ALDEBY

ALDEBY
|45.| Syuting Day One


__ADS_3

Lola menatap heran pada Beby yang tengah senyum-senyum sendiri. Setelah menghabiskan tiga lembar roti, Lola memutuskan untuk bersantai di ruang tengah.


"Woy!" seru Lola seraya melempar sebutir pilus ke arah Beby. "Senyum-senyum sendiri, kesambet lo?"


Masih dengan senyum manis yang terpatri di bibirnya, Beby duduk di samping kanan Lola. Lola mengira, ada sesuatu yang ingin Beby sampaikan. Tapi ternyata, sahabatnya itu masih tetap diam dengan senyum merekah.


"By! Lo serem, ih!"


"Apa, sih? Sewot aja lo!"


"Lo habis dari mana, dah? Pagi-pagi udah ngilang."


"Kencan."


Kedua alis Lola bertaut. Manik matanya menelusuri pakaian yang membalut raga Beby. "Kencan pakai baju olahraga, ya?"


"Iya. Kencan versi gue," jawab Beby dengan penuh percaya diri.


"Eh, By. Lo udah buka Instragram hari ini?"


Beby menggeleng. Tangannya mencomot pilus di pangkuan Lola. "Kenapa emang?"


"Coba lo lihat, deh."


"HP gue di kamar. Coba pakai HP lo sini."


Sebelum menyerahkan ponselnya, Lola membuka aplikasi Instagram terlebih dahulu. Kemudian, gadis itu mengulurkannya pada Beby sembari berkata, "Postingan Aldef semalam ramai banget."


Penasaran, Beby lantas menyahut ponsel Lola. Senyumannya kembali merekah saat mendapati foto-foto dirinya yang entah kapan diambil oleh Aldef. Foto-foto itu adalah saat mereka menghabiskan waktu kemarin.


Apalagi, dengan caption:


My Lovely Sky ❤️


Masih dengan senyum terpatri di bibirnya, Beby menekan kolom komentar.


daren03: bucinnnnn


kiranaamalia: Beby be like: jinjja!!! kyopta!


Fahri_potret: enaknya punya pacar camerable


AnaGirly: awhhh!!! sosweet cinnn 😍


Cukup sudah. Bisa-bisa, Beby over dosis hormon endorfin jika terus membaca komentar-komentar itu. Beby pun mengembalikan ponsel Lola.


"Enaknya yang lagi kasmaran," sindir Lola.


"By the way, kakak gue ke mana?" Beby memilih mengabaikan ucapan Lola.


"Di kamarnya."


"Kok, lo tahu?"


Beby menoleh ke arah kamar Miko. Pintunya memang tertutup rapat. Tapi, kakaknya itu jarang sekali pagi-pagi begini masih di kamar. Biasanya, saat jam kuliah dimulai siang hari, Miko akan menghabiskan waktu dengan bermain game sembari menyantap sarapan.


"Ya, tahu aja," jawab Lola seadanya.


Manik mata Beby yang hendak kembali menatap Lola, tiba-tiba terpaku pada dua buah piring kosong dengan roti tawar dan selai strawberry di dekatnya.


"Kalian habis sarapan bareng?" tanya Beby seraya menatap Lola.

__ADS_1


Lola menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Entah mengapa, pertanyaan Beby ini membuatnya gugup. "Nggak bareng juga, sih. Miki duluan."


"Miki?" Kening Beby mengernyit heran. "Kok, lo tahu julukan kakak gue?"


Lah? Jadi, bukan cuma gue? batin Lola.


"Ya ...." Lola tak tahu harus menjawab apa. Otak lemotnya kini berputar dua kali lebih lambat.


Beby memicingkan mata, menatap curiga ke arah Lola. Beby memang tidak se-peka Kiran, tapi gerak-gerik Lola saat ini patut untuk dicurigai. "Kalian udah saling kenal, ya? Atau jangan-jangan ..., lo ada apa-apa, ya, sama kak Miko?"


"Idih! Amit-amit!"


"TUH, KAN!"


"Apaan, sih, By?!" Lola mendorong bahu Beby kuat-kuat. "Udah sono siap-siap! Udah jam berapa nih? Ntar telat lagi kita."


Alih-alih beranjak dari tempatnya, Beby malah lebih mendekatkan diri pada Lola. Gadis itu membisikkan sesuatu tepat di telinga sahabatnya, "Kalian dapat restu dari gue, kok."


"Sembarangan lo, ya!" kesal Lola seraya melempar rempahan camilan ke arah Beby.


Sementara itu, Beby yang puas melihat wajah kesal Lola bergegas meninggalkan tempat seraya terbahak-bahak.


"Gue? Sama si Miki itu? Idih! Amit-amit!" Lola bermonolog sembari bergidik ngeri.


***


"Bella stand by! And ... ACTION!"


