Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 66


__ADS_3

Setelah mengantarkan Azka ke rumah sang ayah, Luna dengan di antar vino mulai menuju salah satu universitas ternama di kota itu,


sesampainya di pelataran parkir kampus Vino mulai memarkirkan kendaraannya dekat dengan gedung utama universitas tersebut.


Luna turun dari mobil sambil membawa beberapa persyaratan pendaftaran dan sebuah tas jinjing yang bewarna senada dengan bajunya.


Situasi kampus saat ini sangat ramai karena banyak mahasiswa baru yang baru yang mulai mendaftar sama seperti Luna,


Dan tak sedikit mata pria melirik ke arah ibu beranak 1 itu, terdengar beberapa siulan mengiri langkah Luna menuju kantor direktorat. Vino yang di tugaskan untuk menjaga sang ibu bos sudah memasang badan untuk hal-hal yang tak diinginkan.


Luna sama sekali tidak menemukan hal yang sulit saat mendaftar menjadi mahasiswa di kampus itu, karena Brian sebelumnya sudah berkoordinasi langsung dengan pemilik yayasan universitas tersebut,


Setelah menyelesaikan semua administrasi, Luna yang di dampingi Vino kembali menuju mobil untuk pulang, namun saat berjalan menuju parkiran Vino yang sudah dari tadi menahan keinginan untuk buang air kecil langsung izin untuk menyelesaikan hajatnya itu. Dan Luna memilih menunggu di pelataran parkir, namun saat asik menunggu tanpa sengaja ada seorang laki-laki yang mendatangi Luna.


"Maaf sebelumnya nona boleh saya tahu namanya??" lelaki dengan tinggi menjulang dengan gaya kasual mencoba untuk mengajak Luna berkenalan.


Luna hanya diam tanpa melakukan apapun, dan pria itu pun tak putus asa tetap mengajak Luna berbicara.

__ADS_1


"Ehem, nona saya hanya mengajak anda berkenalan, saya bukan orang jahat nona, saya President BEM di kampus ini. Mana tahu suatu waktu kamu bisa gabung di BEM kampus" dengan tangan yang masih menggantung pria itu mencoba untuk mengajak Luna berkenalan.


Tampak dari kejauhan riak riuh beberapa mahasiswa yang seolah memberi dukungan untuk pria yang ada di hadapan Luna saat ini.


"Maaf kak sebelumnya.. tapi saya sudah..." belum selesai Luna mengutarakan perkataannya, tiba - tiba Vino datang menghampiri mereka.


"Ehem..ehem.. maaf tapi kami harus segera pulang!! laki-laki yang tadi di hadapan Luna terkejut saat ada seseorang yang berucap di balik punggungnya, dia melihat ke arah Vino yang sudah berubah seperti harder yang siap menerkam.


"Owh.. oke..." dengan sigap pria itu bergeser dari hadapan Luna sembari menyebutkan namanya, "Alex.. nama aku Alex" Alex berjalan sambil memberikan senyuman manis nya ke arah Luna. Luna hanya terdiam melihat tingkah aneh dari kakak senior nya itu.


"Maaf Luna karena kakak lama jadi ada orang yang mengganggu kamu" Vino yang merasa bersalah hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Alex yang belum terlalu jauh dari Luna dan Vino dapat mendengar ucapan Vino yang memanggil nama wanita incarannya itu.


"LUNA.. jadi namanya Luna?? secantik orangnya"


sambil tersenyum penuh arti Alex kembali berkumpul dengan teman-temannya kembali.

__ADS_1


***


Di sebuah RS terbaik di kota itu, Brian sedang menunggu sang mami di periksa oleh seorang dokter dan beberapa perawat,


Brian yang merasa frustasi dengan keadaan sang mami mulai mengepalkan tangannya dan meninju angin di hadapannya.


"Maaf kan Bri mi..ini semua salah Brian, mami jangan kenapa-kenapa mi" Brian di liputi dengan perasaan bersalah yang amat besar kepada sang mami.


Tak lama Rossa yang mendengar sang Tante jatuh pingsan langsung datang ke RS di mana sang Tante berada.


"Kak Bri!! gimana keadaan Tante kak??" sambil meneteskan air mata Rossa memeluk tubuh kekar Brian.


Brian yang sudah mengetahui fakta bahwa Rossa menyukainya merasa risih dengan tindakan Rossa kepadanya saat ini. Brian pun berusaha melepaskan pelukan itu dan pergi menjauh dari tempat Rossa berdiri.


"Kenapa kak Brian seperti jijik saat aku peluk!! ada apa dengan kak Brian??" lirih Rossa sedih di dalam hati sambil duduk di kursi yang berhadapan dengan Brian.


"Maaf kan kakak Rossa!! tapi mulai hari ini kau harus tahu di mana posisi mu!!"

__ADS_1


Brian bermonolog di dalam hati sambil memicingkan matanya yang terasa penat.


Bersambung...🤓🤓


__ADS_2