Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
part 28


__ADS_3

Mobil yang di tumpangi Luna sudah mulai memasuki mansion, dan tampak mobil Brian telah terparkir lebih dulu, dengan mata bengkak dan hidung yang merah membuat Luna masuk ke kamar tamu, dia tidak sanggup untuk bertemu dengan Brian saat ini.


Sesampainya di kamar Luna langsung segera membersihkan diri dan melaksanakan sholat ashar nya yang sudah sangat telat, setelah menyelesaikan sholatnya,sepotong doa ia panjatkan kepada sang pemilik kehidupan.


"ya Allah sesakit ini kah rasa nya?? sungguh hamba mohon padamu ampuni lah semua kesalahan hamba, berikan hamba kekutan untuk menanggung semua akibat yang telah hamba lakukan, bimbing lah hamba agar menjadi lebih baik..


dan hapuskan lah perasaan ini hingga tak membekas.."


***


Brian yang mulai merindukan istri nya mulai gelisah karena sudah dua jam ia menunggu istrinya itu namun tak kunjung masuk, padahal tadi ia melihat mobil yang membawa Luna telah terparkir dari tadi.


Brian pun mencoba untuk mencari keberadaan Luna dengan bantuan pak yan,


"Maaf tuan tadi saya tidak melihat nyonya masuk ke mana, karena saya kira nyonya langsung masuk kamar tuan,"


"Ya sudah pak Yan terimakasih, mungkin Luna berada di salah satu kamar tamu" sambung nya.


"Kalau begitu saya undur diri tuan" pak Yan pun menjauh dari meja makan dan kembali ke dapur.


"Heem" jawabnya singkat


Brian kembali ke lantai dua dan mulai membuka satu persatu kamar tamu di rumahnya, dan benar saja di salah satu kamar tamu yang ia buka, ia menemukan sang istri yang sedang tertidur lelap, dan tampak di atas nakas bekas nasi dan ayam goreng yang tadi mereka beli.


"Sayang, kamu malah tidur nyenyak di sini, padahal aku udah tunggu kamu... cariin kamu, ehhh kamu nya malah molor"

__ADS_1


Brian bermonolog sendiri, ia pun mulai ikut naik ke atas ranjang dan mulai melingkarkan tangan nya di atas perut sang istri.


Namun tiba-tiba saat Brian mengusap perut istri nya yang sudah membesar.


"phuk"...


"Oops itu apaan???" Brian kembali mengusap perut Luna sambil melihat apa yang tadi dia rasakan


Tiba-tiba


"Phuk..phukk..duuukh..duakkk"


Seketika Brian membuka mulutnya dengan lebar,


"hy jagoan?? kamu bisa merasakan ini"


"Tuing..Tuing.."


Dan perut Luna kembali bergerak lebih kuat


"duakk..duakkk..duakk..duakk..


"HaHahAhHaHa... "


Brian tertawa terbahak-bahak ia merasa mendapatkan mainan baru di perut sang istri,

__ADS_1


beberapa kali Brian terus mengusili jabang bayi berumur 7 bulan itu, dan bayi itu seakan tahu ia sedang bermain dengan sang papa sehingga setiap Brian menyentuh perut sang mama maka ia akan langsung memberi responnya.


Saat keasikan bermain, Brian mulai bermonolog sendiri dengan sang janin yang berada di perut Luna itu.


"Kau sangat lucu jagoan, Tapi maafkan aku.. maafkan aku karena nanti saat kau telah lahir aku akan memisahkan engkau dari mamamu, itu aku lakukan karena aku sangat mencintai mamamu, but Im promise, u Will be safe with ur real father"


"Aku akan berusaha menemukan bajingan itu, mak-sud ku papamu, tapi kalau pun aku tidak menemukan papa kandung mu, kamu akan tetap aman, aku akan memberi mu sebuah panti asuhan di luar kota, di sana aku telah membuka sebuah pabrik teh yang nanti nya akan di serahkan untuk mu saat kau dewasa"


"Aku akan mengutus orang kepercayaan ku


untuk mengurus semuanya hingga kau dewasa, sesekali Brian menoel-noel perut luna, dan sang bayi pun langsung merespon dengan menendang, seperti ingin mengajak Brian berduel.."


"Kau tahu jagoan, ...aku melakukan ini karena apa??? itu karena di darah mu juga mengalir darah istri tercinta ku"


Brian menjeda perkataannya sambil memikirkan apa lagi unek-unek yang dia ingin ungkapkan,


"Tapi... panti asuhan dan pabrik itu gak gratis!! kau harus membayar nya.... menghilang lah selamanya dari kehidupan kami, tiba-tiba Brian merasa terlalu kejam mengatakan hal itu kepada daging di dalam perut itu....maaf !!! mungkin memang aku kejam, sesungguh nya mungkin aku papa yang paling bahagia di dunia ini jikalau kau adalah darah daging ku"


lumayan lama Brian menjeda kata-katanya,


"Namun entah kenapa aku merasa kau memang bukan darah daging ku, karena kau tahu mama mu masih... hmmm sudahlah kau tidak perlu mengetahui nya"


"HOAAAM"


Cukup lama Brian bermain dan bercerita dengan calon bayi itu yang di panggilnya jagoan, Brian pun mulai menguap dan akhirnya menyusul sang istri menuju alam mimpi.

__ADS_1


"Tak selamanya cinta harus saling memiliki"


__ADS_2