
"Aldef? Beby? Kalian di sini juga?"
"Celine?" seru Beby seraya tersenyum lebar. "Kebetulan banget kita ketemu di sini."
Celine tertawa pelan. "Iya, nih. Jadi makin asyik nggak, sih, kalau mainnya rame-rame?"
Awalnya, Beby memang ingin hari ini khusus untuk Aldeby-time. Tapi, kalau dipikir-pikir, pasti lebih asyik jika naik wahana ramai-ramai.
"Boleh," ucap Beby. "Ya, kan, Al?"
"Hah?" Aldef yang masih terkejut dengan kehadiran Celine lantas menormalkan ekspresi wajahnya. Lelaki itu menarik kedua sudut bibirnya secara paksa. "Iya."
"Ini pacarnya Kak Aldef?" Seorang gadis berambut lurus sebahu menyita perhatian tiga pasang mata di sana.
Aldef mengangguk seraya tersenyum simpul. "Iya."
Poppy tersenyum manis ke arah Beby. "Cantik." Gadis itu lalu mengulurkan tangan. "Kenalin, Kak. Aku Poppy. Kakak pasti Kak Beby, ya? Yang viral di Instagram itu."
Beby membalas jabatan tangan Poppy tanpa ragu. "Iya. Gue Beby."
"Kamu tahu darimana soal Instragram, Pop?" tanya Celine pada adiknya.
"Temen-temen di sekolah," jawab Poppy seadanya.
"Ini mau di sini aja? Nggak mau masuk?" tanya Beby.
Celine terkekeh pelan. "Yuk!"
Sejenak, bola mata Celine dan Aldef saling beradu. Entah apa yang akan terjadi setelah ini. Aldef hanya bisa berharap bahwa semuanya akan baik-baik saja.
***
Waktu menunjukkan pukul 11.47 saat Celine mengajak Aldef, Beby, dan Poppy untuk makan siang di food court area. Mereka semua pun menyetujui ajakan Celine. Sejauh ini, mereka sudah menaiki lebih dari 5 wahana. Celine dan Beby yang lebih banyak, sebab kondisi Poppy yang tak memungkinkan untuk naik wahana ekstrim, dan Aldef yang sering menolak dengan dalih menemani Poppy.
"Gue ke toilet bentar, ya," ucap Beby sesaat setelah mereka menemukan tempat duduk yang berisi 4 orang.
"Mau makan apa? Biar gue pesenin," sahut Celine.
"Kayak biasa aja." Setelah mengucapkan tiga kata ambigu itu, Beby lantas meninggalkan tempat.
"Eh, Kak, tungguin! Aku ikut!" teriak Poppy yang langsung menyusul Beby.
Kini, tersisalah Celine dan Aldef dalam satu meja itu.
"Kayak biasa, tuh, apaan?" gumam Celine bingung. Gadis itu mendongak ke arah Aldef. "Kamu tahu, Al?"
Aldef yang sedari tadi menyibukkannya diri dengan ponsel dalam genggaman lantas mendongak begitu namanya disebut. "Hah?" Saat itu pula, Aldef tersadar bahwa hanya ada dirinya dan Celine di sana.
"Tadi Beby bilang dia mau makan 'kayak biasa', itu maksudnya apa?"
Alih-alih menjawab pertanyaan Celine, Aldef malah balas bertanya, "Beby ke mana?"
Celine menoleh sejenak ke arah Beby jalan tadi. "Ke toilet, sama Poppy."
"Oh."
Sebuah balasan singkat yang menyebalkan, bukan?
"Jadi ..., maksud Beby makanan 'kayak biasa' itu apa?" Celine mengulang pertanyaannya.
Tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel, Aldef menjawab, "Nasi goreng seafood. Minumnya milkshake taro, extra es batu."
__ADS_1
Celine manggut-manggut. Tanda bahwa ia mengerti. "Kalau kamu, mau makan apa?"
"Samain aja," jawab Aldef cuek.
"Minumnya?"
"Sama."
"Nggak mau kopi aja? Biasanya kan—" Ucapan Celine terhenti, lantaran Aldef yang melayangkan tatapan tajam ke arahnya. "Oke. Aku pesenin dulu."
Merasa Celine sudah berada jauh darinya, Aldef mengembuskan napas berat. Tak ada yang tahu isi hati Aldef selama beberapa jam terakhir. Termasuk dirinya sendiri.
Kadang kala, senyum Aldef merekah dengan sendirinya saat melihat wajah ceria Beby. Namun di saat yang bersamaan, senyum Celine melesat dalam benaknya. Dan saat kedua gadis itu tertawa bersama, jujur, Aldef bingung dengan hatinya sendiri.
Ia menyayangi Beby, sangat. Tapi di suatu waktu, kenangan bersama Celine pun enggan beranjak dari otaknya.
Entah sudah berapa lama Aldef melamun, sentuhan di punggung tangan kirinya yang tergeletak di atas meja membuat Aldef lantas menegakkan badan.
"Ngelamun aja. Mikirin apa, sih?" tanya Celine.
Aldef hanya menggeleng pelan seraya tersenyum singkat. Cukup untuk membuat Celine paham bahwa Aldef enggan bercerita.
"Kata kamu, aku boleh cerita kalau kita ketemu dan cuma berdua?"
Kata-kata Celine membuat Aldef teringat pada kejadian malam itu. Malam di mana Celine mengirim pesan padanya. Kala itu, Aldef memang berjanji pada Celine bahwa gadis itu boleh cerita apa saja. Dengan syarat, hanya berdua.