Lokasi syuting webseries berjudul Friendzone yang akan tayang di youtube channel Daren kali ini berada di sebuah perumahan. Seperti judulnya, webseries ini menceritakan tentang dua orang lawan jenis yang terjebak friendzone.


Beby memerankan karakter Bella. Seorang gadis kelas XI SMA yang merupakan teman kecil Rafi—diperankan Daren. Keduanya terlibat perasaan rumit bernama cinta, namun sama-sama enggan mengutarakan.


Untuk Beby, karakter Bella cukup mudah. Sebab keduanya sama-sama ekstrovert. Hanya saja, Bella bisa dibilang lebih manja. Sejak kecil, hidupnya seolah bergantung pada Rafi.


Jika Beby memerankan sosok Bella yang ekstrovert, maka Daren kebalikannya. Rafi adalah sahabat Bella yang terkenal cuek dan irit bicara. Tapi, kalau masalah menyampaikan pendapat di depan umum, Rafi jagonya.


Syuting berlanjut hingga waktu menunjukkan pukul 11.15. Sejauh ini, proses syuting berjalan lancar. Meski para pemain webseries ini bukan aktris dan aktor terkenal, atau bahkan bisa dibilang amatiran, namun mereka tak perlu mengambil take lebih dari tiga kali.


Hingga pukul 14.00 nanti, adalah waktu istirahat.


Beby menoleh ke arah kanan, tempat Lola berada. Sahabatnya itu tengah tertidur pulas. Sesuai dugaan Beby, Lola memang punya bakat acting.


Di sini, Lola berperan sebagai Anjani, sahabat Bella yang sering datang ke rumah dengan tujuan terselebung. Tak ada yang tahu, bahwa Anjani menaruh perasaan lebih terhadap Rafi.


Pandangan Beby beralih ke seisi ruangan. Tampak Daren dan Tristan sedang bermain game. Sementara kru yang lain memilih untuk makan atau tidur siang. Sebenarnya, Beby bisa memilih salah satunya, tapi ....


"Annyeong! Kali ini aku lagi pakai parfum by Fresh and Star. Parfum varian melati ini salah satu benda yang wajib aku bawa ke mana-mana. Wanginya dijamin bikin candu. Tahan lama pula. Bagi yang mau samaan sama aku, langsung aja cek instagram-nya di bawah ini, ya!"


Ya. Itu adalah salah satu dialog Beby dalam membuat video endors.


Di sela-sela kesibukan Beby membuat video, sosok Daren tiba-tiba menduduki kursi kosong di samping kirinya.


"Lagi bikin video endors, ya?" tanya Daren.


"Iya, nih." Beby menoleh sejenak ke arah Daren.


"Ada yang bisa gue bantu nggak?"


"Kurang dua foto, sih. Bisa minta tolong fotoin?"


"Of course!"

__ADS_1


"Thank's," ucap Beby seraya mengulurkan ponselnya. Tapi, Daren menolak.


"Pakai handphone gue aja, nanti gue kirim lewat WA."


"Oke."


Beby bersiap dengan produk skincare berupa serum di tangannya. Setelah selesai, produk lainnya adalah sebuah handbody. Dan yang terakhir, sebuah aksesoris wanita berupa bandana warna silver.


"Udah?" tanya Beby.


"Wait-wait!"


Sebenarnya, Daren sudah menyelesaikan tiga potret yang Beby minta. Tanpa Beby sadari, Daren memperbesar kamera hingga hanya tersisa wajah Beby di sana.


"Done," ucap Daren. "Udah gue kirim juga, ya."


"Thank's, ya, Ren," kata Beby seraya tersenyum ramah.


"Sama-sama. By the way, lo udah makan siang?"


"Belum, sih."


"Sama, dong. Gimana kalau kita makan di restoran depan?"


"Ngapain? Kita, kan, dapat nasi kotak."


"Kasih aja ke kru yang lain. Barangkali ada yang mau nambah. Gue yang traktir, deh."


Beby tertawa renyah. "Dalam rangka apa lo traktir gue?"


"Dalam rangka ... ucapan terima kasih."


"Untuk?"


"Karena lo udah bantuin gue di projek webseries ini."


"Bisa diterima."


"So? Kita makan di luar?"


"Boleh."


Angin yang mengiringi langkah mereka pun dapat mencium aroma cinta terpendam di sana.


***


Setelah selesai kuliah sore ini, Aldef berniat untuk datang ke lokasi syuting Beby. Lelaki itu berniat memberi surprise untuk sang pacar. Alamatnya pun sudah Aldef dapatkan dari Fahri. Tapi sebelum itu, Aldef ingin membersihkan diri terlebih dahulu di apartemen.


Langkah Aldef terhenti di lobby Apartemen Golden, sebab seorang gadis berambut panjang mengadangnya.


"Hai, Al," sapa gadis itu sembari tersenyum manis.


"Celine?"


*


*


*


Jangan lupa like, komen, rate, dan share kalau kalian suka.

__ADS_1


Thank you ❤️


__ADS_2