
Setelah mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, akhirnya Brian sampai di tempat tujuannya, dengan sangat tergesa-gesa ia langsung memberikan kunci mobil yang ia bawa kepada salah seorang seorang staf keamanan di perusahaanya.
Dengan sigap staf keamanan itu langsung masuk kedalam mobil dan memarkirkan mobil sport itu di tempat khusus.
Sambil berlari pelan, Brian mencoba untuk menghubungi ponsel Vino untuk mengetahui situasi meeting pagi ini yang sedikit terlambat karena dirinya.
"Vin..gimana dengan pihak Perusahaan Zvc...apa mereka masih di sana??"
"Iya bos, mereka masih disini, tapi kalau bisa langkah nya lebih di percepat bos!!"
"Gue udah di lobi menuju ruang meeting.."
"Siap bos, .."
Dengan langkah nya yang lebar akhir nya Brian Sampai ke ruangan meeting, ia masuk sambil memperlihatkan senyuman nya ia pun langsung meminta maaf atas keterlambatan nya kepada pimpinan perusahaan ZVC, salah satu perusahaan yang besar dari negara J, rencana nya perusahaan itu akan menanamkan modal yang besar untuk salah satu perusahaan yang baru akan di bangun Brian di negara S.
Hingga akhirnya persentasi yang dilakukan oleh salah satu staf dari perusahaan Brian membuat pihak dari ZVC merasa puas, sehingga meeting hari itu Di akhiri dengan hasil yang memuaskan untuk kedua perusahaan besar itu.
"Terimakasih atas kepercayaan Mr, James kepada perusahaan kami, semoga kerja sama kita kedepannya akan berlangsung baik"
"Sama-sama tuan Brian, saya harap kerja sama di antara kedua perusahaan kita akan saling menguntungkan, dan terjalin baik"
"Mudah-mudahan Mr..."
" Selain itu secara khusus saya ingin mengundang Tuan Brian, serta istri untuk hadir dalam perjamuan makan malam yang akan kami lakukan nanti malam, rencana nya kami akan selenggarakan private dinner di hotel tempat saya dan kekasih saya menginap, kebetulan kekasih saya orang asli negara I, dia sangat ingin berkenalan dengan anda dan istri anda"
"Ooohhh..benarkah Mr..?? wah kebetulan sekali anda memiliki kekasih berasal dari negara kami...., saya dan istri senang sekali mendapatkan undangan khusus dari Mr James dan kekasih, nanti malam kami akan hadir Mr,"
Setelah mendapatkan kesepakatan yang di harapkan akhirnya Mr James dan rombongan nya pun mulai meninggal kan ruang meeting dan kembali ke hotel tempat mereka menginap.
"Akhirnya sukses juga bos, padahal gue tadi udah cemas banget karena nunggu bos lama banget datangnya, "
"Hufft....sorry tadi gue bangun telat, "
"Tapi bos, kok mau ya orang sekelas Mr James langsung datang ke perusaahan kita buat nangani kerja sama ini...biasanya yang datang cuma perwakilannya aja..."
"Padahal perusahaan yang akan kita bangun ini hanya perusahaan cabang, tapi dia mau ngasih modal sebesar itu?? dan lebih mencengangkan dia mau bertahan di ruangan meeting untuk menunggu Lo bos..."
"Itu namanya keberuntungan Vin, pasti Mr James sudah memperhitungkan keuntungan yang berlipat dari perusahaan kita nanti, walaupun cuma cabang, tapi perusahaan itu letaknya strategis, dan berada di kota besar dengan daya beli masyarakatnya yang tinggi"
Brian yang telah sampai di depan ruangannya, langsung masuk dan meninggalkan Vino yang masih dalam zona penuh tanda tanya.
