
Via duduk di luar ruangan saat Steve menghampirinya. Keadaan Fello kini tengah normal. Dia telah melewati masa kritisnya sekali lagi.
"Bisa aku bicara denganmu Tya ?" tanya Steve pada Via yang masih terduduk lesu di kursi yang tersedia di luar ruangan tempat Fello di rawat.
"Sebaiknya kita tidak bicara disini" ucap Steve lagi, kemudian dia mengajak Via untuk berbicara di kantin rumah sakit.
"Apa yang ingin kau bicarakan Steve?" tanya Via setelah mereka sampai rumah sakit.
"Aku harap kau jangan lagi menemui Fello" ucap Steve datar.
Via terkejut, dia tak menyangka Steve akan meminta hal tersebut karna selama ini dia fikir Steve sama sekali tidak keberatan dengan kedatangan Via.
"Aku minta maaf, tapi ini untuk kebaikan kalian" ucap Steve lagi.
"Aku tahu aku bersalah, aku yang telah menyebabkan Fello terluka seperti ini, tapi mengapa kau melarangku untuk menemui Fello. Itu akan menambah rasa bersalahku" ucap Via.
Steve menghela nafas, dia tahu dia harus menyampaikan hal ini walau nantinya mungkin Fello akan marah ketika dia sadar, tapi ini semua juga demi kebaikan Fello dan Via.
"Kau tak perlu merasa bersalah, Fello melakukan ini karna dia menginginkannya. Jadi jangan salahkan dirimu Tya" jelas Steve.
"Fello menginginkannya?" tanya Via tak yakin
__ADS_1
"Apa maksud perkataanmu Steve?" tanya Via lagi.
"Iya, dia melakukannya karna dia menginginkannya" jawab Steve
"Dia ingin melindungimu dengan nyawanya karna dia mencintaimu Tya" ucap Steve dengan satu tarikan nafas.
Kata kata Steve bagaikan petir yang menyambar gendang telinganya. Dia tak pernah menyangka bahwa Fello akan memiliki perasaan yang lebih terhadapnya. Selama ini Via hanya menganggap Fello sebagai penyelamat hidupnya tak lebih. Dia malah selalu berfikir untuk mengangkat Fello sebagai kakak angkatnya. Tapi setelah mendengar perkataan Steve semua itu rasanya tidak mungkin. Dia tidak mau menyakiti hati Fello karna dia tidak mungkin dapat membalas perasaannya. Hati dan cintanya semua telah ia curahkan untuk suaminya Ziga, walau saat ini mereka sedang perang dingin tapi Via tak akan mengkhianati cintanya pada Ziga sedikit pun.
"Baiklah, aku akan menjauhinya" jawab Via kemudian. Dia memang harus menjauh dari Fello agar pria tersebut tak merasa sakit karna cintanya yang tak berbalas.
"Terima kasih, aku sangat menghargai keputusanmu" ucap Steve.
"Dan aku minta maaf karna telah mencampuri masalah pribadimu" tambah Steve.
"Aku yang seharusnya minta maaf dan berterima kasih padamu" kata Via.
"Aku minta maaf karna menyebabkan Fello terluka seperti ini" ucap Via
"Dan aku berterima kasih karna kau telah memberitahu perasaan Fello padaku sehingga aku menyakitinya lebih dalam lagi" tambah Via.
Steve mengangguk dan menatap Via, dia mengagumi kedewasaan wanita tersebut. Andai saja Via belum menikah Steve akan menjadi orang pertama yang mendukung perasaan Fello pada Via. Tapi semua sudah jalannya, mereka tak di takdirkan untuk bersatu setidaknya di kehidupan yang sekarang.
__ADS_1
"Tapi sebelum aku menjauhinya, tolong izinkan aku untuk melihatnya terakhir kali" ucap Via.
"Setidaknya untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal" kata Via.
Steve pun setuju, mereka lalu pergi ke ruangan Fello untuk melihat keadaannya.
Via duduk di kursi di sebelah ranjang Fello dan menatap pria yang kini masih tak sadarkan diri berbaring di atas ranjang.
"Maafka aku yang telah menyebabkanmu seperti ini" ucap Via pelan.
"Dan terima kasih atas perasaanmu padaku, aku minta maaf tak bisa membalas perasaan itu" kata Via
"Tapi aku akan selalu berdoa semoga kau di pertemukan dengan wanita yang menyayangi dan mencintaimu sepenuh hati" ucap Via lagi.
"Aku pamit" kata Via pada akhirnya kemudian dia melepaskan genggaman tangannya dan pergi meninggalkan ruangan.
Tanpa Via sadari setelah dia pergi, sebulir air mata mengalir di sudut mata Fello yang tertutup.
Via pun segera menuju bandara karna hari ini dia telah berjanji pada Kakaknya dan Nadhya akan mengantar mereka ke bandara.
Via menghentikan taxi kemudian segera melaju ke bandara.
__ADS_1
Di dalam taxi Via merenung, dia memikirkan kata kata Steve tentang perasaan Fello padanya. Kemudian dia teringat perkataan Ziga yang telah menuduhnya menyukai Fello. Ziga salah karna dia sama sekali tidak mempunyai perasaan khusus pada Fello, mungkin Ziga mengetahui bahwa Fello menyukai dirinya sehingga menyebabkan Ziga cemburu. Via pun memutuskan untuk menghubungi Ziga dengan ponselnya. Tapi berkali kali Via menghubungi Ziga tak kunjung juga mengangkat telponnya.
Akhirnya Via memutuskan untuk membicarakannya nanti malam setelah Ziga pulang dari kantor. Dia ingin membicarakan tentang bulan madu mereka yang kemarin sempat membuat Via ragu karna perasaan bersalah pada Fello. Tapi kini dia ingin segera mengajak Ziga pergi untuk mengunjungi makam kedua orang tuannya dan juga pergi untuk melaksanakan perjalanan bulan madu mereka. Membayangkannya Via pun tersenyum bahagia.