
Hari ini Brian telah siap dengan setelan jasnya, mengingat kejadian tadi malam antara mami dan istrinya, membuat Brian meminta Pak Yan untuk mengantar sarapan pagi untuk Luna, sedangkan Brian sarapan pagi bersama sang mami. Rencana nya hari ini Brian akan membujuk sang mami untuk menerima Luna sebagai istrinya.
Brian telah sampai di kursi khusus miliknya, saat ia mendudukkan dirinya, dengan sigap Rossa yang tadi nya duduk di samping sang Tante berpindah duduk di samping Brian, di mana kursi yang biasa di duduki Luna,
"Kak Bri!! mau sarapan apa?? biar Rossa ambilin!!"
Dengan rasa cinta yang besar untuk Brian membuat Rossa tak tahan kalau tidak menyentuh laki-laki tampan itu, dia melingkarkan tangannya di tangan Brian hingga gunung kembarnya nempel di lengan Brian, sambil menghirup dalam parfum Brian.
"Biar aku ambil sendiri dan maaf Rossa tapi kakak mau sarapan dulu!! apa kami bisa lepas dulu tangannya??" Brian merasa kesulitan menggerakkan tangannya karena Rossa terlalu menempel di lengannya,
Seketika wajah puppy Rossa berubah kelam, dia mulai menjauhkan tangannya dari Brian sambil memasang wajah kecewanya,
"Biar Rossa melayani mu nak!! mami harap kamu jangan mematahkan semangat Rossa yang ingin membantu mu sayang!! dengan ekspresi tanpa dosa nyonya Brata mendukung kuat keinginan Rossa untuk mendapatkan cinta putranya.
__ADS_1
Seketika wajah masam Rossa berubah bahagia manakala mendengar ucapan Tante nya itu.
"Baik lah kalau itu membuat mami senang" Brian berpikir tidak masalah kalau memang sang adik ingin melayani dirinya, karena Brian berfikir Rossa pasti rindu akan kedekatan mereka seperti masa kecil mereka dulu.
Rossa pun mulai mengambil beberapa potong roti dan mengolesnya dengan selai kacang kesukaan Brian, dia juga meletakan segelas susu di depan meja Brian, seperti layaknya seorang istri yang melayani suaminya, terpancar wajah bahagia dari wajah Rossa.
Setelah menyelesaikan sarapannya Brian mulai membuka percakapan kepada maminya kembali,
"Mi.. sebelum Brian berangkat ke kantor bisa kah kita bicara sebentar??" Brian menatap wajah sang mami dengan penuh rasa sayang dan tersimpan sebuah harapan di sana.
Brian yang hanya ingin berbicara kepada sang mami langsung menatap ke arah Rossa yang sedari tadi menempel kepadanya,
"Rossa tinggal di sini kak!! karena Rossa mau berenang sebentar lagi" Rossa berbicara dengan jarak yang cukup dekat di depan wajah Brian, sembari memandang mata Brian dalam.
__ADS_1
"Baik lah.. ayo mi kita ke ruang kerja aku"
Brian dan nyonya Brata mulai menjauh dari meja makan dan mengarah ke ruang kerja Brian.
"Bye....calon suami.." Rossa bermonolog di dalam hati dan mulai meninggalkan meja makan menuju kolam berenang.
***
Di lain tempat Luna sedang bersiap untuk mendaftar kuliah pagi ini, setelah memberi sarapan Azka, dan menyiapkan segala keperluan Azka, pagi ini Luna berniat membawa Azka dan bi Marni serta sang baby sitter pulang ke rumah ayahnya,
dengan rasa benci yang di perlihatkan sang ibu mertua kepadanya membuat Luna memutuskan untuk menjauhkan Azka sementara waktu,
"Maaf kan mama sayang.. tapi untuk sementara waktu Azka sama nenek Marni dan mbak Nun di rumah opa dulu ya.. mama akan menjemput Azka sepulang daftar kuliah.. sementara waktu untuk kedepannya mama akan sekolah lagi sayang...Azka jangan nakal sama mbak Nun dan nenek Marni ya sayang..."
__ADS_1
Bayi yang akan berumur 1 tahun di bulan depan itu menjawab sang mama dengan bahasa bayi nya.
"Mama berharap suatu saat nanti nenek Brata akan menerima kita sayang," Luna berkata di dalam hati sembari mencium pipi gembul sang buah hati.