"Sekarang kita nggak cuma berdua," balas Aldef.
"Beby sama Poppy lagi ke toilet. Jadi, kita cuma berdua, Al." Jeda sejenak. "Please, Al, aku butuh banget cerita ke kamu soal yang satu ini. Aku bingung, harus cerita ke siapa lagi."
Aldef menghela napas berat. Melihat tampang melas Celine saja hatinya terasa luluh.
Akhirnya, pria itu mengangguk. "Mau cerita apa?"
"Kenapa?"
"Kamu tahu, kan, dia lagi sakit? Kata dokter, satu-satunya biar Poppy bisa sembuh, harus dengan transplantasi ginjal. Aku udah nyiapin biayanya dari jauh-jauh hari. Masalahnya, ginjal Poppy sekarang ini cuma bisa bertahan lima bulan ke depan."
"Terus? Kenapa nggak langsung operasi aja?"
"Nggak ada pendonor."
Mata Celine berkaca-kaca. Ia teringat kembali dengan ucapan Poppy beberapa hari lalu. "Poppy udah nggak punya semangat hidup, Al. Katanya, 'kalau emang takdirnya gini, aku siap kapanpun harus pulang, Kak'." Setetes air mata terjun dari indra pengelihatan Celine. "Tapi aku nggak bisa, Al. Aku nggak mau kehilangan Poppy. Dia satu-satunya keluarga yang aku punya."
Entah mendapat dorongan dari mana, tangan Aldef bergerak menyentuh punggung tangan Celine yang terkulai lemas di atas meja.
"Terus, kamu mau aku bantu apa? Cari pendonor buat Poppy?"
Celine menatap Aldef dengan penuh harap. "Boleh aku minta bantuan itu?"
Aldef tersenyum lebar, lalu ia mengangguk mantap.
"Makasih, Al. Makasih banyak," balas Celine seraya membalas genggaman tangan Aldef.
"Aduh, Kak Aldef. Baru juga ditinggal bentar."
Suara Poppy membuat Aldef dan Celine refleks saling melepas sentuhan. Keduanya menoleh dan mendapati Beby yang tengah menatap mereka seraya tersenyum canggung.
"Kakak nangis?" tanya Poppy pada Celine.
"Nggak," sahut Celine seraya menggeleng kuat-kuat. "Nggak, kok."
__ADS_1
"Iya, ih! Kakak nangis, 'kan?"
Beruntung, sebab pesanan mereka datang tak lama kemudian.
***
Aldef bisa bernapas lega saat akhirnya mobil yang ia tumpangi meninggalkan area Dufan.
"Maaf, ya, Sky," ucap Aldef setelah memacu pedal gas mobilnya selama 10 menit.
"Maaf kenapa?" tanya Beby heran.
"Gara-gara ada Celine, kita jadi nggak bisa berduaan."
Beby terkekeh pelan. "Kenapa jadi lo yang minta maaf? Bukan salah lo kali. Ketemu Celine di sana juga, kan, karena kebetulan."
Bingung harus membalas apa, Aldef tersenyum simpul. Ia sendiri bingung, mengapa harus minta maaf atas nama Celine? Padahal, semua itu di luar kendali Aldef.
Tiba-tiba, sebuah ide brilian muncul di kepala Aldef. Lampu neon di otaknya mendadak bersinar terang.
"Sky, lo laper nggak?"
"Nggak terlalu, sih. Mau makan lagi?"
Aldef mengangguk. "Kita ke restoran favorit gue. Mau?"
"Boleh."
Beby kembali berkutat dengan ponselnya. Membaca skenario yang harus ia tampilkan dalam syuting webseries besok. Sembari mengingat kembali latihan acting yang sudah ia lakukan bersama Daren dan lainnya beberapa hari terakhir.
***
"Kak Aldef sama kak Beby emang couple goals banget, ya, Kak?"
Celine memutar kedua bola mata jengah mendengar kata-kata Poppy barusan. Sejak menaiki taxi beberapa menit lalu, adik Celine itu terus saja memuji-muji Beby. Dari mulai Beby cantik, asyik, tidak sombong, dan segala hal baik tentang Beby yang membuat telinga Celine terasa panas.
"Oh, iya, Kak. Ngomong-ngomong, kak Beby tahu nggak, sih, kalau Kakak itu mantan pacarnya kak Aldef?"
Pertanyaan itu lantas membuat Celine melayangkan tatapan tajam ke arah Poppy.
"Jangan pernah kasih tahu Beby soal itu," tegas Celine.
"Emang kenapa?" tanya Poppy heran.
"Nurut aja sama Kakak kenapa, sih? Kalau Kakak bilang jangan, ya, jangan!"
Aneh, bantin Poppy.
Pasalnya, Celine jarang sekali marah. Seringnya, Celine mengomel karena Poppy yang makan atau minum terlalu banyak. Atau mungkin, saat Poppy terlalu memforsir tenaga untuk belajar.
Poppy menatap Celine lamat-lamat. Kepekaan Poppy terhadap orang-orang di sekitarnya bukan hal yang perlu diragukan lagi. Hampir menyamai kadar kepekaan Kiran.
"Kakak nggak ada niat jahat, kan, sama kak Beby?"
Detik itu juga, rencana Celine untuk memberi ponsel baru pada Poppy sebagai hadiah, langsung ia batalkan.
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, rate, dan share kalau kalian suka.
Thank you ❤️