
"Loni sayang".
Brian datang sambil mencengkram kepala Luna dengan cengkraman yang kuat membuat Luna kesakitan .
" Loni kamu mau mencoba lari dari aku ya? udah gak sayang lagi sama aku??"
dengan wajah yang ketakutan Luna terus menundukkan wajahnya.
"LIHAT MATA GUE!!!!".
Brian mencengkram dagu Luna dengan kuat, hingga kukunya yang tidak panjang dapat meninggalkan jejak lecet di kulit putih Luna.
" Ga..aaak..engggak mas, aku gak mau ninggalin mas".
" ha..haha..haha.. lo jangan bohongi gue!! lo tahu apa yang bisa gue lakuin sama bokap lo!!".
" Jangan mas..jangan sakiti ayah aku".
"Takut lo kan?? gue bisa hancurin perusahaan bokap lo seperti membalikan telapak tangan, bahkan semua keluarga lo".
" Jangan mas..jangan aku janji gak bakal mencoba lari lagi dari kamu, dan akan melakukan semua keinginan kamu".
__ADS_1
" Oke untuk meyakini gue ..Layani gue malam ini".
" Hmmm.. itu mas...hmm untuk itu, apa ada hal lainya yang bisa aku bantu selain itu mas".
Detik itu juga Brian mencoba menghubungi Vino..
" Halo Vin gue minta Lo buat tarik semua saham gue di per...".
Tiba-tiba Luna membungkam bibir Brian dengan bibirnya, yang membuat Brian tersenyum menang.
Dan malam panas itu terjadi kembali di dalam penjara yang sempit dan lembab itu ...
Bagaikan makan buah simalakama Luna merasa serba salah saat ia mengungkapkan jati dirinya kepada Brian otomatis Brian akan marah besar karena merasa dia dan Loni bekerjasama untuk membohonginya dan apabila dia tetap di posisi menjadi seorang Loni maka Brian juga tetap menyiksanya.
Jam 3 malam Brian terbangun dari tidurnya, ia melihat wajah Loni yang semakin hari semakin cantik di mata nya..
" Cantik..."tanpa sadar Brian berucap pelan apa yang gue bilang cantik..? gue gak bakal jatuh di lobang yang sama, terpesona dengan wajah topeng lo.. gue hanya akan mempermainkan elo sampai puas.. nanti gue bakal campakkan Lo kaya sampah".
Brian kembali memakai pakaiannya dan pergi meninggalkan Luna.
Setelah kepergian Brian, Luna membuka matanya, ia mengingat kembali semua yang dikatakan Brian barusan.
__ADS_1
" hu..hu.hu.. andai kau tau mas apa yang telah aku lalui selama ini, aku lebih sakit di bandingkan apa yang kau alami saat ini".
Luna mulai berbenah diri, mandi, wudhu dan mulai menjalankan sholat tahajud nya.
Ya allah
aku tak pernah ingin menjadi seperti ini, namun saat aku sudah membuat banyak kesalahan apa kah salah apabila aku terus memohon ampun atas semua kesalahanku, aku mohon bantu aku keluar dari semua masalah ini .. aku percaya hanya kau yang dapat memutuskan takdir seseorang baik dan buruk aku hanya berserah diri kepadamu...
Pagi ini Luna mencoba untuk berjalan keluar dari penjara, saat ia melihat pintu penjara yang tidak terkunci.
ia mulai berjalan menyusuri lorong yang panjang dan gelap lalu menaiki sebuah tangga kayu dan membuka pintu nya..
"Kriettttt".
Ternyata penjara ini terletak terpisah dan jauh di belakang mansion utama, serta berhadapan dengan taman yang biasa dulu Luna sering kunjungi.
"Akhirnya aku bisa menghirup udara segar lagi".
Sambil mengelus-elus perutnya yang sudah cukup membesar Luna mulai berjalan mengitari taman.
" Maaf kan mama ya nak, ....mama tidak bisa membahagia kan mu saat ini, ...mama masih saja selalu menyakiti mu, ...maafkan juga papa mu, dia sedang marah kepada aunty mu,.. dia tidak tahu dengan situasi sebenarnya sayang, ...tapi mama akan berusaha untuk membahagiakan mu, nanti saat waktunya tiba, papa mu mulai bosan dengan mama, dia pasti akan membiarkan kita pergi dari rumah ini, dan saat itu mama akan bekerja keras untukmu sayang".
__ADS_1
"kita akan bahagia sayang...."
Bersambung....🤓🤓