ALDEBY

ALDEBY
|82.| Cuek


__ADS_3

Nggak usah merasa spesial cuma karena lo dapat kalung dari gue.


Putri mendengkus keras. "Prolog yang sangat membagongkan." Gadis itu menggeleng-gelengkan kepala heran. "Arka ... Arka ...."


Ini cuma tanda terima kasih karena lo udah bantu gue dari awal. Lo juga udah bantu gue nyari informasi tentang Beby.


Iya. Iya. Tenang aja. Gue udah maafin semua kesalahan lo, kok. Untung aja lo gue orang pemaaf. Kalau enggak, lo bakal gentayangin nanti.


Oh, ya. Gue punya satu permintaan buat lo. Anggap aja, permintaan terakhir. Tolong nasihati adik lo. Suruh dia lepasin Beby kalau emang hatinya masih buat Celine.


Tapi, nasihatinya pelan-pelan. Jangan macam kucing garong berantem.


Thank's


-Arka-


Helaan napas berat keluar dari saluran pernapasan Putri. Selepas mengantar Arka ke peristirahatan terakhir, gadis itu memutuskan untuk mengambil cuti. Jemarinya meraih kalung berbandul huruf P dari dalam kotak merah.


Tak lama berselang, sosok Aldef tiba-tiba datang dan mengempaskan diri tepat di samping kiri Putri.


"Dari pacar lo?" tanya Aldef dengan tatapan yang mengarah pada kalung dalam genggaman Putri.


Putri menggeleng. "Dari Arka."


Aldef lantas menegakkan badan. "Arka?"


"Iya. Tadi, mamanya yang ngasih ke gue." Jeda sejenak. "By the way, lo dari mana aja, sih? Kenapa baru kelihatan? Beby kacau banget tadi."


Lelaki di samping Putri itu kembali mengempaskan tubuhnya ke punggung sofa. Mulut Aldef sudah terbuka, siap melancarkan jawaban dari pertanyaan Putri. Namun, kakak tirinya itu menyela.


"Jangan bilang ...."


"Iya!" Aldef menatap kesal ke arah Putri. "Gue habis sama Celine. Puas lo?!"


"Lah, kenapa lo jadi ngamuk ke gue?" sewot Putri.


"Gue sama Beby break."


"Bagus."


"Hah?!" pekik Aldef. Tak terima dengan respon Putri barusan.


Sementara itu, sang kakak tampak menanggapi dengan santai. "Iya. Bagus karena Beby cuma minta break. Bukan putus."


"Sama aja!"


"Beda." Putri membenarkan posisi duduknya. Gadis itu menatap serius ke arah Aldef. "Nih, ya, lo tahu break, 'kan? Istirahat. Jeda. Artinya? Masih ada kelanjutan. Tapi kalau putus?" Putri mencabut benang di bantal sofa. "'TAK!' Pisah."


Aldef diam. Mau break atau putus, tetap ada bagian hatinya yang enggan menerima kenyataan.


Putri menghela napas sejenak. "Gue kira, hati lo yang rawan sakit. Soalnya, takut-takut suatu saat Beby tahu tentang penyakit Arka. Tapi ternyata, lo brengsek juga, ya."


Aldef tak merespon. Ia hanya menanggapi kalimat Putri dengan lirikan tajam.


"Menurut gue, ini kesempatan bagus buat lo," lanjut Putri. "Lo bisa mastiin sebenarnya hati lo itu milih siapa. Kalau lo deket Celine, Beby nggak akan marah karena status hubungan kalian sekarang. Begitupun sebaliknya. Tapi ...."


"Tapi?"


"Jangan kelamaan!"


***


"Lo beneran nggak apa-apa?"


Entah sudah berapa kali Miko menanyakan pertanyaan itu sejak ia dan Beby meninggalkan Apartemen Golden. Beby yang menceritakan tentang hubungannya dengan Aldef saat inilah penyebab Miko melakukan hal itu.


Mereka akan pergi ke kampus bersama, sebab kebetulan hari ini kakak-beradik itu selesai kelas di jam yang sama.


"Nggak apa-apa, Kakkk!!!" jawab Beby dengan nada frustasi. "Lo nanya sekali lagi, dapat piring cantik!"


"Beneran nggak apa-apa?"


"DIH!"


Miko tergelak. "Bagus, deh, kalau lo baik-baik aja. Gue seneng."


"Lola gimana?"

__ADS_1


"Hah?" Miko menatap Beby heran.


"Iya. Lola. Lo lagi PDKT, kan, sama dia?"


"Ngaco!"


"Halah! Orang Lola cerita ke gue."


"SERIUS?!"


Satu detik.


Dua detik.


Tiga detik.


Beby terbahak-bahak. Dari reaksi Miko saja, ia tahu apa yang telah terjadi antara Lola dan sang kakak.


"Malah ketawa!" decak Miko. "Emang Lola cerita apa aja ke lo?"


"Nggak ada."


Mendengar dua kata itu, Miko lantas mengacak-acak kesal puncak kepala Beby. "Kurang ajar lo, ya, sama gue!"


"IH! KAK!!! Rambut gue berantakan!!!"


"Bodo amat!"


Gadis di samping Miko mengerucutkan bibir sebal. Tepat setelah itu, mereka sampai di area parkir Universitas Pelita.


"Jam tiga ketemu di parkiran, ya?" tanya Miko.


"Iya. Sekalian nanti antar gue ke FS, ya?"