"Gue kok masih ngerasa aneh ya, tapi apa coba ?? kayanya gak ada yang bisa di curigai..karena dia yang nanam modal, kalau tu perusaahan rugi atau bahkan bangkrut.. kan yang banyak rugi Mr James sendiri..?? ah pusing gue!!! yang punya perusahaan aja santai kenapa gue yang pusing"
Di ruangannya Brian sedang menelpon salah satu butik langganannya untuk memesan jas serta gaun malam yang akan dia dan Luna pakai untuk perjamuan nanti malam,
Sang desainer pun yang sudah paham dengan selera Brian langsung mengirim beberapa contoh gambar baju couple yang cocok untuk Brian dan Luna.
Akhirnya setelah memilah-milah ia memutuskan untuk memilih sebuah dress dengan panjang selutut, berwarna hitam yang senada dengan jas yang ia pilih, dan sebuah sepatu berwarna putih dengan hak rendah, serta di padukan dengan sebuah tas jinjing berwarna putih.
"Malam ini kamu pasti akan terlihat sempurna sayang" Brian kembali mengingat wajah sang istri dengan penampilan yang menggunakan satu set pakaian yang barusan ia pilih.
__ADS_1
"Kalau terus memikirkan tentang Luna rasa nya aku ingin cepat pulang"
Dengan cepat Brian kembali memeriksa semua email dan dokumen yang harus ia pelajari dan iya tanda tangani.
Di kediamannya saat ini Luna sedang sibuk dengan pemahaman materi dan beberapa makalah yang harus ia kirim 2 hari lagi,
"Huft..capek juga dari tadi di depan komputer"
Luna melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan menuju dapur untuk mengambil segelas air putih,
"Maaammaaaa....ana...??"
Luna yang mendengar suara Azka langsung melangkah mendekati sang putra yang sedang sibuk dengan mobil-mobilannya, di temani oleh Bi nun di sampingnya.
"Azka mama lagi main ya?? sini mama mau gendong Azka,...mama rindu sama busuknya mama"
Luna yang merasa lelah dengan tugas kuliah nya langsung merasa kembali bersemangat setelah melihat putra nya yang sedang bermain, dan ia pun mulai membawa Azka menuju taman yang terletak di belakang mansion mereka, tak ayal Azka pun merasa senang berada di gendongan sang mama, yang sudah jarang bermain dengannya.
Dari kantornya Brian beberapa kali mencoba untuk menelpon sang istri, namun sama sekali Luna tidak mengangkat teleponnya, akhirnya Brian memutuskan untuk menelpon telepon rumahnya, dan tak berapa lama terdengar suara pak Yan dari balik telepon.
"Halo?? "
"Halo pak Yan, ini saya ...apa Luna ada di rumah??"
"Owh..iya tuan..nyonya ada di rumah, saat ini sedang bermain bersama Azka di taman belakang tuan,"
"Bisa tolong panggilkan pak Yan?? "
"Biak tuan, saya akan panggilkan.."
"Sayang kamu gak bawa hp??" mas udah beberapa kali telpon kamu tapi gak di angkat!!"
"Maaf mas, hp di kamar Luna sedang bermain sama Azka,"
Tak lama akhirnya Brian memberitahukan undangan yang ia dapat dari Mr James rekan bisnisnya itu, dan ia pun meminta Luna untuk bersiap-siap karena ia tidak dapat pulang tepat waktu, sehingga ia akan berangkat dari kantor dan ia akan menyuruh Vino untuk menjemput Luna di masnion mereka.
Tak lupa Brian memberitahukan bahwa salah seorang pegawai butik akan mengantarkan pakaian yang akan Luna pakai malam ini.
Luna yang tidak pernah berada dalam jamuan penting dengan rekan bisnis Brian sebelumnya merasa sedikit nervous, rasanya ia ingin menolak keinginan suaminya itu, namun beberapa kali Brian mengatakan bahwa yang mengundangnya adalah salah satu investor besar, sehingga membuat Luna terpaksa mengiyakan permintaan suaminya itu.
Dan tepat jam 19:00 Vino pun datang menjemput Luna, Vino sempat kembali terkesima melihat sosok istri bosnya yang malam ini berkali lipat lebih cantik dari pada hari biasanya,
"Ehem.. Wowww...wonderful..."
