
Sebuah kebohongan yang di bangun dan tanpa di sengaja membuat seseorang yang belum pernah mengenal cinta terlanjur jatuh cinta dengan seseorang yang salah..
Pagi ini di bawah guyuran hujan, Luna sedang termenung di depan jendela kamarnya,
pemandangan indah sawah serta pepohonan hijau membuat khayalan Luna terbang akan kekasih hati yang tak dapat ia miliki,
"Langit bantu aku untuk membuang rasa ini rasa cinta terhadap seseorang yang telah di miliki, terlebih dia di miliki kakak kandung ku sendiri, lirih Luna dalam kesendiriannya, "
"Tok..tok.." tiba-tiba terdengar beberapa kali suara ketukan pintu, Luna yang tersadar dari lamunnnya mulai berjalan ke ruang tamu dan membuka pintu itu,
dan
"BRAK"
Pintu itu seketika tertutup, dan bersamaan dengan itu masuklah seorang pria yang berlumuran darah tiba-tiba terjatuh di hadapan Luna,
"Ya Allah!!!!"
"Bi...bi..bimarni" beberapa kali Luna mencoba memanggil namun bi Marni tak kunjung tiba, hingga dengan cekatan Luna mulai melakukan pertolongan pertama kepada seseorang yang terluka tersebut, dengan sekuat tenaga Luna membawa orang asing itu naik ke atas kursi panjang di ruang tamu, lalu ia mengambil air sebaskom dan handuk kecil dan menyeka darah yang hampir memenuhi sekujur tubuh orang asing itu,
Luna pun membuka baju yang sudah di penuhi darah itu.
Dengan telaten Luna membersihkan darah itu, barulah dapat terlihat ada luka seperti luka tembak di bagian lengan kiri pria itu dan beberapa lebam di bagian dada dan tangan, serta kepalanya.
__ADS_1
"Non ...non Luna kenapa tu non?? non Luna ada yang luka" bi Marni kaget melihat banyak jejak darah d rumah begitu shok, dan Luna pun menggiring bi Marni untuk duduk menghadap orang asing itu,
baru lah bi Marni lega, karena darah itu bukan berasal dari nona tersayangnya.
Lalu Luna menceritakan kejadian sebenarnya, dan ia meminta pak Dirman untuk menjemput dokter puskesmas desa, untuk memeriksa orang asing itu.
Hingga tak terasa malam menjelang pria tersebut akhirnya terbangun dari tidur panjang nya, ia melihat sekelilingnya, yang terasa asing baginya, dengan memegang kepalanya yang masih pusing, pria asing tersebut mencoba untuk bangun dari tidurnya,
"Aduh..aaww sakit semua!!"
Luna yang mendengar erangan kesakitan itu pun langsung mendekati sumber suara,
" Maaf anda udah sadar ?? " tanya Luna
Seketika bi Marni dan mang dirman pun datang dari arah dapur,
" Luna pun membantu pria asing itu mengambil obat dan air minum, ini anda minum obatnya dulu, untuk mengurangi rasa pusing di kepala anda.
Pria itu itu pun mengambil obat yang di sodorkan Luna dan ia pun langsung meminumnya, dan pria itu kembali tertidur,
"Kasihan ya bi, siapa yang tega melakukan semua ini kepada orang ini ya bi" Luna mulai duduk di kursi sebelah bi Marni,
"iya non, bibi juga gak tega lihatnya"
__ADS_1
"Mang, apa tadi udah lapor polisi?"
"Sudah non, besok polisinya datang non,
hmm, kalau gitu luna istirahat dulu ya bi, mang".
"Iya non, non gak boleh terlalu banyak pikir, dan istirahat lah non", kata bi Marni,
Luna pun mulai memasuki kamar tidurnya.
Subuh menjelang Luna telah menyelesaikan 2 rakaatnya, sekarang iya sedang berkutat di dapur bersama bi Marni, sedangkan mang Dirman sedang membantu pria asing yang telah sadar sejak pagi itu untuk memakaikan baju milik mang dirman, karena semalaman pria itu hanya di tutupi dengan selimut, karena bajunya yang berlumuran darah telah robek saat Luna membuka nya kemarin.
Luna datang membawa semangkuk bubur untuk pria itu.
"Hy, ini saya bawakan anda bubur" Luna meletakan semangkuk bubur itu di depan meja sang pria asing,
"Hmm, ter-terima kasih, " pria itu mulai mencoba mangmbil bubur itu namun ia seperti kesulitan.
"Maaf biar saya bantu anda untuk makan" Luna mengambil mangkok itu kembali, dan mulai meniup satu suapan bubur,
" Terima kasih, sa....."
Tiba-tiba Luna menyuapkan bubur itu ke mulut pria itu, sudah kamu gak usah ngomong apa-apa dulu, kalau sudah ada tenaga nanti baru kamu cerita, dengan senyuman yang tulus Luna kembali menyuap bubur kan bubur itu hingga habis,
__ADS_1
Sampai akhirnya polisi datang untuk mengintrogasi pria asing tersebut, dari sana di ketahui ternyata pria itu bernama Gilang Fauzi, dan ia mengalami pembegalan oleh beberapa orang di kota yang telah mencuri mobil yang ia miliki, hingga ia berpura-pura mati dan di buang di desa tempat Luna berada.
Bersambung....😪😪