"Lo udah mulai kerja?"


Beby mengangguk. "Dapat kabar dari Fahri kalau ada project khusus buat gue. Nanti lo tinggal aja nggak apa-apa."


"Oke."


Keduanya bersama-sama turun dari mobil. Sampai di lobby, manik mata Beby bersitatap dengan Aldef.


"Nggak. Gedung fakultas lo sama gue jauh."


Aldef tertohok dengan jawaban Beby barusan. Gadis itu seakan enggan menyebut kata kita.


"Nggak apa-apa, gue bisa antar lo—"


"DAREN!"


Mengabaikan Aldef, Beby malah meneriaki nama Daren dan melambaikan tangan ke arahnya. Gadis itu menoleh ke arah sang kakak.


"Gue duluan, Kak."


Bola mata Beby melirik Aldef sejenak. Namun, gadis itu tak berniat mengucapkan apapun.


Miko yang sejak tadi memperhatikan interaksi antara Beby dan Aldef, menepuk dua kali bahu lelaki itu.


"Yang sabar," ucap Miko yang membuat Aldef menghela napas berat.


***


"By, habis ini lo ada acara nggak?"


Itu adalah pertanyaan Daren sesaat setelah kelas terakhir selesai. Beby yang sibuk menata buku-bukunya ke dalam tas mendongak sejenak.


"Gue mau ke FS."


"Wah! Kebetulan, dong. Gue juga mau ke sana."


"Oh, ya?"


"Iya. Mau bareng nggak?"


Usai menutup resleting tote bag biru langit miliknya, Beby berdiri. "Entahlah. Tadi gue udah janjian sama kak Miko soalnya."


"Telepon aja. Bilang kalau lo bareng gue. Biar kakak lo nggak mundar-mandir juga."

__ADS_1


"Iya juga, sih. Coba gue telepon, ya."


Daren mengangguk.


"Sambil jalan aja," ujar Beby yang mulai mengambil langkah. Daren pun mengekorinya.


"Hallo, Kak? Lo di mana?"


"Udah di dalam mobil. Baru aja."


"Lo pulang duluan aja."


"Kenapa emang? Ada kelas tambahan?"


"Bukan. Katanya Daren mau ke FS juga, jadi sekalian bareng."


"Gitu? Beneran nggak mau sama gue aja?"


"Nggak apa-apa. Lo pulang aja."


"Oke kalau gitu."


"Ke Lomera Cafe juga nggak apa-apa." Beby terkekeh di ujung kalimat.


"Mulai."


"Titip salam buat Lola, ya. Bye!"


Sambil terbahak-bahak, Beby menutup obrolannya bersama Miko. Dapat tergambar dengan jelas bagaimana ekspresi sewot sang kakak sekarang dalam benak Beby.


"Gimana?"


Mendengar pertanyaan Daren, Beby berhenti tertawa. "Iya. Gue udah minta kak Miko balik duluan."


Daren tersenyum puas. "Oke."


Kedua mahasiswa jurusan Sastra Indonesia itu melangkah beriringan menyusuri koridor. Tepat di persimpangan, mereka berpapasan dengan Aldef. Entah apa yang sedang semesta rencana untuk itu.


"Mau pulang, ya, Sky? Gue anter, yuk!" ucap Aldef dengan senyuman ramah yang mengembang di bibirnya.


Beby hanya menatap Aldef, tak berniat menjawab. Melihat hal itu, Daren mengambil alih.


"Beby mau ke FS bareng gue."


"Oh. Gitu. Gue antar mau nggak, Sky?" Aldef bersikukuh.


"Nggak. Makasih." Beby menoleh ke arah Daren. "Yuk, Ren!"


Yang diajak bicara mengangguk singkat sambil tersenyum manis. Sejenak, Daren menatap kedua bola mata Aldef. "Duluan, ya."


Jujur, melihat bagaimana sikap Beby tadi, ada bagian dalam hati Aldef yang terasa perih. Namun, Aldef sendiri belum dapat memastikan itu akibat rasa cemburu atau bukan. Lelaki itu masih bingung dengan di mana letak hatinya saat ini.


***


Sepanjang perjalanan menuju FS Agency, Beby tak banyak mengeluarkan suara. Gadis itu hanya sesekali menyahuti ucapan Daren. Hingga pada akhirnya, tibalah satu pertanyaan yang sejak beberapa jam tadi ingin Daren lontarkan.


"Lo ada masalah sama Aldef, By?"


Benar saja. Pertanyaan itu sukses menarik perhatian Beby. "Gue break sama Aldef."


"Break? Kenapa?" Terdengar isyarat penuh rasa penasaran di balik suara Daren.


Beby diam. Mengingat kembali akan momen-momen saat ia tahu kebersamaan Aldef dan Celine saja membuat dadanya terasa sesak. Apalagi untuk membahasnya. Beby memang bukan manusia lemah. Tapi, ia pun tak sekuat itu.


"Gara-gara Celine, ya?" tebak Daren.


Lagi-lagi, Beby tak menjawab. Gadis itu hanya menoleh sejenak, membuat manik matanya dan indra pengelihatan Daren bertemu. Dan lewat tatapan mata saja, Daren tahu bahwa segala praduga di dalam kepalanya adalah benar.


Diam-diam, lelaki di samping Beby itu mengulas senyum penuh makna.


*


*


*


Jangan lupa like, komen, rate, dan share kalau kalian suka.

__ADS_1


Thank you ❤️


__ADS_2