
Brian yang telah sampai ke RS langsung membopong tubuh istrinya masuk ke dalam UGD di rumah sakit itu.
"Tolong .... tolong bantu istri saya"
Para perawat yang melihat kedatangan Brian langsung meminta Brian untuk meletakan tubuh Luna di atas banker yang tersedia di sana, tampak seorang dokter langsung memeriksa kondisi pada saat itu.
"Maaf tuan apa yang sudah terjadi dengan istrinya?"
"Tadi..istri saya tiba-tiba saja pingsan di dalam mobil"
"Owh baik lah anda bisa menunggu sebentar di luar biarkan kami mengecek istri anda sebentar"
Mendengar perkataan sang dokter dengan berat hati Brian langsung keluar dari dalam ruangan pemeriksaan.
Brian tak hentinya mondar mandir sambil terus berdoa untuk kesembuhan sang istri.
Hingga kurang lebih 30 menit waktu berlalu, dokter yang memeriksa Luna pun keluar dari dalam ruangan pemeriksaan.
"Dokter..bagaimana keadaan istri saya dok?? "
Sang dokter wanita itu tersenyum melihat kepanikan dari wajah Brian,
"Tuan tenang dulu, istri anda saat ini baik-baik saja. Dia hanya mengalami kelelahan saja, di tambah stress sehingga membuat tubuhnya kehilangan energi yang menyebabkan hilang kesadaran. Karena untuk kehamilan muda seorang ibu tidak boleh terlalu lelah dan stress, karena itu akan berdampak kepada janin yang ada di dalam kandungannya."
"Saat ini kami hanya memberikan infus kepada istri anda untuk menambah cairan tubuhnya agar lebih segar, nanti setelah cairan infusnya habis nona sudah bisa langsung pulang ke rumah"
Sebelumnya banyak sekali pertanyaan dikepala Brian yang ingin ia tanyakan tentang kondisi Luna kepada dokter wanita itu, namun saat sesudah dokter memberikan penjelasan tentang keadaanya istrinya tiba-tiba membuat Brian speechless .
"Saya harap tuan dapat menjaga emosi dan kegiatan istri untuk kedepannya. Dan untuk pemeriksaan lebih lanjut tuan bisa langsung berkonsultasi kepada dokter kandungan.
Dengan seksama Brian yang masih kaget dengan perkataan sang dokter hanya menganggukan kepalanya tanpa suara.
"Baik lah tuan, kalau tidak ada lagi pertanyaan saya tinggal dulu tuan."
"Terima-kasih dok..."
Brian yang merasa bahagia sudah tidak sabar untuk menunggu kelahiran anak kedua yang sedang di kandung Luna, Dan seketika ia teringat kembali akan permintaan sang mami sebelum kembali ke negara J.
__ADS_1
"Mami..Brian berhasil mi..Brian akan memberikan banyak cucu untuk papi dan mami.." Sambil tersenyum Brian bermonolog di dalam hatinya. Setelahnya ia langsung menemui sang istri di dalam ruangan bercat putih itu.
"Sayang..."
Luna yang sedang membalas sebuah message dari bi Marni, langsung melihat ke arah Brian yang sedang tersenyum kepadanya.
"Mas, kenapa kamu tersenyum seperti itu??"
"Sayang selamat ya...kamu hamil yang.." Brian yang sudah terlampau bahagia langsung memeluk tubuh sang istri dengan hati-hati.
Sedangkan Luna langsung terdiam mendengar pernyataan sang suami,
"Mas aku gak hamil..aku hanya sedikit pusing aja mas..gak mungkin lah Luna hamil mas"
"Kenapa tidak yang?? kita sudah beberapa kali melakukannya. Jadi wajar kalau kamu hamil yang."
"Maaf mas, tapi sesuai kesepakatan kita, kalau Luna harus selesai kuliah dulu baru Luna hamil lagi. Jadi selama ini Luna minum pil KB mas, jadi mana mungkin Luna hamil mas."
Brian langsung tercekat mendengar perkataan sang istri. Sehingga dengan gerakan cepat ia kembali keluar dari ruang perawatan Luna dan mencari dokter yang tadi telah memeriksa Luna.
Dengan amarah yang memuncak Brian langsung menuju ruangan perawatan. Di sana ia melihat dokter yang tadi memeriksa Luna. Dengan wajah yang memerah Brian langsung mendekati dokter wanita itu,
"Dokter!! tolong jelaskan kepada saya!! kenapa anda membuat diagnosa yang salah terhadap istri saya!! Anda bilang dia hamil. Tapi istri saya bilang dia pakai KB, jadi gimana di bisa hamil???"
