ziga


"Yang ada hanyalah ini" tambah Ziga sambil menunjukkan akta nikah mereka


Via pun tersenyum melihatnya kemudian dia memeluk Ziga.


"Aku harap kau tak mengecewakanku" ucap Via


"Kau harus percaya padaku, aku takkan pernah mengecewakanmu" kata Ziga kemudian dia menarik dagu Via dan menanamkan ciuman lembut di bibir Via.


Mereka berciuman penuh hasrat seolah mengungkapkan semua perasaan yang ada di dalam hati mereka.


Tak berapa lama Via mendorong pelan Ziga untuk melepaskan ciumannya.


"Kau harus segera kembali ke kantor" kata Via

__ADS_1


Ziga mengerucutkan bibirnya tak senang.


"Bisakah aku tak usah kembali ke kantor?" tanya Ziga, dia tak rela kesenangannya saat ini di ganggu oleh urusan pekerjaan.


Ketika Ziga mengatakan hal tersebut tiba tiba ponsel di sakunya berdering. Setelah dia lihat ternyata panggilan dari Erik.


"Sudah jangan macam macam, cepat sana kembali. Erik pasti sudah menunggumu" ucap Via sambil mendorong tubuh Ziga keluar dari ruang belajar.


"Tapi aku ingin bersamamu" ucap Ziga manja


" Sudah cepat, jawab dulu telponnya pasti ada hal yang penting di perusahaan" ujar Via setelah mendengar ponsel Ziga tak henti hentinya berdering.


Ziga pun menjawab panggilan Erik dengan tak senang.


"Hallo, ada apa ?" jawab Ziga ketus


"Hallo Tuan, para eksekutif manajer sudah menunggu di ruang rapat" jawab Erik.


"Baik, aku akan segera datang" ucap Ziga dan langsung menutup telponnya.


"Sayang, aku berangkat dulu ya" pamit Ziga sambil mencium puncak kepala Via.


"Iya, hati hati" jawab Via


"Apa kau akan pulang untuk makan malam?" tanya Via.


"Tentu sayang, aku ingin makan masakan istriku tercinta" ucap Ziga.


"Huhh, gombal. Sudah cepat pergi sana" ucap Via


"Baiklah aku pergi sayang" ucap Ziga yang kemudian segera masuk ke dalam mobilnya untuk segera berangkat menuju kantor.


Via menatap mobil Ziga yang perlahan menjauh dari pandangannya. Senyum manis mengembang di bibir mungilnya.


Kini hatinya tak lagi gundah memikirkan perjanjian kontrak mereka.


Sekarang pernikahan mereka adalah pernikahan yang sebenarnya. Walau Via masih belum bisa mempercayai kata kata cinta Ziga, tapi dia ingin memberi kesempatan pada Ziga dan juga hatinya sendiri. Dia tidak mau terlalu terburu buru, seiring berjalannya waktu mungkin akan menumbuhkan kepercayaannya atas nama cinta.


Via masuk ke dalam rumah dan segera menuju dapur untuk mempersiapkan apa yang akan di masak untuk makan malam suaminya nanti dan juga untuk menyambut kedatangan mertuanya nanti malam.

__ADS_1


__ADS_2