"Hahah..kakak bisa aja"
"Apakah kamu sudah siap Luna???"
"Sudahkah..maaf sudah merepotkan kak"
"Sudah kewajiban saya Luna, jadi gak perlu sungkan" Vino membantu membukakan pintu untuk Luna, sang istri bos, dan tak berapa lama mobil Vino pun mulai melaju meninggalkan pelataran mansion milik Brian.
__ADS_1
Sambil berdiri di depan mobilnya Brian sudah tidak sabar menunggu kedatangan sang istri tercinta, sesekali ia melihat jam yang melingkar di tangan kirinya,
"Hufft .. kenapa lama sekali ..."
Dari kejauhan akhirnya Brian dapat melihat mobil yang di kendarai oleh Vino mulai memasuki parkiran, dan berhenti tepat di samping mobil Brian berada.
Tak berapa lama, Luna mulai keluar dari dalam mobil milik Vino, Brian yang sudah berdiri di depan mobil Vino merasa kagum melihat keindahan yang di perlihatkan oleh istri kesayangannya itu,
"Kamu cantik sekali istri ku.." tak terasa Brian kembali membuka mulutnya, dan matanya tak berhenti melihat dari atas sampai kebawah.
"Bro...iler bro"
Brian kembali mengelap pinggiran bibirnya yang kering,
"Breng..sek Lo.." terdengar tawa dari bibir sang sahabat yang sedang mengerjainya,
"Ayo mas, katanya gak boleh telat"
Dengan langkah yang lebar Brian berjalan ke arah sang istri, lalu menggandeng tangannya dengan lembut, mereka pun mulai masuk ke dalam mobil Brian, dan di ikuti oleh Vino di belakangnya.
Dan mobil itu pun melaju di jalan raya dengan di kendarai oleh Vino sang asisten yang setia.
Akhirnya karena jarak yang tidak terlalu jauh dari kantor Brian ke hotel Mr James, tepat pukul 19:30 Brian dan Luna telah sampai di tempat perjamuan itu di adakan,
Sambil menggandeng tangan istrinya Brian merasa PD berjalan berdampingan dengan Luna yang terlihat sangat menonjol malam ini, hampir semua mata yang melihat ke arah mereka merasa terkagum melihat dua pasang suami istri yang cantik dan tampan itu.
Brian yang dari jauh melihat lambaian tangan dari Mr James langsung mendekat ke arah kursi yang telah Mr James siapkan untuk mereka.
Hingga akhirnya mereka berdua sampai di meja yang Mr James pesan, di sana Brian dapat melihat Mr James yang tak berhenti menatap ke arah sang istri,
"Ehem...halo Mr, selamat malam" Brian langsung mengangkat tangan nya untuk bersalaman dengan Mr James, yang baru tersadar dari lamunannya,
"Halo tuan Brian, selamat malam dan selamat datang.." tak lupa Mr James pun menyambut salam dari Brian,
"Perkenalkan ini istri saya, Luna . ... " Luna langsung mengangkat tangan nya untuk bersalaman.
"Owh...Hay ..Luna saya James..James Hans"
Mr James langsung mengambil tangan Luna dan menciumnya,
"Ehem...ehemmm.." Brian langsung mengambil tangan Luna dan kembali menggenggam erat tangan istrinya itu
"Maaf tuan katanya anda bersama kekasih anda ...???"
"Owh iya, itu dia baru turun dari kamar"
Dan wanita yang Mr James itu pun mulai mendekat ka tempat duduk di mana Brian dan Luna berada,
Dan seketika Luna yang penasaran dengan wanita yang di maksud langsung membalikan badannya untuk melihat kekasih Mr James tersebut.
"**Haaaahhhh... apa aku tidak salah lihat??? apa dia wanita Mr James??"
__ADS_1
"Tidak mungkin!!!"
Bersambung...🤔🤔🤔