"Sabar pak, saya sama sekali tidak membuat diagnosa sembarangan. Kalau bapak tidak puas dengan pemeriksaan saya, kita akan memeriksa istri anda kembali. Di bantu oleh dokter spesialis kandungan di RS ini, agar kita bisa melihat kehamilan istri anda melalu USG"
Brian yang sudah tersulut emosi langsung menyetujui usulan sang dokter, namun dia meminta Luna untuk di periksa oleh dokter kandungan terbaik di RS itu.
Beberapa perawat langsung memindahkan Luna ke atas sebuah kursi roda milik RS, dan mendorong Luna menuju ruangan dokter spesialis kandungan di RS itu.
Dan di sana barulah Brian dan Luna percaya bahwa Luna memang benar-benar hamil, dan sekarang kandungan itu telah berusia 2 Minggu.
Di dalam ruangannya sang dokter spesialis memberikan gel di atas perut Luna dan mulai meletakan alat USG di perut Luna yang masih rata,dan di sana dapat terlihat sebuah kantung yang sudah berkembang di dalam rahim Luna, Dan dokter pun menjelaskan tentang bagaiman Luna bisa hamil walau sudah meminum pil KB dengan rutin.
Yaitu di karena kan 5 hal di antaranya tidak di konsumsi tepat waktu, cara penyimpanan yang salah, Minum alkohol, muntah setelah pul KB, minum pil KB bersamaan dengan obat atau suplemen lain.
Dengan pernyataan itu Luna kembali teringat saat 3 hari dia berada di negara K, Brian yang menyusulnya ke sana setiap malam tak hentinya menggempur dirinya setiap malam. Dan Luna yang tak menyangka kedatangan suaminya ke negara K sama sekali tidak membawa pil itu di dalam tasnya.
__ADS_1
"Jadi saya benar-benar hamil ya dok?? dan apa kah janin saya baik-baik saja dok? karena selama ini saya masih rutin meminum pil KB tersebut?"
"Iya Bu Luna, anda benar-benar hamil, tadi anda sudah melihat langsung melalu alat USG yang saya lakukan, dan untuk pil KB yang selama ini anda konsumsi alhamdulilah tidak mempengaruhi janin ibu saat ini. Namun saya minta ibu untuk mengehentikan konsumsi pil tersebut agar pertumbuhan janinnya tidak terganggu."
"Baik dok, terimaksih atas penjelasannya, "
"Sama-sama Bu, saya juga sudah meresepkan beberapa obat untuk Bu Luna konsumsi, beberapa vitamin dan obat penguat kandungan."
"Terimaksih dok, kalau untuk susu ibu hamilnya apakah ada rekomendasi yang bagus untuk istri saya dok??"
"Baik pak, saya juga akan merekomendasikan susu kehamilan awal untuk Bu Luna, karena biasanya di trisemester awal ibu hamil akan merasakan mual dan selera makan yang berkurang, jadi saya akan meresepkan susu yang sesuai dengan usia kehamilan ibu Luna"
"Tapi apa saya masih bisa menyusui anak pertama saya ya dok?"
"Kalau untuk menyusui saat hamil masih bisa di lakukan. Tapi Bu Luna harus mengkonsumsi makanan sehat 2 kali lipat lebih banyak dari biasa, namun jika menyusui dapat menggangu berat atau kondisi buruk lainnya terhadap ibu dan calon janin, maka pemberian asi mau tak mau harus di hentikan"
Tiba-tiba Luna merasa iba dengan Azka, apabila ia harus berhenti menyusui putra pertamanya itu.
"Baik dok, kalau begitu kami undur diri dulu dok,sekali lagi saya ucapakan terimaksih untuk penjelasannya."
"Sama-sama Bu ..pak..semoga ibu dan calon Bai sehat terus, dan jangan lupa untuk selalu rutin kontrol 1 bulan sekali."
"Baik dok"
Setelah berkonsultasi dengan sang dokter Luna dan Brian pun memilih untuk langsung kembali pulang ke mansion mereka.
"Yang kenapa??" Brian yang melihat Luna tidak bersemangat saat mengetahui kehamilan nya merasa sedikit bersalah atas perbuatannya.
"Mas..sebenarnya Luna belum siap untuk hamil lagi, karena rasa sakit waktu lahirin Azka masih membekas di benak Luna mas"
"Maafkan mas ya yang, mas yang udah buat kamu hamil!! "
"Tidak mas, karena kehamilan ini bukan dosa, tapi ini rezeki untuk keluarga kita mas, hanya saja Luna masih sedikit trauma dengan rasa sakitnya, tapi Luna bahagia kok dengan kehadiran dia di sini" Dengan penuh kasih sayang Luna meraba perutnya yang masih rata.
"Maafkan mama ya nak karena sempat tidak mengharapkan mu..semoga kamu tumbuh sehat di sini..dan bantu mama masih bisa memberi asi untuk Kak Azka."
Bersambung....🥰🥰🥰
__ADS_1